Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Kemahalan, Biaya MRT di Jakarta  

Written By prayudi syamsa on Rabu, 31 Oktober 2012 | 09.35

Rabu, 31 Oktober 2012 | 05:21 WIB

TEMPO.CO , Jakarta: Alokasi dana sebesar Rp 17 triliun untuk pembangunan satu koridor mass rapid transit rute Lebak Bulus-Stasiun Dukuh Atas dianggap terlalu mahal. Nilai itu setara Rp 940 miliar per kilometer atau hampir tiga kali lipat biaya yang dibutuhkan untuk proyek yang sama di Singapura jika dihitung dengan kurs dolar atas rupiah saat ini.

"Pemerintah DKI Jakarta harus mengevaluasi ulang proyek ini agar bisa mendapatkan harga yang murah," Direktur Eksekutif Masyarakat Transportasi Indonesia, Pandit Pranggana.

Menurut Pandit, salah satu penyebab biaya yang mahal di Jakarta adalah teknologi yang diadaptasi dari Jepang. Meski Japan International Cooperation Agency (JICA) meminjamkan 58 persen dari nilai dana total untuk proyek ini, Pandit menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa menyilangkan komponen pendukung MRT. "Misalnya mengadopsi teknologi dari Singapura atau Cina yang lebih murah," ujar Pandit.

Model manajemen yang akan diadopsi juga dianggap keliru. MRT Jakarta, menurut Pandit, memilih manajemen ala Land Transport Authority di Singapura, yang memisahkan antara operator dan pengembang di sekitar MRT, antara lain pertokoan dan bisnis.

Padahal, menurut Pandit, seharusnya pemerintah DKI mengadopsi sistem Hongkong Trans Authority. "Kalau dalam sistem Hongkong, laba dari bisnis properti juga bisa dinikmati oleh operator agar bisa menutup defisit anggaran," katanya.

Pemilihan model manajemen ini berefek pada pendapatan MRT. Jika menggunakan model manajemen dari Singapura, pendapatan non-tarif —seperti penyewaan tempat untuk pertokoan dan bisnis— akan sangat kecil, yakni hanya 7 persen dari nilai seluruh pendapatan. Adapun potensi dari pendapatan non-tarif bisa digenjot hingga mencapai 50 persen dari total nilai pendapatan, seperti yang terjadi di Hong Kong.

"MRT Hongkong pada 2005 memperoleh pendapatan non-tarif sebesar HK$ 7 miliar atau sekitar Rp 8,6 triliun," kata Pandit.

Pemerintah, menurut dia, seharusnya jeli menangkap peluang dalam pembangunan MRT, terutama dalam sektor properti. Jika menggunakan model Singapura, pemerintah DKI akan sulit menutup subsidi biaya operasional Rp 85 miliar per tahun selama 10 tahun. Jika peluang itu tidak ditangkap, pemerintah bisa keteteran membayar utang ke JICA.

Direktur Keuangan dan Administrasi PT MRT Jakarta, Erlan Hidayat, menyatakan akan mengkaji masukan dari MTI. Namun, dia menyatakan biaya yang selama ini diketahui, yakni sebesar Rp 17 triliun, hanyalah plafon pinjaman dari JICA. "Biaya yang dikeluarkan nantinya tidak akan sebesar itu, yang jelas lebih murah," katanya.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meminta PT MRT mempresentasikan ulang proyek MRT. Proyek yang semestinya sudah memasuki tahap tender tahap pertama ini sebelumnya sudah dibekukan.

SYAILENDRA | SUTJI DECILYA | NURHASIM

Terpopuler:
Alasan Angkot Kalah Pamor dengan Motor 
Kabupaten Tangerang Bangun Terminal Utama
Seluruh Puskesmas Jakarta Akan Pakai CCTV 
Kondisi Novi Amilia Membaik Setelah Detoksifikasi
Hujan Ringan Guyur Jakarta Siang Hari


09.35 | 0 komentar | Read More

Jakarta Utara Siap Hadapi Banjir

Rabu, 31 Oktober 2012 | 04:45 WIB

TEMPO.CO , Jakarta: Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono, mengklaim persiapan menghadapi musim hujan tiba telah dilakukan lembaganya. "Kalau persiapannya sendiri sudah 100 persen selesai, karena ini sudah sistem," ujarnya, Selasa, 30 Oktober 2012.

Menghadapi musim hujan di penghujung tahun ini, pemerintah Jakarta Utara telah memiliki prosedur baku penanganan serta tim yang siap mengantisipasi datangnya banjir. "Artinya, jika setiap ada hujan dan genangan semua pompa dan pintu air sudah siap difungsikan," kata dia.

Tim tersebut, menurut dia, merupakan gabungan dari suku Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan lembaga terkait lainnya yang siap siaga mengamati terjadinya banjir atau luapan air di wilayah bagian utara Jakarta tersebut.

"Kami punya tim yang sudah solid, tanpa diperintahkan pun mereka jalan, sudah semacam sistem," kata dia. "Mereka sudah siap, termasuk soal genangan, bagaimana penanganan evakuasi masyarakat sudah ada."

Meskipun demikian, ia berharap partisipasi warga melakukan pengerukan aliran sungai serta membersihkan sampah yang berada di gorong-gorong dan lingkungan sekitar tetap diperlukan. "Kalau pakai alat berat pengerukan itu memerlukan waktu, kami minta masyarakat kerja bakti, dan Dinas PU sudah menyiapakan alat itu."

Soekidjo, 57 tahun, Ketua RT 16 Pademangan Timur, mengakui sejak kedatangan orang nomor satu di DKI Jakarta Joko Widodo dua pekan lalu, warga masyarakat semakin rajin melakukan kerja bakti dan pembersihan saluran air. "Besar sekali dampaknya," ujarnya.

Namun, ia mengakui, minimnya peralatan yang dimiliki warga menyebabkan pengerukan pada sungai skala sedang tidak bisa dilakukan. "Itu kendalanya, sebab kendaraan berat tidak semuanya masuk ke wilayah kami," kata dia.

Dalam sepekan terakhir, Rukun Warga 1 Kelurahan Pademangan Timur, mengaku mendapatkan bantuan puluhan peralatan kebersihan mulai pacul, sekop, cangkrang, dan karung dari pihak Dinas Pekerjaan Umum Jakarta Utara. "Biasanya kalau karungnya sudah berisi sampah, Dinas PU bantu alat pengangkutan," ujar dia.

JAYADI SUPRIADIN

Terpopuler:
Alasan Angkot Kalah Pamor dengan Motor 
Kabupaten Tangerang Bangun Terminal Utama
Seluruh Puskesmas Jakarta Akan Pakai CCTV 
Kondisi Novi Amilia Membaik Setelah Detoksifikasi
Hujan Ringan Guyur Jakarta Siang Hari


09.35 | 0 komentar | Read More

Warga Cisoka Protes Limbah Pabrik Tahu

Rabu, 31 Oktober 2012 | 08:18 WIB

TEMPO.CO, Tangerang - Warga di sembilan kampung dari sejumlah desa di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan limbah pabrik tahu yang mencemari lingkungan sekitar. Limbah pabrik tahu itu dibuang secara serampangan di saluran irigasi tanpa diproses lebih dahulu sehingga mengotori air dan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Padahal, air di saluran itu dimanfaatkan warga sekitar untuk mandi dan cuci. "Jelas kami sangat keberatan karena pabrik tahu itu telah mengotori lingkungan dan air yang kami gunakan untuk keperluan sehari-hari," ujar Ibrahim, 50 tahun, warga kampung Cigoong, Desa Bojongloa, Rabu, 31 Oktober 2012.

Karena keberatan dan merasa terganggu dengan limbah pabrik tahu itu, puluhan perwakilan warga beramai-ramai mendatangi tiga pabrik tahu di tempat itu. Mereka membawa surat pernyataan yang berisikan keberatan warga di sembilan kampung seperti Kampung Pasir Lubak, Desa Karang Harja; Kampung Cigoong, Kampung Nagrak, dan Kampung Bojongloa, Desa Bojongloa; Kampung Bojongmokol, Desa Bokongmokol; Kampung Pintu Kuncir, Desa Cibugel; Kampung Ampel, Kampung Gembong, dan Kampung Jeret, Desa Gembong. "Intinya isi surat ini kami keberatan dengan cara pabrik tahu ini mengolah limbahnya," kata Ibrohim.

Ustad Memed, warga lainnya, mengatakan sejak dulu warga setempat menggunakan saluran irigasi yang melintas di kampung mereka itu untuk keperluan sarana mandi, cuci pakaian, dan peralatan rumah tangga. "Meski salurannya tidak sebesar sungai, tapi sangat berarti bagi kami," katanya.

Kondisi kali itu, kata dia, kini seperti merana, dipenuhi kotoran tahu yang berbusa dan berbau. "Ini sudah jelas kotoran dari pabrik tahu itu," katanya.

Warga hanya menuntut agar pemilik pabrik tahu tidak membuang limbahnya ke kali. "Carilah cara yang baik, jangan merugikan orang banyak," kata Ibrahim.

Namun keinginan dan tuntutan warga setempat itu ditanggapi dingin oleh salah satu pemilik pabrik tahu itu. "Kenapa? Sayakan punya izin. Warga keberatan? Silakan. Saya tidak keberatan jika usaha saya ini ditutup," kata Sapari, pemilik pabrik tahu terbesar di kampung itu.

Tapi Sapari mengajukan syarat jika usahanya ditutup. "Asalkan semua aset dan utang-utang saya dibayar pemerintah," katanya dengan nada geram. Pabrik tahu milik Sapari ini tergolong besar. Dalam satu minggu, dia bisa menghasilkan 10 ton tahu. Sehingga limbah yang dibuang pun cukup banyak setiap harinya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada solusi antara pemilik pabrik tahu dan warga setempat tersebut. Masyarakat juga mengambil sampel limbah pabrik tahu untuk diperiksa ke laboratorium Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang.

JONIANSYAH

Berita lain:
Tiga Jurus Jokowi Atasi Banjir Kampung Pulo
Janda Cantik Pemilik Toko Emas Diduga Dibunuh
Jokowi Bagikan Beras di Kampung Pulo 
Ada Jokowi, Ada Pendukung Berbaju Kotak-kotak
Pengamat Nilai Pelayanan Publik DKI Jakarta Buruk


09.35 | 0 komentar | Read More

Arus Balik Idul Adha, Tol Cipularang Tersendat

Written By prayudi syamsa on Selasa, 30 Oktober 2012 | 09.35

Jalur tengkorak di Km 97 ruas Tol Cipularang, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (15/9). Perbaikan dan perawatan jalan dilakukan di jalur tengkorak antara Km 90 sampai 100. TEMPO/Prima Mulia

Senin, 29 Oktober 2012 | 20:31 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Arus balik menyebabkan ruas tol Cipularang arah ke Jakarta tersendat total pagi ini, Senin, 29 Oktober 2012. Menurut Kepala Pusat Komunikasi Pusat PT Jasa Marga, Wasta Gunadi, kemacetan telah terjadi sejak pukul 21.00 WIB kemarin malam dan baru terurai memasuki pukul 10.00 WIB pagi ini.

"Pusat kemacetan berada di daerah Dauan, karena daerah tersebut merupakan titik pertemuan kendaraan dari arah Bandung dan Cikampek menuju Jakarta," kata Wasta saat dihubungi Senin, 29 Oktober 2012. Ia menjelaskan karena padatnya volume kendaraan yang melewati Tol Cipularang, petugas tol Jasa Marga samapi kewalahan dan penumpukan pun tidak dapat dihindari.

Pihak Jasa Merga menduga, libur Idul Adha di hari Jumat dan libur kerja pada Sabtu dan Ahad menyebabkan penduduk Jakarta yang merupakan pepnduduk pendatang dari luar Jakarta, pergi mudik dan baru kembali ke Jakarta mulai Minggu malam hingga Senin pagi hari. Tol tersebut, kata Wasta, memang menjadi tol penghubung Jakarta dengan ruas jalan menuju menuju luar Jakarta. Sehingga sering kali terjadi padat saat arus mudik dan arus balik.

Sayangnya, ia masih belum dapat memberikan data volume kendaraan yang melewati Tol Cipularang mulai malam tadi hingga hari ini. "Baru besok kami bisa memaparkan data volume kendaraannya," kata Wasta. Ia memperkirakan terjadi lonjakan volume kendaraan berkali-kali lipat.

Wasta mengatakan, pada kondisi normal, rual tol tersebut biasa dilalui oleh 13 ribu kendaraan per hari. Sedangkan ruas tol Cikampek biasa dilalui oleh 300 ribu kendaraan per hari.

RAFIKA AULIA
 


09.35 | 0 komentar | Read More

Kabupaten Tangerang Bangun Terminal Utama

Selasa, 30 Oktober 2012 | 03:51 WIB

TEMPO.CO , Tangerang: Pemerintah Kabupaten Tangerang akan membangun terminal tipe A, antar kota antar provinsi yang pertama di wilayah itu. Pembangunan terminal yang dibangun di atas lahan seluas 5 hektar di Desa Kadu, Kelurahan Bitung, Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang ini dimulai pada 2013.

"Ini akan menjadi terminal tipe A, pertama di Kabupaten Tangerang," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Syafrudin, kepada Tempo, Senin, 29 Oktober 2012.

Menurut Syafrudin, terminal tipe ini akan menjadi terminal terbesar di wilayah itu yang akan melayani pemberangkatan dan pemberhentian bus antar kota antar provinsi dengan kapasitas hingga ratusan bus berbadan besar, sedang, dan minibus.

Pemerintah Kabupaten Tangerang, menurut dia, telah melakukan studi kelayakan untuk pembangunan terminal tersebut. "Dari sisi lokasi, kelayakan tempat, anggaran hingga persoalan teknis sudah memenuhi syarat," katanya.

Hanya saja, Syafrudin belum mengetahui berapa besar anggaran pembangunan terminal tersebut. "Untuk anggaran sepenuhnya akan ditanggung pemerintah pusat (Kementrian Perhubungan), pemda hanya menyediakan lahannya saja, untuk lahan memang sudah dibebaskan," katanya.

Dia menambahkan, pembangunan terminal tipe A ini akan menjawab kebutuhan infrastruktur transportasi di Kabupaten Tangerang. Sebab, sejak tujuh kecamatan potensial yang meliputi, Serpong, Serpong Utara, Ciputat, Ciputat Timur, Pondok Aren, Pamulang, dan Setu yang kini memisahkan diri menjadi Kota Tangerang Selatan sebagai pemerintahan induk, Kabupaten Tangerang harus rela melepaskan sejumlah asetnya, seperti Terminal Pondok Cabe dan Terminal Ciputat yang saat ini menjadi satu-satunya terminal di Kabupaten Tangerang.

"Dengan terbentuknya Tangerang Selatan, praktis Kabupaten Tangerang tidak ada terminal," katanya.

Kabupaten Tangerang pernah membangun terminal tipe B di Sentiong, Balaraja. Namun, saat ini terminal tersebut seperti mati suri karena tidak digunakan dengan efektif. Bahkan fungsinya diubah menjadi Kantor Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Tangerang.

Untuk mengganti terminal tipe B antar kota/kabupaten tersebut, Kabupaten Tangerang berencana membangun kembali di lokasi yang berbeda. Lokasi yang dipilih adalah Desa Kawidaran, Kecamatan Cikupa. "Untuk terminal tipe B ini sudah disiapkan lahan seluas 3 hektar," kata Syafrudin.

Dia mengakui, pembangunan terminal tipe A dan B tersebut belum menjawab seluruhnya kebutuhan infrastruktur transportasi di 29 kecamatan di wilayah itu. Untuk itu, kata dia, dibutuhkan pembangunan terminal tipe C di setiap kecamatan.

JONIANSYAH

Terpopuler:
Jokowi Didesak Buat Standar Layanan Transjakarta
Polisi Geladah Warnet Terduga Teroris di Bogor 
Terduga Teroris Palmerah Diincar Selama Sepekan 
Jakarta Diancam Kelompok Hasmi, Polisi Biasa Saja 
Transjakarta Siapkan 66 Bus Baru untuk 2013


09.35 | 0 komentar | Read More

Hujan Ringan Guyur Jakarta Siang Hari

Selasa, 30 Oktober 2012 | 07:15 WIB

TEMPO.CO, Jakarta-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan skala ringan akan turun pada siang hari di beberapa wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Selasa, 30 Oktober 2012. Beberapa wilayah yang akan diguyur hujan ringan pada siang hari adalah Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan.

Untuk wilayah Jakarta Selatan diprediksi hujan ringan akan turun dari siang hingga malam hari. Sedangkan untuk wilayah Jakarta Utara hujann baru turun pada malam harinya.

Kepulauan Seribu dan Bogor diprediksi turun hujan ringan pada pagi dan malam hari. Sedangkan wilayah Bogor pada siang harinya curah hujan akan berubah menjadi sedang.

Untuk wilayah Tangerang diprediksi hujan ringan akan turun pada siang hari dan Bekasi hujan hanya turun pada malam hari. Sedangkan untuk wilayah Depok hujan ringan akan turun dari siang hingga malam hari.

Selain itu BMKG mencatat kelembaban udara pada awal pekan ini ada pada kisaran 64-94 persen dengan suhu 24-33 derajat celsius.

SYAILENDRA


09.35 | 0 komentar | Read More

Malam Nanti Hujan Ringan di Jakarta

Written By prayudi syamsa on Senin, 29 Oktober 2012 | 09.35

Senin, 29 Oktober 2012 | 03:46 WIB

TEMPO.CO , Jakarta:Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca DKI Jakarta dan sekitarnya pada Senin, 29 Oktober 2012 berawan. Awan tebal menyelimuti Jakarta Utara dan Pusat sejak pagi hingga malam nanti.

Jakarta Selatan diprediksi berawan pagi hari. Hujan turun dalam skala ringan pada siang hingga malam hari. Hujan ringan juga mengguyur Jakarta Timur dan Barat yang akan berawan sejak pagi.

Kepulauan Seribu dan Bekasi berawan dari pagi hingga malam hari. Kondisi berbeda dengan Bogor yang akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang seharian.  Awan tebal juga akan menggelayuti Tangerang sejak pagi hingga malam. Pada malam hari Depok hujan ringan, setelah seharian berawan.

Kelembaban udara pada awal pekan ini adalah 64-95 persen dengan suhu 23-32 derajat celsius.

SYAILENDRA

Berita Terpopuler
Jokowi Jajaki Rencana MRT di Lebak Bulus 
Dua ''Teroris'' Ini Ditangkap di Depan Warnet Bogor 
ICW Minta Jokowi-Ahok Efisienkan Anggaran 
Kebakaran Landa Kebun Melati 
Tiang Listrik Jatuh, Jalan di Depok Lumpuh  


09.35 | 0 komentar | Read More

Jokowi Didesak Buat Standar Layanan Transjakarta

Seorang mekanik dari Korea memeriksa tabung gas pada bus Transjakarta di Pool Kramatjati, Jakarta, Kamis (18/10). TEMPO/Toni Hartawan

Senin, 29 Oktober 2012 | 03:53 WIB

TEMPO.CO , Jakarta:Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo didesak segera menerbitkan standar pelayanan minimum (SPM) bagi pengelolaan Transjakarta. Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sudaryatmo mengatakan tidak adanya SPM ini sering membuat konsumen mengeluh.

"Di dalam SPM ini akan mengatur bagaimana teknis pelayanan termasuk hal seperti perawatan dari armada," kata Sudarytamo ketika dihubungi Tempo, Ahad, 28 Oktober 2012.

Menurut dia, YLKI sudah pernah mendorong mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo untuk segera menerbitkan SPM tetapi hingga sekarang belum terealisasi.Padahal masyarakat Jakarta sangat sensitif dengan pelayanan, misalnya lamanya waktu tunggu bus.

Sudaryatmo memberi contoh SPM ini membuat masyarakat bisa mendapatkan hak minimal untuk tahu berapa lama lagi bus akan datang. Meskipun telat tetapi ada kepastian. Adanya SPM ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik sehingga wajib diadakan. "Kosekuensi dari tidak adanya SPM ya seperti saat ini banyak keluhan dan Transjakarta tidak berkembang," katanya.

Direktur Eksekutif Masyarakat Transportasi Indonesia ( MTI ) Pandit Pranggana memperkirakan begitu SPM ini diterbitkan akan banyak pihak yang kaget. "Mulai dari operator hingga penyedia bus," katanya. "Padahal dengan adanya SPM maka masyarakat bisa ikut mengevaluasi kinerja Transjakarta untuk kebaikan bersama."

SYAILENDRA

Berita Terpopuler
Jokowi: Sekarang Saya Jadi Orang Betawi 
Tokoh Nasionalis ini, Kakek dari Dian Sastro 
Densus 88 Juga Sita Sekantong Daging Kurban
Gugatan Polri ke KPK Dinilai Aneh 
Acer Siap Sambut Windows 8


09.35 | 0 komentar | Read More

Kanal Banjir Timur Bakal Dijadikan Ikon Jakarta

Senin, 29 Oktober 2012 | 06:04 WIB

TEMPO.CO , Jakarta:Pemerintah Kota Jakarta Timur menargetkan Kanal Banjir Timur menjadi salah satu ikon ibukota di masa mendatang. Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur, Andriyansyah, menyatakan BKT diproyeksikan menjadi ruang interaksi publik. "Ada jalur sepeda, tempat jalan-jalan, jalur transportasi air, dan area pembelajaran," kata dia, Ahad, 28 Oktober 2012 malam.

Dia menyebut, pemerintah kota sudah mencicil langkah mewujudkan cita-cita itu. Salah satunya, dengan mulai menggelar Festival BKT sejak tahun ini. Festival yang berlangsung 25 hingga 28 Oktober tersebut menampilkan beragam pertunjukan seni, kuliner, dan usaha kecil menengah. "Festival BKT diadakan untuk mempromosikan BKT sekaligus memperingati Sumpah Pemuda," ucap dia.

Rencana pemkot, festival ini akan digelar setiap tahun. Mereka juga berambisi menjadikannya festival kelas dunia. "Kami harapkan seperti itu," Andriyansyah berujar.

Apalagi, BKT direncanakan bakal memiliki 8 rest area besar dan 28 rest area kecil. "Yang besar baru terbangun 3 oleh Dinas Pertamanan."

Dia menjelaskan, nantinya pemkot akan mendorong kegiatan ekonomi di sana. "Tapi sekarang kami belum berani," kata dia. Sebab, respon warga terhadap area berjualan biasanya berlebihan. "Dikasih sedikit, banyak yang ikut."

Selain menggelar festival, pemkot bekerjasana dengan berbagai pihak dalam mengembangkan BKT. "Ditata lewat kemitraan." Misalnya, menambah jumlah pohon bersama sponsor macam United Tractor.

Desember nanti, menggandeng Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu, pohon baru juga bakal ditanam sepanjang 1,3 kilometer jalur BKT.

Agar pengawasan BKT lebih intensif, Andriyansyah berjanji mendorong agar kantor Unit Pengelola BKT dipindahkan ke kanal tersebut. Sekarang, kantornya masih bersama Dinas PU di Jatibaru, Jakarta Pusat. "Kami harap (Dinas) PU tidak hanya membentuk UP, tapi dibuat berkantor di sini agar BKT terpantau. Kami akan desak itu."

Banjir Kanal Timur dibangun untuk mengatasi banjir kiriman dari kawasan penyangga yang biasa menggenangi ibukota. Kanal sepanjang 23,5. Kilometer ini melewati 11 kelurahan di Jaktim, dan dua kelurahan di Jakarta Utara.

Andriyansyah mengklaim, kanal ini berhasil mengatasi banjir secara signifikan. "Dari 37 kelurahan yang biasa terendam banjir, sekarang tinggal 4."

ATMI PERTIWI

Berita Terpopuler
Kebakaran Landa Kebun Melati 
Pemuda Bersihkan Sampah di Kanal Banjir Timur 
Hasil Psikotes, Ternyata Sudirman Hanya Stres
Terduga Teroris Palmerah Diincar Selama Sepekan 
Polisi Geladah Warnet Terduga Teroris di Bogor
Ibu Kandung Terduga Teroris Palmerah Misterius  
EDISI KHUSUS SUMPAH PEMUDA


09.35 | 0 komentar | Read More

Dua 'Teroris' Ini Ditangkap di Depan Warnet Bogor  

Written By prayudi syamsa on Minggu, 28 Oktober 2012 | 09.35

Sebuah Warung Internet setelah digrebek oleh tim Densus 88 di kampung Neglasari, Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, Bogor, (27-10). Dua tersangka teroris dapat di tangkap oleh tim Densus 88. Tempo/Arihta U Surbakti

Sabtu, 27 Oktober 2012 | 18:31 WIB

TEMPO.CO, Jakarta -Dua terduga ''teroris'' diringkus personel Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Polri di Jalan Raya Barengkok,  Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu 27 Oktober 2012. Kedua tersangka dicokok petugas ketika sedang asyik ngobrol di bangku kayu depan warnet Afdhal, milik salah satu ''teroris'' tersebut.

Kepala Kepolisian Sektor Leuwiliang Komisaris Djoem Gumangin membenarkan penangkapan dua pria tadi di wilayahnya. "Kedua tersangka teroris ini warga lokal. Mereka ditangkap Densus 88 Mabes Polri sekitar jam 11.00. Saat itu (ditangkap) kedua tersangka sedang mengobrol di kursi depan warnet," ujar dia ditemui Tempo di lokasi penangkapan.

Dari lokasi penangkapan, kata Gumangin, Densus 88 menahan pria bernama Emirat Berlian Nusantara Al Bebery bin Bordon dan Zainudin bin Ade Darma. Selain itu, polisi membawa sejumlah barang bukti dari dalam warnet, berupa dokumen penting, dua CPU, hard disc komputer, serbuk kimia, dan magazin peluru kaliber 55.

"Ada sekitar 20 personil Densus 88 yang terlibat dalam penangkapan. Enam personil berseragam lengkap anti teror dan lainnya berseragam preman," kata Kapolsek Leuwiliang.

ARIHTA U SURBAKTI

Berita Terpopuler
Militer Bantu Penggrebekan Rumah ''Teroris'' Madiun 
Siapa Pemilik Bengkel yang Digrebek Densus 88?
Densus 88 Juga Grebek Bengkel Kompor Gas di Solo 
Empat Terduga Teroris Dibawa ke Mabes Polri
Empat Terduga Teroris Tidak Terkait Sudirman  


09.35 | 0 komentar | Read More

Jokowi Jajaki Rencana MRT di Lebak Bulus  

Sabtu, 27 Oktober 2012 | 20:13 WIB

TEMPO.CO, Jakarta-Kegiatan berkeliling Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sepanjang hari ini, Sabtu 27 Oktober 2012, berujung di Terminal dan Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Di sini dia mencoba menjajaki rencana proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT).

"Saya harus menguasai lapangan," kata Jokowi. "Untuk MRT mulai dari sini, yang kena nanti stadion, kolam renang, dan terminal."

Gubernur baru yang memutuskan untuk membekukan rencana proyek triliunan rupiah untuk satu koridornya itu tidak banyak bicara selama berkeliling. Masalah teknis, menurutnya, akan dibahas lebih detil di balik meja bersama pihak-pihak terkait. "Ini baru melihat, pemetaan lapangan," kata dia.

Sebelumnya, Jokowi singgah di kantor Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana yang terletak di seberang terminal dan stadion itu. Dia memimpin apel sore yang dihadiri 40 personil pemadam kebakaran di sana.

Lepas apel, dia mengecek kesiapan unit-unit mobil pemadam yang ada. Jokowi bahkan mencoba naik ke atas unit Bronto Skylift, sebuah truk pemadam yang memanggul tangga hidrolik.

Sepanjang hari ini Jokowi yang mengenakan kemeja putih dipadu celana bahan hitam berkeliling di kawasan Jakarta Selatan. Dia berkunjung ke Jalan Prapanca, Kemang, dan Buncit. Dia juga meninjau kawasan banjir di Kuningan Barat, sebelum rehat makan siang di Pondok Indah.

Sepanjang perjalanan itu Jokowi ditemani istrinya, Iriana, mengendarai Kijang Innova. Sebuah motor patroli milik Dinas Perhubungan setia mengawalnya dari belakang.

M. ANDI PERDANA


09.35 | 0 komentar | Read More

Kebakaran Landa Kebun Melati  

Minggu, 28 Oktober 2012 | 00:15 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Lebih dari 20 rumah di Jalan Dukuh Pinggir I RT 05/05, Kelurahan Kebun Melati, habis dilalap api. Kebakaran diperkirakan terjadi pada pukul 22.30 WIB.

"Sudah terlalu besar apinya. Sekarang lebih dari 20 rumah sepertinya yang terbakar," kata Agung Mardika, warga Kebun Melati, kepada Tempo, Sabtu 27 Oktober 2012.

Dia mengatakan, rumah yang terbakar kebanyakan berbahan dasar kayu. Dia menduga, kebakaran disebabkan arus pendek yang akhirnya merembet ke warung yang berada di Jalan Dukuh Pinggir. Untungnya, kata Agung, tidak ada korban dalam kebakaran tersebut. "Warung-warung kan kosong," katanya.

Menurutnya, pemadam kebakaran sudah mendatangi lokasi kebakaran. Namun karena kondisi jalan yang sempit, pemadam pun tidak bisa memadamkan api dengan segera. Agung memperkirakan jarak antara pemadam kebakaran hingga ke lokasi kejadian sekitar 100 meter.

Kejadian itu, katanya, tepat di belakang Stasiun Karet. Jika tidak segera dipadamkan, kata dia, "Bisa-bisa stasiunnya ikut terbakar."

TMC Polda Metro Jaya melalui jejaring sosial twitter terus mengikuti kabar mengenai kebakaran di dekat jalan layang Karet. TMC melalui akunnya @tmc poldametro meneruskan pesan dari akun @dickysakre yang mengatakan, penanganan sedang berlangsung di lokasi kejadian.

SUTJI DECILYA


09.35 | 0 komentar | Read More

30 Taman Dibangun di Jakarta pada 2013

Written By prayudi syamsa on Sabtu, 27 Oktober 2012 | 09.35

Seorang pekerja melakukan pengecatan di taman Kristina Martatiahahu, di kawasan Blok M,(24/3). Hingga saat ini DKI Jakarta baru memiliki sekitar 10 persen dari total luas wilayahnya untuk RTH. ANTARA/Paramayuda

Sabtu, 27 Oktober 2012 | 05:51 WIB

TEMPO.CO , Jakarta: Dinas Pertamanan dan Pemakaman akan membangun 30 taman di Jakarta pada 2013. "Ada lebih dari 30 taman baru yang akan dibangun," ujar Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Chaterina Suryowati kepada Tempo, Jumat, 26 Agustus 2012.

Beberapa konsentrasi daerah yang jadi lokasi pembangunan taman antara lain terletak Pulo Gebang, Jati Padang, Kebagusan, dan Jalan Benda. Nantinya taman akan ditanami pohon dan dilengkapi kehidupan unggas.

Catherina menyatakan pembangunan taman untuk memenuhi kuota Ruang Terbuka Hijau sebagai salah satu program unggulan Dinasnya tahun ini. "Kami juga akan fokus ke pembebasan lahan, kami sedang mencari lahan yang clean and clear, tak ada sengketa," ujarnya.

Catherina enggan menjelaskan anggaran untuk program ini. "Tanya saja Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah," ujarnya.

Meski tak menyebut anggaran, Catherina menyajikan data pembanding. "Tahun ini kami bangun 25 taman, jalur pedestrian, penanaman pohon, perawatan dan lain-lain, di luar pembebasan lahan, biayanya Rp 250 miliar," ujarnya.

Atas instruksi kepala daerah ia menyatakan siap merealisasikan program untuk meneduhkan Jakarta. Minggu lalu sudah dua kali ia bolak-balik Balai Kota untuk bertemu Joko Widodo dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama.

M. ANDI PERDANA

Berita lain:
Tiga Jurus Jokowi Atasi Banjir Kampung Pulo
Janda Cantik Pemilik Toko Emas Diduga Dibunuh
Jokowi Bagikan Beras di Kampung Pulo 
Ada Jokowi, Ada Pendukung Berbaju Kotak-kotak
Pengamat Nilai Pelayanan Publik DKI Jakarta Buruk


09.35 | 0 komentar | Read More

Pembeli Daging Kurban Dadakan Serbu Istiqlal

Sabtu, 27 Oktober 2012 | 07:18 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Belasan pembeli daging kurban dadakan menyerbu pelataran mesjid Istiqlal, Jakarta pagi ini. Mereka menjadi penadah dari warga penerima daging kurban (mustahik) yang akan menjualnya dengan harga miring. Para penadah ini berdalih untuk membantu para mustahik yang tidak mengolahnya di rumah.

"Saya hanya bantu warga, terutama mereka yang tidak membawanya ke rumah," ujar Jafarin, pembeli asal Semarang, Sabtu pagi, 27 Oktober 2012. Daging yang dibeli merupakan hasil pembagian hewan idul kurban bagi warga kurang mampu di Jakarta dan pinggiran Ibu Kota.

Saat pembagian pertama dibuka pukul 05.00 pagi tadi, para pembeli inisudah datang sejak dini hari. "Bahkan ada yang menginap di pelataran mesjid," ujar Sumardi, 51 tahun, warga penerima kurban dari Roxy, Jakarta Pusat.

Harga yang ditawarkan pembeli bervariasi mulai Rp 15 hingga Rp 30 ribu per plastik ukuran 1 kilogram tergantung kualitas. Daging dengan kualitas bagus, seperti tidak berbau dan minim tulang, dihargai Rp 30 ribu per satu plastik. Sedangkan daging yang memiliki banyak tulang dan beraroma kurang sedap dihargai Rp 25 ribu. "Kalau yang sudah bau semuanya, saya hanya membeli Rp 15 ribu," ujar Jafarin.

Untuk mengilangkan aroma tak sedap, daging yang sudah dibeli langsung diberi es untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam freezer. "Saya tidak menjualnya lagi, namun diolah," kata dia. Sumardi menambahkan, rata-rata pembeli daging mengincar jatah pemberian kaum papa DKI Jakarta yang tidak memiliki tempat tinggal.

Mereka, kata dia, sebagian besar menjual kembali daging kurban tersebut akibat keterbatasan peralatan masak. "Mau masak bagaimana, peralatannya sajai tidak punya, ya akhirnya dijual," kata Sumardi.

Jafarin mengakui, agar terhindar dari rebutan sesama pembeli daging dadakan lainnya, mereka rela datang lebih pagi berbarengan dengan penerima bantuan. "Kalau terlalu siang, habis," ujarnya Jafarin menambahkan.

Saiful, 46 tahun, warga Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengakui banyak warga yang komplain akibat daging yang diberikan berkualitas buruk. "Bau busuk dan sudah tidak segar," kata dia. Menurut dia, daging yang diterima sebagian besar sudah tidak layak, sebab disamping beraroma tak sedap, daging juga sudah tidak segar. "Penyimpannya tidak baik," kata dia.

Untuk menekan tingginya kebusukan, Ia berharap pemerintah bisa mengubah jadwal pembagian agar lebih singkat, sehingga daging yang diterima dalam kualitas bagus dan layak untuk dikonsumsi. "Harusnya, kalau dipotong siang, malamnya sudah dibagi sehingga daging tidak basi," ujarnya.

JAYADI SUPRIADIN

Berita Terpopuler:
Keponakan Miranda Goeltom Gedor Penjara KPK  
Cicak vs Buaya Memanas Lagi, Kini Polri Gugat KPK 
Dirut RNI siap Ungkap Anggota DPR Peminta Upeti
Dua Hakim Agung Berseteru, Ada Pengusaha Terlibat? 
Berapa Jokowi Kurban? Riya, Tak Perlu Disebut


09.35 | 0 komentar | Read More

Sudirman Menjalani Tes Kejiwaan Hari Ini

Sabtu, 27 Oktober 2012 | 08:04 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Sudirman, pria berusia 40 tahun yang membawa benda menyerupai senjata rakitan menjelang salat Idul Adha di Mesjid Istiqlal Jakarta, Jumat, 26 Oktober 2012, pukul 04.30, hari ini akan menjalani psikotes. "Untuk memastikan kejiwaaannya," ujar rilis Divisi Humas Mabes Polri melalui situs www.tmcmetro.com, Sabtu, 27 Oktober 2012.

Polisi memastikan, warga Jalan Kemuning RT 02 RW 08, Kejambon, Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah, itu masih diperiksa secara intensif di Polda Metro Jaya. "Ibunya menyebut Sudirman memiliki gangguan jiwa. Untuk memastikan hal tersebut, Sudirman akan menjalani psikotes."

Pasukan Pengamanan Presiden menangkap Sudirman, di Mesjid Itiqlal beberapa jam sebelum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono salat Idul Adha kemarin. Sudirman kedapatan membawa benda yang menyerupai senjata api rakitan.

Peristiwa yang sempat menghebohkan itu tidak mengkhawatirkan presiden, karena belakangan diketahui benda tersebut tidak berfungsi. "Presiden telah menerima laporan dan orang yang membawa senpi tersebut telah diamankan," kata Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, kemarin.

Wakil Asisten Intelijen Paspampres, Letnan Kolonel Deny Muis, mengatakan Sudirman ditangkap saat pihaknya tengah melakukan pemeriksaan menggunakan pintu deteksi keamanan. "Lalu (dari pinggang Sudirman) ketahuan ada barang itu," kata Deny Muis.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengungkapkan, benda yang dibawa Sudirman adalah jenis rakitan, tiga benda mirip kepala anak panah, dua sekrup, dua potong batangan aluminium kecil, sebutir biji klahar, dan rompi loreng.

Namun, setelah diuji coba, "senjata" Sudirman itu tidak berfungsi, lebih mirip senjata mainan anak-anak. "Tidak bisa berfungsi seperti senjata api. Cara kerjanya pun laiknya ketapel," ujar Rikwanto. Dari spesifikasi, senjata Sudirman berbahan dasar besi dari hasil mengelas.

Pada bagian pelatuk terpasang sebuah gembok kecil yang berfungsi sebagai penarik. "Tinggal dimasukkan mur atau baut, gemboknya ditarik lalu lepas," kata Rikwanto. Namun ketika dicoba oleh penyidik ternyata tidak bekerja. Sementara pada bagian magazine tidak bisa diisi oleh peluru.

Dari pemeriksaan, Rikwanto menambahkan, rupanya dia membawa senjata rakitan hanya untuk menjaga diri. Meski begitu, penyidiki kepolisian tetap akan mendatangi kediaman Sudirman di Tegal.

Ibunda Sudirman, Juriah, 65 tahun, mengaku terkejut atas penangkapan anaknya itu. "Selama ini anak saya tidak pernah punya senjata api, termasuk pistol rakitan," ujar Juriah di rumahnya, Tegal. Juriah membenarkan, putranya itu mengalami sakit pada kejiwaannya.

ALI ANWAR


09.35 | 0 komentar | Read More

Ayah yang Menzinai Putrinya Terancam 15 Tahun Penjara

Written By prayudi syamsa on Jumat, 26 Oktober 2012 | 09.35

Kamis, 25 Oktober 2012 | 16:25 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Perlakuan biadab yang dilakukan Zaini, 43 tahun, terhadap ketiga putrinya dibuka sendiri oleh putri bungsunya, WN, 17 tahun. Korban mengaku tidak tahan dengan perlakuan ayahnya dan mengadu ke pamannya. "Sudah sejak tahun 2009 peristiwa itu terjadi," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya, Komisaris Besar Rikwanto.

Zaini sendiri bekerja sebagai pengepul limbah pabrik dan kini telah diamankan oleh polisi. "Tersangka ZN saat ini telah diamankan di Polres Jakarta Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut," katanya, di Polda Metro Jaya, Kamis, 25 Oktober 2012.

Menurut Rikwanto, WN sendiri mengaku telah lima kali disetubuhi oleh bapak kandungnya itu. Setelah dilakukan pendalaman, kata Rikwanto, dua kakak korban, yakni WN, 20 tahun, dan KR, 18 tahun, juga mengalami nasib yang sama. Bahkan, dua kakaknya itu sudah bertahun-tahun menjadi korban perbuatan bejat bapaknya.

Rikwanto mengatakan korban tidak melaporkan perbuatan ayahnya itu karena diintimidasi. Ketiga korban sendiri saat ini tengah menjalani visum untuk penyelidikan lebih lanjut. "Saat ini kasusnya sudah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jakarta Timur," ujarnya.

Akibat perbuatan tersebut, Rikwanto mengatakan tersangka akan dijerat dengan Pasal 81 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. "Pelaku terancam hukuman maksimal selama 15 tahun," ujarnya.

DIMAS SIREGAR

Berita Lain:
Perbaikan Pelayanan, Jokowi Minta Waktu Enam Bulan
Polisi Tangkap 104 Imigran Gelap di Pulau Seribu
Jokowi Ingin Pelayanan Kelurahan Seperti Bank
Ayah Tega Menzinai Tiga Putrinya Bertahun-tahun


09.35 | 0 komentar | Read More

Ini Sketsa Wajah Tersangka Penembakan Cidodol  

Kamis, 25 Oktober 2012 | 17:40 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi membuat sketsa wajah pelaku pembunuhan di Cidodol, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Menurut juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, polisi akan segera menyebarkan sketsa tersebut untuk mencari pelaku pembunuhan.

"Jika masyarakat melihat orang dengan ciri-ciri tersebut harap melaporkannya ke Kepolisian," ujar dia di kantornya, Kamis, 25 Oktober 2012.

Menurut Rikwanto, pelaku penembakan berhasil diidentifikasi memiliki rambut pendek dan tidak cepak. Orang itu juga diidentifikasi memiliki tinggi badan sekitar 170 cm. "Itu dari pemeriksaan para saksi kejadian tersebut," katanya.

Polisi juga berhasil mengidentifikasi laki-laki pembawa golok yang memecahkan kaca mobil. Keduanya berhasil diidentifikasi lantaran tidak mengendarai sepeda motor. "Untuk pengendara sepeda motor agak sulit karena para saksi hanya melihat dari satu sisi saja, meski tanpa helm," katanya.

Hasil identifikasi itu, kata Rikwanto, akan dicocokkan dengan pusat data yang dimiliki oleh kepolisian. "Akan kami periksa apakah memang pelaku sudah masuk ke dalam DPO (daftar pencarian orang) polisi," katanya.

Polisi hingga kini masih terus mencari tahu motif peristiwa tersebut. Rikwanto mengatakan, bisa saja peristiwa itu terjadi bukan karena perampokan. "Karena tidak ada barang korban yang hilang," ujarnya.

Karena itu, Rikwanto mengatakan pihaknya akan memeriksa orang-orang terdekat korban, termasuk suami korban. "Mungkin saja peristiwa itu terjadi karena memang ada persoalan tertentu," katanya.

Namun, dugaan perampokan juga masih mungkin, meski tidak ada barang-barang korban yang hilang. "Mungkin juga karena korban melawan sehingga rencana perampokan itu batal," kata Rikwanto. Karena itu, polisi akan terus mengembangkan kasus tersebut.

Sebelumnya, Liong Lenny tewas tertembak di Jalan Cidodol Raya, Kebayoran Lama. Dia tewas setelah peluru yang ditembakkan pelaku mengenai punggung dan menembus hingga lehernya. Dari tempat kejadian perkara, polisi berhasil menemukan selongsong peluru yang biasa digunakan dalam pistol berjenis FN.

DIMAS SIREGAR

Baca juga:
Polisi Bikin Sketsa Pelaku Penembakan di Cidodol
Kalimat Terakhir Liong Lenny
Penembakan di Cidodol, Ditemukan 2 Proyektil
Oknum TNI Diduga Tembak Warga Aceh
Penembakan di Aceh Tidak Bermotif Politik


09.35 | 0 komentar | Read More

Nunggak Pajak, Hotel Sheraton Bandara Disegel

Stiker segel dipasang di pintu Hotel Sheraton di Kawasan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (25/10). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

Kamis, 25 Oktober 2012 | 20:05 WIB

TEMPO.CO, Tangerang-Pemerintah Kota Tangerang mengerahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menyegel Hotel Sheraton Bandara yang berlokasi di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Penyegelan itu berlangsung Kamis sore, 25 Oktober 2012. Petugas menempelkan stiker di kaca pintu utama Hotel Sheraton. Stiker itu bertuliskan "Pengelola Usaha ini Belum Membayar Pajak Daerah."

Juru bicara Pemkot Tangerang, Amal Herawan Budi kepada Tempo mengatakan
penyegelan merupakan langkah Pemkot menindak manajemen Sheraton Bandara karena membandel tidak membayar pajak. "Total yang belum dibayarkan pihak Hotel Sheraton sebesar Rp 1,3 miliar," kata Amal.

Adapun Kepala bidang Pengawasan dan Penertiban Satpol PP Kota Tangerang, Afdiwan mengatakan pihaknya sebelum menyegel sudah memberikan surat teguran kepada pihak hotel. "Mereka mengabaikan surat teguran kami,"kata Afdiwan.

Bahkan saat penyegelan berlangsung, pengelola hotel tidak menampakan batang hidungnya. Penyegelan ini dilakukan berdasar Peraturan daerah nomor 7 tahun 2010 mengenai pajak daerah.

Dasar lain adalah Perda nomor 5 tahun 2009 mengenai penyidik pegawai negeri sipil, Peraturan Walikota no 25 tahun 2011 tentang perubahan atas peraturan Walikota no 28 tahun 2010 tentang pengelola pembayaran pajak.

Satpol PP mengancam jika jeda waktu tujuh hari Hotel Sheraton tidak membayarkan pajaknya, maka akan dilakukan penggembokan. "Kami juga akan menghentikan seluruh aktivitas hotel jika pajak tidak dilunasi sampai batas waktu yang kami tentukan,"kata Afdiwan.

AYU CIPTA

Baca juga:
Jokowi Ingin Pelayanan Kelurahan Seperti Bank
Foto Vulgar Novi Beredar, Empat Polisi Diancam Sanksi
Ini Sketsa Wajah Tersangka Penembakan Cidodol 
Polisi Bikin Sketsa Pelaku Penembakan di Cidodol
Polisi Tangkap 104 Imigran Gelap di Pulau Seribu


09.35 | 0 komentar | Read More

Kalimat Terakhir Liong Lenny,

Written By prayudi syamsa on Kamis, 25 Oktober 2012 | 09.35

Rabu, 24 Oktober 2012 | 20:38 WIB

TEMPO.CO, Jakarta- "Aduh saya kena!" Kalimat singkat tersebut adalah kata-kata terakhir yang sempat diucapkan Liong Lenny Erwati, 46 tahun, sebelum mengembuskan napas terakhirnya dalam keadaan bersimbah darah, Selasa, 23 Oktober 2012. Harjo Budiarta, 46 tahun, sang suami, sempat mendengar kata-kata terakhir itu. 

Liong menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal. Ia ditembak pada Selasa malam lalu di wilayah Cidodol Raya, Kebayoran Lama, saat tengah dalam perjalanan pulang bersama sang suami ke kawasan Permata Hijau. Timah panas menembus punggung hingga lehernya.

 Berdasarkan keterangan Harjo, Liong tak meninggal seketika ketika peluru menembus badannya. Ia masih sempat bernapas dan mengaduh kesakitan. Namun, tak lama berselang, ia meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit Medika di Permata Hijau.

 "Ia berteriak 'aduh kena'. Saya tak berpikir panjang, mobil langsung saya gas ke rumah sakit. Saya sempat menengok ke arah istri saya dalam perjalanan. Ia sudah berdarah banyak. Saya tak bisa lihat di mana peluru menembus badannya. Gelap, saya baru tahu setibanya di rumah sakit," ucap Harjo, setengah terisak.

 Pria yang sudah hidup bersama Liong selama 20 tahun itu mengaku tak punya firasat apa pun terkait dengan kematian istrinya. "Tak ada pertanda," kata Harjo. Pesan-pesan terakhir pun tak ada. Sebelum ajal menjemput istrinya, kehidupan berjalan normal.

 "Semuanya normal. Kami berdagang seperti biasa, berdua di Kebayoran Lama. Tak ada pesan-pesan terakhir dari dia, baik untuk saya maupun anak-anak. Semua berlalu begitu cepat," ujar Harjo, dengan mata berkaca-kaca.

 Berdasarkan keterangan terakhir dari kepolisian, kasus ini masih diselidiki. Mereka belum menemukan motif penembakan Liong di Cidodol, yang malam itu mengendarai mobil boks Mitsubishi hitam bernomor B-90901-VJ bersama Harjo. Adapun penembakan dilakukan oleh empat orang yang memepet Harjo dan Liong dengan dua sepeda motor.

ISTMAN MP

Berita lain:
Penembakan di Cidodol, Ditemukan 2 Proyektil
Tiga Jurus Jokowi Atasi Banjir Kampung Pulo
Janda Cantik Pemilik Toko Emas Diduga Dibunuh
Jokowi Bagikan Beras di Kampung Pulo
Ada Jokowi, Ada Pendukung Berbaju Kotak-kotak


09.35 | 0 komentar | Read More

Kartu Pintar Jokowi Makan Anggaran Rp 7 Miliar

Rabu, 24 Oktober 2012 | 23:08 WIB

TEMPO.CO, Jakarta-Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyiapkan anggaran pada tahun ini sebesar Rp 7,2 miliar untuk programnya membebaskan biaya sekolah. Program sementara ini mencakup 10 ribu siswa menengah tingkat atas.

Kepala Dinas Pendidikan Taufik Yudi Mulyanto mengatakan bahwa pada peluncuran 10 November nanti, kartu akan dibagikan kepada 3000 siswa pertama. Mereka dipastikan berasal dari keluarga kurang mampu.

"Penerima kartu pintar diperoleh dari setiap sekolah yang mengetahui secara detail kondisi para siswa," ujar Taufik, Rabu 24 Oktober 2012.

Taufik menjelaskan, siswa tingkat SD/SMP tidak diikutsertakan pada tahun anggaran ini karena sudah tercakup di program wajib belajar sembilan tahun. "Tapi nanti semuanya pegang," ujarnya.

Program Kartu Pintar ini tak jauh beda dari Program Pendidikan Gratis 12 tahun Fauzi Bowo. Di tingkat SMA, di ujung masa pemerintahannya, Fauzi sesumbar akan meningkatkan unit cost Bantuan Operasional Pendidikan di tingkat menengah atas menjadi Rp 400 ribu per siswa per bulan.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana memperkirakan, anggaran tersebut bisa dipenuhi. Menurutnya Kartu Pintar mirip dengan program yang telah dijalankan gubernur sebelumnya, Fauzi Bowo. "Produknya sama, beda merek," ujarnya.

Triwisaksana mengatakan, jika tak ada pembengkakan anggaran, pihak eksekutif diperkenankan untuk mengutak-atik pos anggarannya. "Baru kalau mau minta lebih, harus ada persetujuan dewan," ujarnya.

M. ANDI PERDANA


09.35 | 0 komentar | Read More

Motif Penembakan Brutal Liong Lenny Bisnis?

Kamis, 25 Oktober 2012 | 05:28 WIB

TEMPO.CO , Jakarta:Harjo Budiarta (44), suami dari korban penembakan di Cidodol, Liong Lenny Erwati (46), menduga pembunuhan istrinya tidak bermotif bisnis. Pasalnya, ia mengaku tidak punya masalah dengan kompetitor dalam usaha barang pecah belah.

"Saya rasa ini bukan motif persaingan. Kami tak pernah mencari musuh, tak pernah ribut. Pesaing ada, tapi kami tak pernah mencari ribut," ujar Harjo di rumah duka Atmajaya, Pluit, Jakarta Utara, Rabu, 24 Oktober 2012.

Harjo mengatakan, di kebayoran lama, pedagang sejenis memang banyak. Rata-rata pedagang atau toko tua yang sudah lama berjualan di sana. Selama ini, persaingan antar pedagang dilakukan secara bersih, damai tanpa keributan. Oleh karenanya, ia tak berpikiran pembunuhan istrinya atas motif persaingan bisnis.

Liong Lenny Erwati menjadi korban penembakan brutal di Cidodol. Kepolisian masih menyelidiki kasus ini. Mereka belum menemukan motif penembakan Liong yang kala itu tengah mengendari mobil box Mitsubishi hitam bersama Harjo. Penembakan dilakukan saat empat orang dengan dua motor memepet mobil Harjo dan Liong.

Harjo tidak berpikiran pembunuhan istrinya atas motif dendam. Istrinya orang baik-baik yang suka menolong orang lain. "Ia bukan orang yang suka mencari keributan. Istri saya baik," Harjo terisak.

Hal senada diungkapkan oleh Slamet Widodo (35), supir sekaligus karyawan korban.. Ia mengatakan, majikannya memiliki kepribadian baik. Majikannya perhatian kepada orang-orang di sekitarnya, bahkan tak segan membantu karyawannya yang kesulitan keuangan.

"Ibu tidak suka mencari konflik. Saat mobil ditabrak taksi saja, ia meminta Saya untuk tetap diam di mobil agar dia yang menemui supir taksinya," ujar Slamet yang bekerja untuk Liong sejak tahun 2005.

Korban rencananya akan disemayamkan di San Diego Hill hari Minggu esok. Adapun pemakaman dilakukan hari minggu karena Harjo ingin anak tertua Liong, Andrew Budiarta (18), yang tengah bersekolah di San Fransisco, untuk kembali ke Indonesia dulu.

"Anak saya Jumat esok tiba di Indonesia. Dia baru dua bulan belajar di San Fransisco," ujar Harjo. Suami yang telah menikah bersama Liong selama 20 tahun itu dikaruniai tiga anak, Andrew Budiarta, Willy Budiarta (17), dan Edward Budiarta (12). Anak kedua dan ketiga studi di Sekolah Bina Nusantara.

ISTMAN MP

Berita Terpopuler
Menyusul Jokowi, Pak Camat Buru-buru Naik Ojek 
Pengamat Nilai Pelayanan Publik DKI Jakarta Buruk
Warga Kampung Pulo Enggan Direlokasi
Ratusan PKL Digusur dari Stasiun Duri 
Novi Amilia Masih Sering Alami Halusinasi
Penembakan di Cidodol, Ditemukan 2 Proyektil


09.35 | 0 komentar | Read More

Edarkan Ganja, Empat Pemuda Ini Diciduk

Written By prayudi syamsa on Rabu, 24 Oktober 2012 | 09.35

Rabu, 24 Oktober 2012 | 07:48 WIB

TEMPO.CO, Tangerang - Satuan Narkoba Polres Kota Tangerang membekuk empat pengedar ganja di wilayah Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Selasa malam, 23 Oktober 2012. Dari tangan para keempat bandar ganja tersebut, polisi berhasil mengamankan 3,5 kilogram daun ganja kering.

Tersangka berinisial RT (23) dan EG (21) adalah warga Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Sedangkan RD (22), AS (20), dan RT (23) warga Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Wakil Kepala Satuan Narkoba Polres Kota Tangerang, Ajun Komisaris Wempy Santoso, mengatakan daun haram tersebut diperoleh para tersangka dari salah satu penghuni Lapas Kebun Waru, Bandung, Jawa Barat. Setelah diambil di daerah Bogor, Jawa Barat, ke empat tersangka itu kemudian mengedarkan ganja kering tersebut ke daerah Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. "Ganja dipereroleh dari Mr X yang diketahui merupakan penghuni lapas di Bandung," ujar Wempy.

Penangkapan ke empat tersangka berawal ketika petugas mencurigai gerak-gerik RT yang saat itu berdiri di depan SPBU Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Petugas pun kemudian menggeledah pria berusia 23 tahun tersebut. Alhasil, petugas menemukan dua paket ganja kering seharga Rp 200 ribu.

Kepada polisi, tersangka RT mengaku mendapat dua paket ganje tersebut dari EG. Dari keterangan itu, petugas kemudian menangkap EG di rumahnya di Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Dari dalam rumah EG, polisi menemukan puluhan paket kecil daun ganja dengan berat total sebanyak 1,7 kilogram. "Di lokasi itu, kami menemukan puluhan paket kecil daun ganja di dalam plastik hitam yang disembunyikan di lemari milik tersangka," kata Wempy.

Petugas terus melakukan penyelidikan dan menelusuri siapa saja yang berada di belakang EG. Atas informasi kedua tersangka yang diamankan, polisi kemudian menggulung dua bandar besar di Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Tersangka AS dan RD diketahui menjadi pemasok daun haram ke wilayah Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Dari tangan keduanya, polisi menyita 2,2 kilogram ganja yang disembunyikan di hutan sawit tak jauh dari lokasi persembunyian keduanya.

"Untuk memancing kedua bandar ganja tersebut, kami pun melakukan penyamaran dengan berpura-pura menjadi pembeli," kata Wempy. Ia menegaskan, ke empat tersangka terancam pasal 114 KUHP dan pasal 111 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

JONIANSYAH

Terpopuler:
Novi Amilia Pernah Jadi Sampul Seksi di Popular
Model Berbikini Itu Juga Penyanyi Dangdut
Pakai Ekstasi, Model Berbikini Lolos UU Narkoba
Novi Amilia Sering Konsultasi ke Psikiater
Kronologi Suami Bakar Istri di Duren Sawit  


09.35 | 0 komentar | Read More

Wilayah Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini Cerah  

Rabu, 24 Oktober 2012 | 08:08 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian besar wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam kondisi cerah hingga petang nanti. Hanya Jakarta Selatan, untuk wilayah Jakarta, serta Depok dan Bogor yang berpotensi hujan pada malam hari.

Mengutip data BMKG hari ini, Rabu, 24 Oktober 2012, kondisi awan cerah merata menyinari wilayah penjuru Jakarta hingga petang nanti. Namun, khusus Jakarta Selatan, Depok, dan Bogor, diperkirakan hujan sedang dan ringan dengan suhu berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celsius serta kelembapan 64 hingga 94 persen. Sedangkan daerah penyangga Ibu Kota lainnya relatif cerah berawan hingga malam nanti.

Khusus kota-kota besar Indonesia, saat ini kondisinya cerah serta hujan sedang terbagi merata. Untuk kawasan Indonesia barat, beberapa kota besar yang bakal mengalami hujan ringan dan sedang adalah Aceh, Pekanbaru, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Medan, Jakarta, Bandung, dan Semarang. Sedangkan kondisi berawan meliputi Padang, Jambi, dan Bengkulu.

Di Indonesia tengah, Kota Pontianak dan Palangkaraya diprediksi hujan ringan. Sedangkan cuaca cerah bakal menaungi Samarinda, Banjarmasin, dan Gorontalo. Adapun di Indonesia timur, hujan diprediksi membasahi Palu, Jayapura, dan Merauke, sementara awan cerah diprediksi berada di sekitar Makassar dan Ambon.

JAYADI SUPRIADIN

Terpopuler:
Wawancara Jokowi: Kuncinya Redesain Tata Ruang
10 Ribu Orang Tonton Langsung Pelantikan Jokowi
Sering Bertengkar, Suami Nekat Bakar Istri
Pelantikan Jokowi-Ahok, Ini Pengalihan Jalannya
Jalur Penyandang Cacat Terancam Diserobot


09.35 | 0 komentar | Read More

5 Wilayah Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini  

Rabu, 24 Oktober 2012 | 08:34 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali memberikan layanan mobil bus keliling bagi masyarakat DKI Jakarta yang ingin mengurus perpanjangan surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).

Bagi masyarakat yang ingin mengurus perpanjangan SIM dan STNK, bisa mendatangi layanan bus keliling yang disediakan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Berdasarkan data Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya hari ini, Rabu, 23 Oktober 2012. Berikut ini jadwal pelayanan mobil SIM & STNK keliling di beberapa lokasi di Jakarta:

1. Jakarta Pusat
SIM: Kantor Pos Pasar Baroe
STNK: Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM: LTC Glodok
STNK: LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM: Taman Makam Pahlawan Kalibata
STNK: Stasiun Tanjung Barat

4. Jakarta Utara
SIM: Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK: Graha Gapembri, Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM: Honda Jalan Dewi Sartika
STNK: Masjid At-Tin TMII

SIM keliling hanya untuk memperpanjang SIM A dan SIM C. Pembuatan SIM baru dan jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa dilakukan di layanan SIM keliling. Pengendara harus ke Satpas SIM di Jalan Daan Mogot Km 11 Cengkareng.

STNK keliling hanya untuk proses perpanjangan per tahun. Untuk proses lima tahunan atau ganti pelat nomor, silakan datang langsung ke kantor Samsat terdekat. Info keterangan lebih lanjut hubungi Traffic Management Center Dit. Lantas Polda Metro Jaya. Telepon: 021-5276001 atau SMS 1717.

JAYADI SUPRIADIN

Terpopuler:
Novi Amilia Pernah Jadi Sampul Seksi di Popular
Model Berbikini Itu Juga Penyanyi Dangdut
Pakai Ekstasi, Model Berbikini Lolos UU Narkoba
Novi Amilia Sering Konsultasi ke Psikiater
Kronologi Suami Bakar Istri di Duren Sawit


09.35 | 0 komentar | Read More

Penetapan APBD Jakarta 2013 Bakal Molor  

Written By prayudi syamsa on Selasa, 23 Oktober 2012 | 09.35

Senin, 22 Oktober 2012 | 20:28 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Jadwal penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Jakarta 2013 diperkirakan akan molor. Sebab, Gubernur DKI Jakarta yang baru saja terpilih, Joko Widodo, harus menyesuaikan Kebijakan Umum Anggaran dan Perhitungan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) dengan program-program yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan. 

 Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan mengatakan, seharusnya APBD 2013 disahkan setiap 30 November. "Pasti molor. Tetapi kan yang disampaikan tidak begitu banyak," ujar dia di Jakarta, Senin 22 Oktober 2012. 

 Dia mengatakan, pihak KUA dan PPAS akan diterima DPRD DKI pada Selasa, 23 Oktober 2012. Setelah itu, Dewan akan membahas anggaran yang direncanakan pemerintah daerah tersebut selama satu pekan. Selanjutnya, pembuatan RAPBD bisa berlangsung selama 2 minggu. "Setelah itu, akan disampaikan dalam rapat paripurna dan dibahas selama 1-2 bulan. Jadi memang akan mundur," kata Ferrial. 

 Meski demikian, Ferrial menuturkan, toleransi ketok palu APBD 2013 bisa diundurkan hingga 20 Desember mendatang. Kementerian Dalam Negeri pun memiliki batas waktu untuk mengevaluasi RAPBD yang diajukan, sehingga anggaran sudah bisa digunakan pada 1 Januari mendatang. Jika tidak, anggaran tidak akan bisa diturunkan tepat waktu pada 1 Januari. "Kalau mundur, ya mundur semua pembangunannya," ujar dia. 

 Penyesuaian KUA dan PPAS yang dilakukan Jokowi, menurut dia, adalah hal yang wajar. Sebab, setiap pemimpin daerah memiliki program kerja masing-masing. Apalagi, Jokowi baru terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta. "Tidak mungkin gubernur yang baru memakai KUA dan PPAS yang telah disampaikan kepada kami beberapa bulan lalu," tuturnya. 

 Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, saat ini pihaknya terus menggodok KUA dan PPAS. Dia berharap rencana anggaran untuk DKI Jakarta itu bisa diserahkan ke Dewan. "Kami mengerjakannya siang-malam. Pagi-pagi tadi Alhamdulillah selesai di lingkup internal kami. Besok, 23 Oktober, akan kami serahkan ke Dewan," katanya. 

 Gubernur Jokowi terus mempercepat pengerjaan KUA dan PPAS dan berharap dapat mengakomodasi seluruh visi-misinya dan wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama--yang telah dilontarkan selama masa kampanye pemilihan umum kepala daerah DKI Jakarta. Sedangkan untuk RAPBD, dia bersama seluruh pejabat pemerintah daerah  akan mulai menggodoknya mulai hari ini hingga akhir pekan ini. Dia pun meminta setiap kepala dinas di lingkup pemerintah DKI Jakarta memaparkan seluruh agenda yang akan diusung pada tahun depan. 

 Dia mencontohkan, di bidang transportasi, berbagai gebrakan akan dilakukan. Begitu pula dalam hal penataan kampung menjadi kampung susun. Adapun untuk Dinas Pekerjaan Umum, pengerukan kali--baik yang sedang, kecil, maupun besar--akan dilakukan. "Kalau pendidikan dan kesehatan, anggarannya sudah naik sedikit-sedikit. Program Kartu Pintar dan Kartu Jakarta Sehat juga sudah termasuk di dalamnya. Kalau saya lihat anggarannya sudah lebih dari cukup. Kalau pengelolaan dan manajemennya benar, itu lebih dari cukup."

 Dalam rapat pembahasan KUA PPAS, Jokowi merencanakan anggaran sebesar Rp 42 triliun, yang nantinya menjadi patokan pembahasan RAPBD 2013.

SUTJI DECILYA


09.35 | 0 komentar | Read More

Sopir Angkot Dibacok di Kampung Melayu

Senin, 22 Oktober 2012 | 23:40 WIB

TEMPO.CO, Jakarta -  Seorang sopir angkot M01 jurusan Kampung Melayu-Senen menjadi korban pembacokan Senin 22 Oktober 2012, malam ini. Menurut Aipda Novison, Kepala SPK Polsek Jatinegara, kejadian berlangsung menjelang pukul 22.00 WIB.

Dia menyebut, pembacokan melibatkan salah satu ormas kedaerahan. "Ribut-ribut sama ormas," katanya ketika dihubungi Tempo, Senin 22 Oktober 2012 malam.

Namun, dia mengaku belum tahu persis kronologi kejadian. "Anggota kami belum melapor," katanya. Karena belum ada laporan, identitas korban pembacokan sampai saat ini belum diketahui. Begitu pula soal kondisi luka korban.

Saat ini, korban sedang berada di kantor Polres Jakarta Timur. Sayangnya, pihak polres belum merespon saat dimintai klarifikasi. Kepala Sie Humas Polres Jaktim, Komisaris Didik Heryadi belum dapat dihubungi.

ATMI PERTIWI

Berita Terpopuler:
Basuki: Kami Tidak Keteteran Hadiri Acara
Surya Paloh dan Edwin Rebutan Gunung Emas
Pengamat Sarankan Jokowi Delegasikan Wewenangnya
Penambang Liar Berebut Emas dengan Surya Paloh
Jokowi Dapat ''Lampu Hijau'' Bangun Kampung Susun


09.35 | 0 komentar | Read More

Kata Pengacara, Novi Amilia Tak Kecanduan Obat

Selasa, 23 Oktober 2012 | 05:29 WIB

TEMPO.CO , Jakarta:Novi Amilia, model yang menabrak tujuh orang di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, diduga tak kecanduan narkoba. Pernyataan tersebut dikatakan oleh pengacara Novi, Chris Sam Siwu ketika dihubungi Senin, 22 Oktober 2012.

Menurut Chris, hasil rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat, Cibubur, menunjukkan kliennya diduga tak sampai tahap kecanduan. "Saat menjalani detoksifikasi Novi tidak kesakitan. Sehingga dia dinyakan tak ketergantungan obat," ujar dia. Informasi tersebut ia dapatkan dari dokter yang menangani Novi di RS Ketergantungan Obat, dr. Carla.

Sejak pekan lalu, Novi memang menjalani rehabilitasi di RSKO atas rekomendasi Badan Narkotika Nasional. Selama proses detoksifikasi atau pengeluaran racun, ia tak boleh ditemui oleh siapapun, termasuk keluarga dan pengacaranya. "Mungkin pekan depan baru bisa ditemui," ujar Chris.

Masa rehabilitasi Novi belum diketahui baik oleh Chris maupun Kepolisian Sektor Taman Sari yang menangani kasus Novi. "Belum tahu sampai kapan di RSKO, yang pasti dia sedang menjalani rehabilitasi," kata Kapolsek Taman Sari Komisaris Polisi Maulana Hamdan, Senin.

Saat ini polisi baru memproses kasus kecelakaan lalu lintas Novi. Dia dijerat Pasal 106 ayat 1 dan 2 Undang-undang Lalu Lintas juncto 238, 310, dan 311, dengan ancaman hukuman satu tahun penjara atai denda maksimal 2 juta. Adapun kasus narkoba Novi belum bisa diproses karena barang buktinya hanya berupa urin yang positif mengandung obat terlarang.

ANGGRITA DESYANI

Berita Terpopuler
Polda Bantah Mahasiswa Unpam Alami Kekerasan
Dua Bus Transjakarta Tabrakan di Halte Salemba 
Warga Kampung Melayu Terkena Banjir Kiriman
Kampung Pulo Kebanjiran Sampai 2 Meter 
Kondisi Dua Mahasiswa Universitas Pamulang Membaik
Depok Siap Bangun Gedung Pencakar Langit 
Penyelundupan Heroin Via Bandara Halim Digagalkan  


09.35 | 0 komentar | Read More

Basuki: Kami Tidak Keteteran Hadiri Acara  

Written By prayudi syamsa on Senin, 22 Oktober 2012 | 09.35

Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (kiri) melakukan rapat kerja bersama Gubernur DKI, Joko Widodo di ruang rapat Gubernur, Jakarta, Senin (15/10). TEMPO/Tony Hartawan

Minggu, 21 Oktober 2012 | 19:47 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, membantah gubernur Joko Widodo dan dirinya mulai keteteran menghadiri acara bersama masyarakat. Menurut Basuki, batalnya sejumlah acara beberapa waktu terakhir karena ada agenda yang lebih penting dan harus didahulukan. "Kami harus menyusun RAPBD 2013 seperti yang diminta oleh DPRD," kata Basuki di Jakarta, Ahad, 21 Oktober 2012.

Sebelumnya, Gubernur Jokowi batal mengunjungi sejumlah wilayah yang akan dipantaunya. Pada Kamis lalu, Jokowi batal meninjau Terminal Pulo Gadung dan Pulo Gebang. Jokowi juga batal bertemu 5.000 guru bantu pada Sabtu lalu. Masyarakat pun kecewa karena Gubernur batal mengunjungi daerah tersebut.

Basuki mengatakan, pembahasan RAPBD Jakarta 2013 sangat penting bagi pelaksanaan program kerja pemerintah. "Buat apa kami bertemu banyak orang, tapi tidak siap? Sama saja seperti tidak punya anggaran nanti," ujar Basuki. Karena itu, pembahasan anggaran belanja daerah itu harus segera direalisasikan.

Menurut lelaki yang kerap disapa Ahok ini, dirinya dan Jokowi tidak keteteran menghadiri acara tanpa protokoler. Mereka, dikatakan Basuki, tetap akan melanjutkan kebijakan yang nonprotokoler itu. "Kami bisa tanpa protokoler, dan akan terus seperti itu," ujarnya.

Menurut Basuki, mundurnya prosesi pelantikan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta usai pilkada lalu juga memberikan andil terhadap batalnya sejumlah acara. Selain itu, faktor kemacetan di Jakarta juga berpengaruh terhadap hadirnya gubernur dan wakil gubernur dalam sebuah acara. "Kalau sehari ada 30 undangan, kan tidak mungkin akan dihadiri semuanya," kata dia.

DIMAS SIREGAR


09.35 | 0 komentar | Read More

Jokowi Bahas Ruang Publik Kreatif Jakarta  

Minggu, 21 Oktober 2012 | 21:06 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, bertemu secara tertutup dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, Ahad, 21 Oktober 2012. Agendanya membicarakan proyek bareng antara pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Proyek tersebut dinamakan Creative Public Space atau ruang publik kreatif. Rencananya proyek tadi akan dibangun tahun depan di tiga tampat. "Akan dibangun di tiga tempat, tapi masih rahasia dong, " ujar Joko Widodo, Ahad, 21 Oktober 2012.

Di dalam zona tersebut, pemerintah akan memberi ruang bagi pejalan kaki dan ada ruang untuk berjualan barang-barang hasil kerajinan di DKI Jakarta. "Akan ada jalur pedestriannya dan buat jual barang-barang kreatif dari DKI Jakarta," Jokowi menjelaskan.

Jokowi menyebutkan ruang khusus ini bertujuan untuk menambah tujuan wisata di DKI Jakarta dan, tentunya, untuk mendapat tambahan penghasilan daerah.

TRIARTINING

Berita Terpopuler
Begini Tradisi Tawuran Diturunkan di Sekolah
Tiga Jam Menanti Jokowi
Basuki: Kami Tidak Keteteran Hadiri Acara
Sambutan Meriah Basuki ''Ahok'' di Festival China Town
Kunci Hidup Sukses ala Dahlan Iskan
Dahlan Iskan: karena Desakan, Indonesia Akan Maju
Rahasia Baju Putih Dahlan Iskan
Mendulang Uang Dari Rumah Hantu


09.35 | 0 komentar | Read More

Usulan Cara Agar DPRD Setujui Program Rusun Jokowi

Senin, 22 Oktober 2012 | 04:30 WIB

TEMPO.CO , Jakarta:Pengamat Masalah Perkotaan Yayat Supriyatna menyatakan Gubernur Joko Widodo wajib menyiapkan sejumlah strategi agar program perumahan (rumah susun) bagi rakyat miskin dikabulkan parlemen. "Persiapkan dengan matang agar mereka percaya," ujarnya saat dikonfirmasi, Ahad, 21 Oktober 2012.

Menurutnya, rencana pembahasan pembangunan kampung susun, rumah deret, rusunawa gratis serta apartemen murah yang digalakan Jokowi positif terhadap upaya mengurai masalah kependudukukan Jakarta. Saat ini persoalan utama penduduk DKI adalah meledaknya jumlah penduduk, sedangkan lahan terus menyusut. "Ya intinya menata yang tadinya kumuh dan kotor sekarang ditata lebih baik," ujarnya.

Namun Yayat mengingatkan rencana tersebut diprediksi sulit tercapai bila tidak dibarengi perencanaan matang. Ada beberapa konsep mendasar yang wajib di perhatikan mantan Walikota Solo ini bila proyeknya ingin segera dikabulkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi DKI Jakarta.

Pertama, survei lapangan untuk menetukan lahan siapa yang akan digunakan untuk pembangunan. Apakah menggunakan aset pemerintah DKI Jakarta, lahan terlantar, lahan milik BUMN atau milik Negara."Penyediaan ini harus jelas jangan sampai menimbulkan masalah di kemudian hari," ujarnya.

Kedua, konsolidasi lahan dengan melibatkan inisiasi warga sebagai pemilik tanah. Hal ini perlu untuk mengatur hak dan kewajiban kedua belah pihak. Sehingga memiliki aturan jelas dalam pemeliharaanya."Nanti tentukan siapa badan atau lembaga yang akan mengurusnya," ujarnya.

Ketiga, atur desain mulai teknis hingga peruntukannya termasuk sosiasilisasi tehadap program itu sehingga tepat sasaran merangkul masyarakat kurang mampu. "Kalau semuanya jelas dan terprogram saya rasa Dewan menyetujui," ujarnya. "Tidak ada alasan dewan menolak, bila mereka menolak, turunkan saja (DPRD),".

Yayat optimis, bila konsep matang, banyak pengembang tertarik mengerjakan program tersebut. Sebab hal utama yang kerap menjadi sandungan pengusaha selama ini belum pastinya peraturan pemerintah yang digunakan. "Uang ada, kemudian aturan pemerintah mendukung nunggu apa lagi?"

Selain itu, manfaat lain yang dipetik adalah bertambahnya ruang terbuka hijau (RTH) penduduk, penataan penduduk lebih manusiawi serta budaya hidup rapih tertanam. "Berapa banyak lahan yang bisa kembali kita hijaukan, begitu pun masyarakat lebih rapi."

JAYADI SUPRIADIN

Berita Terpopuler
5.000 Guru Bantu Jakarta Berharap kepada Jokowi
Begini Tradisi Tawuran Diturunkan di Sekolah
Waspada, Jakarta Dikepung Tawuran Pelajar
Tim Indonesia U-18 Menang 25-0
Del Bosque: Pirlo Bisa Raih Ballon d''Or 
FA Akan Selidiki Pemukulan Bekas Kiper Liverpool
Hujan Meteor Bersumber dari Ekor Komet Halley


09.35 | 0 komentar | Read More

Waspada, Jakarta Dikepung Tawuran Pelajar

Written By prayudi syamsa on Minggu, 21 Oktober 2012 | 09.35

Minggu, 21 Oktober 2012 | 05:25 WIB

TEMPO.CO , Jakarta--Tawuran pelajar terjadi hampir di seluruh pelosok Jakarta. Hampir tak ada daerah di Ibu Kota yang terbebas dari masalah ini. Berdasarkan seringnya terjadi tawuran pelajar, Kepolisian Daerah Metro Jakarta memetakan 37 lokasi titik rawan tawuran di wilayah Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Depok. 

Aksi kekerasan pelajar itu kerap dilakukan pada siang (pukul 12.00-14.00) dan sore (16.00-18.00) atau saat jam-jam pulang sekolah. Berikut titik rawan yang sering menjadi lokasi tawuran pelajar.

JAKARTA PUSAT
l Jalan Petojo, Gambir
l Jalan Kramat Jaya, Senen
l Jalan Garuda, Kemayoran
l Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih

JAKARTA UTARA
l Jalan Yos Sudarso depan Kantor Pos
l Jalan R.E. Martadinata, Jembatan Goyang, Tanjung Priok
l Samping Lapangan Golf Kemayoran

JAKARTA BARAT
l Depan Season City, Tambora/Jembatan Besi
l Jalan Latumenten, Tanjung Duren
l Jalan Daan Mogot depan Indosiar
l Jalan Daan Mogot, Taman Kota Cengkareng
l Jalan Baru, Palmerah

JAKARTA SELATAN
l Kawasan Bulungan
l Jalan Buncit Raya
l Jalan Bukit Duri
l Jalan Minangkabau, Manggarai
l Jalan Ir Juanda, Ciputat, depan Universitas Islam Negeri Jakarta

JAKARTA TIMUR
l Jalan Matraman Raya
l Jalan Otto Iskandar Dinata Raya
l Jalan Pahlawan Revolusi, Pondok Bambu
l Jalan D.I. Panjaitan, Cawang
l Jalan Raya Cakung

DEPOK
l Jalan Raya Sawangan
l Jalan Merdeka

BEKASI
l Jalan Ahmad Yani sekitar GOR
l Jalan Joyomartono, Bulak Kapal
l Pertigaan kawasan Hyundai Cikarang Selatan
l Jembatan flyover Cikarang Kota
l Jembatan perbatasan Kedung Waringin

TANGERANG
l Jalan M.H. Thamrin, Cipondoh
l Flyover Jl. Jenderal Sudirman
l Flyover Cikokol
l Jalan Daan Mogot, Batu Ceper
l Jalan Raden Fatah, Sudimara Selatan, Ciledug
l Jalan Raya Serang depan Citra Raya Cikupa
l Jalan Raya Serang, Pasar Balaraja
l Jalan Raya Serpong, Tangerang Selatan

IQBAL MUHTAROM

Baca juga:
Busway Ciputat-Kota Rasa Kopaja
Empat Pria Perkosa Gadis Cacat Mental
Tangerang Ancam Cabut Izin RS yang Diskriminatif
Kenaikan Tarif Parkir Jakarta Ditolak dan Diterima
Kurang Sosialisasi, APTB Ciputat-Kota Masih Sepi
Normalisasi Kali Lamban, Jakbar Terancam Banjir


09.35 | 0 komentar | Read More

Hujan Bakal Mengguyur Jakarta

Minggu, 21 Oktober 2012 | 07:51 WIB

TEMPO.CO, Jakarta--Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memperkirakan hujan dengan intensitas bervariasi mengguyur kawasan Jakarta. Hujan dengan intensitas ringan dan sedang bakal turun pada Ahad malam, 21 Oktober 2012.

Di malam hari, semua kawasan Jakarta, kecuali Jakarta Utara, berpotensi hujan. Sedangkan pada pagi hari, cuaca berawan lebih mendominasi seluruh wilayah Jakarta. Tampaknya, hanya wilayah Kepulauan Seribu yang mengalami hujan ringan.

Begitu juga dengan kawasan di luar Jakarta. Hujan turun merata di wilayah Tangerang, Depok, Bekasi, dan Bogor yang menurut BMKG terjadi di sore dan malam hari. Sementara cuaca berawan akan menyelimuti empat kawasan di luar Jakarta.

Suhu udara sepanjang hari Ahad relatif tidak akan jauh dari 23 hingga 32 derajat celcius. Kelembaban pun masih dikisaran 62 hingga 94 persen. Jadi bagi Anda yang hendak beraktivitas di malam hari tak ada salahnya menyiapkan payung atau jas hujan.

ADITYA BUDIMAN


09.35 | 0 komentar | Read More

SMP dan SMK YPUI Kebayoran Terbakar

Minggu, 21 Oktober 2012 | 09:24 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Api melahap bangunan sekolah di Jalan Praja Lapangan No.8 RT 14 RW 01, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Menurut Priyanto, 52, warga sekitar, api melahap SMP dan SMK Yayasan Pendidikan Umat Islam (YPUI) sekitar pukul 07.30.

"Tiba-tiba saja saya melihat api sudah membesar," ujar Priyanto, Minggu 21 Oktober 2012. Sementara itu Ghozali, pengurus masjid, 72, mengatakan api berawal dari lantai dua ruangan kelas. Saat kejadian Ghozali sedang berada di masjid yang lokasinya persis di samping sekolah.

Dari pantauan Tempo, 20 unit mobil Damkar dari kantor pemadam kebakaran Lebak Bulus tampak berusaha memadamkan api yang berada di lantai dua. Saat petugas berusaha memadamkan api atap gedung terlihat roboh karena hangus terbakar si jago merah. Beruntung api tidak merambat bangunan masjid yang sedang dalam proses renovasi.

Hingga kini petugas masih melakukan pemadaman api. Belum diketahui berapa besar kerugian akibat kebakaran ini. "Sejauh ini tidak ada korban jiwa," ujar Syarofudin petugas pemadam.

Dia pun belum bisa menaksir penyebab asal muasal api. Namun Syarofudin memperkirakan sekitar sepuluh ruangan kelas hangus terbakar.

ADITYA BUDIMAN

Berita Lainnya:
Hujan Bakal Mengguyur Jakarta
PKS Bidik Posisi Wapres untuk 2014  
Cara Pertolongan Pertama untuk Luka Bakar
Keponakan Sebut Kim Jong-Un Diktator
Bagaimana Pemanasan Sehat Bagi Pelari Lansia?


09.35 | 0 komentar | Read More

Mantan Gubernur Jakarta Wiyogo Tutup Usia

Written By prayudi syamsa on Sabtu, 20 Oktober 2012 | 09.35

Jum''at, 19 Oktober 2012 | 22:59 WIB

TEMPO.CO, Jakarta-Mantan Gubernur DKI Jakarta, Wiyogo Atmodarminto, tutup usia, Jumat 19 Oktober 2012. Bang Wi, begitu purnawirawan letnan jenderal TNI itu dulu biasa disapa, meninggal di usianya yang ke-89 di Rumah Sakit MMC, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Benar, beliau meninggal pada pukul 20.25," kata petugas Unit Gawat Darurat Rumah Sakit MMC Jakarta. Petugas itu tidak mengetahui apa penyebab meninggalnya Gubernur Jakarta periode 1987-1992 itu. Namun, sampai sekarang jenazah masih berada di rumah sakit.

Wiyogo lahir di Yogyakarta, 22 November 1922. Selain pernah menjabat sebagai Gubernur Jakarta, Bang Wi juga pernah bertugas sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang.

Dia juga pernah menjabat sebagai Panglima Kostrad pada periode 19 Januari 1978 hingga 1 Maret 1980. Wiyogo merupakan salah satu pelaku sejarah pada peristiwa Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta.

Adapun kepemimpinannya di ibu kota dikenal diantaranya lewat istilah Jakarta BMW: Bersih, Manusiawi dan Berwibawa. Wiyogo menggantikan kepemimpinan R. Soeprapto yang menjabat Gubernur DKI Jakarta sebelumnya. Adapun pengganti Wiyogo adalah Soerjadi Soedirdja yang menjabat pada periode 1992-1997.

SUTJI DECILYA


09.35 | 0 komentar | Read More

Tak Masuk Kerja, Karyawati Ini Dipukul Maling

Jum''at, 19 Oktober 2012 | 22:38 WIB

TEMPO.CO, Jakarta-Peristiwanya terjadi Jumat 19 Oktober 2012 siang tadi. Seorang karyawati bernama Ni Made Sudarmini, 25 tahun, mengalami luka di bagian kepalanya karena dipukul dengan linggis.

Tidak seperti biasanya, Ni Made memang tidak masuk kerja Jumat ini. Dia hanya pergi keluar tapi kembali lagi ke kos-nya di kawasan Menteng Atas, Jakarta Pusat, sekitar Pukul 13.

Saat itulah dia memergoki seorang pria yang diduga pencuri sedang beraksi. "Maling itu akan mencuri di kamar kos korban, ketahuan akhirnya maling itu memukul dengan linggis," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Setiabudi, Komisaris Riftazudin.

Menurut Riftazudin, korban menderita luka cukup serius dan menjalani perawatan dii Rumah Sakit Carolus, Jakarta Pusat. "Kami sendiri masih mencari keterangan dari saksi-saksi," katanya.

AFRILIA SURYANIS


09.35 | 0 komentar | Read More

Empat Pasang Calon Bupati Bupati Tangerang

Sabtu, 20 Oktober 2012 | 07:32 WIB

TEMPO.CO, Tangerang--Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tangerang mengumumkan empat pasangan calon bupati dan wakil bupati Tangerang yang lolos ke babak berikutnya. Keputusan KPU itu disiarkan setelah rapat pleno alot hingga mendekati pukul 24.00 WIB malam Jumat, 19 Oktober 2012.

"Kami akui pleno cukup alot, karena kami tidak ingin disalahkan dan berharap keputusan sesuai undang-undang. Kami umumkan karena adanya status boikot (wartawan)," kata anggota KPU Kabupaten Tangerang Badrus Salam.

Badrus mengakui lima anggota KPU alot membahas pasangan Aden Abdul Khalik-Suryana yang dukungan pengusungnya Partai PNUI menarik diri karena konflik internal partai.

Ketua KPU Kabupaten Tangerang Djamaludin mengatakan memutuskan meloloskan Aden-Suryana demi tidak adanya anarkhisme. "Kalau ada yang menggugat secara hukum, itu hak masyarakat," kata Djamaludin.

KPU Kabupaten Tangerang akhirnya memutuskan empat pasang calon itu adalah
Aden Abdul Kholiq- Suryana (Densus ) diusung PPP, PPNUI. Dua hari sebelum penetapan calon, pengurus PPNUI menarik dukungan dan melapor ke KPU Kabupaten Tangerang.

Aden adalah adik tiri Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah. Namun secara garis partai, pencalonan Aden tidak didukung Atut. Gubernur satu-satunya wanita di Indonesia itu mendukung Ahmed Zaki Iskandar yang merupakan anak sulung Bupati Tangerang Ismet Iskandar. Zaki dan Atut sama-sama bernaung di partai beringin, Golkar.

Zaki berpasangan dengan Hermansyah seorang birokrat yang terakhir aktif sebagai sekretaris daerah. Keduanya selain Golkar diusung Hanura, Gerindra, PKS, PKB, PBR dan PBB.

Pasangan ketiga adalah Ahmad Subadri dan M. Aufar Sadat Hutapea (Badar) yang diusung Partai Demokrat. Aufar adalah kekasih artis Olla Ramlan.

Terakhir, Achmad Suwandi dan Muhlis yang disokong PDIP dan PAN. Suwandi merupakan adik Walikota Tangerang, Wahidin Halim.

KPU juga memutuskan pasangan Syaiful Hidayat-Een Nurhaeni dari jalur independen gugur karena tidak memenuhi persyaratan. "Syarat paling sedikit dukungan, seharusnya 8.8564 kartu tanda penduduk (KTP). Tapi pasangan ini hanya mampu mengumpulkan 6.066 dukungan KTP," kata Djamaludin.

Selanjutnya empat pasang calon ini hari ini Sabtu, 20 Oktober 2012 dijadwalkan mengambil nomor urut di Hotel Contry Club Lippo Karawaci pukul 14.00 WIB.

AYU CIPTA


09.35 | 0 komentar | Read More

Pagi Ini Mahasiswa Universitas Pamulang Jalani Operasi

Written By prayudi syamsa on Jumat, 19 Oktober 2012 | 09.35

Petugas kepolisian mengamankan seorang mahasiswa saat aksi demonstrasi di Kampus Universitas Pamulang, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (19/10). ANTARA/Muhammad Iqbal

Jum''at, 19 Oktober 2012 | 08:55 WIB

TEMPO.CO, Tangerang Selatan  - Dua mahasiswa Universitas Pamulang yang mengalami luka serius hingga pagi ini masih dirawat insentif di Rumah Sakit Umum Daerah, Tangerang Selatan. Kondisi, kedua mahasiswa itu Zundi Fajri dan Feri Irawan terus membaik dan saat ini dalam keadaan stabil. "Sejak semalam kondisinya sudah stabil," ujar dokter spesialis bedah rumah RSUD Tangerang Selatan, M Mursal saat dihubungi Tempo, Jum`at, 19 Oktober 2012.

Zundi Fajri, mahasiswa semester 3, jurusan tehnik mengalami luka di bagian belakang kepala. Sementara, Feri Irawan mahasiswa semester 7 jurusan hukum itu terkena tembakan peluru dibagian perut. "Untuk Feri, pagi ini akan menjalani operasi pengeluaran peluru," kata Mursal. Hanya saja Mursal belum memastikan apakah letak peluru yang menembus kulit perut Feri bersarang terlalu dalam atau tidak.

Meski mengalami luka yang cukup serius, Mursal memastikan, jika kondisi kedua mahasiswa itu terus membaik dan dalam dua hari ini bisa pulang dari rumah sakit dan menjalani rawat jalan. "Dua hari ini sudah bisa pulang," katanya.

Zundi dan Feri adalah dua dari tujuh korban luka dari bentrokan polisi versus mahasiswa saat aksi penolakan kedatangan Wakil Kepala Polri Komjen Nanan Sukarnan di kampus itu kemarin, Kamis 18 Oktober 2012. Bentrok antar mahasiswa dan polisi pecah yang diwarnai perang batu dan tembakan gas airmata.

Koordinator mahasiswa, Boma Lesmana mengatakan kerusuhan terjadi karena mahasiswa tersulut oleh tindakan polisi yang membabi buta menghajar rekan mereka Zundi dan Feri Irawan yang mengakibatkan mereka mengalami luka parah dan sempat kritis. "Dua rekan kami kritis," katanya.

Boma menegaskan, tidak ada lagi aksi susulan untuk hari ini dan seterusnya. " Saat ini kami masih fokus menangani rekan kami yang terluka," katanya.

JONIANSYAH

Berita Terpopuler
Pengusaha Minta Jokowi Berantas Pungutan Liar
Mahasiswa Serang Polisi, Pamulang Mencekam
Mahasiswa Universitas Pamulang Hadang Wakapolri
Kronologi Bentrok Polisi vs Mahasiswa Pamulang


09.35 | 0 komentar | Read More

Insiden Pamulang, Polisi Tangkap Tujuh Mahasiswa

Jum''at, 19 Oktober 2012 | 09:11 WIB

TEMPO.CO, Tngerang Selatan - Kepolisian Resor Jakarta Selatan melakukan pengusutan bentrokan antara mahasiswa dengan polisi di kampus insiden di Universitas Pamulang, Tangerang Selatan yang pecah kemarin. Aksi unjuk rasa ini terjadi karena mahasiswa menolak kehadiran Wakil Kepala Polri Komjen Nanan Sukarnan di kampus itu.

Dalam aksi itu, polisi menangkap tujuh mahasiswa yang diduga sebagai provokator di balik pecahnya bentrokan yang mengakibatkan tujuh orang luka-luka tersebut. Dengan penangkapan ke tujuh orang itu berarti hingga dini hari tadi, tercatat sudah 9 mahasiswa yang tertangkap.

Karena pada Kamis petang kemarin polisi telah  menangkap 2 mahasiswa, yaitu Jepri mahasiswa Fakultas Hukum dan Benekditus yang hingga kini belum diketahui dari fakultas mana.

Sedangkan dari ketujuh orang tersebut, lima di antaranya masih berstatus sebagai mahasiswa Universitas Pamulang. "Mereka tertangkap saat keluar dari kampus," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jakarta Selatan Ajun Komsiaris Besar Hermawan, kepada wartawan di Polsek Pamulang, tadi malam.

Menurut sumber dikepolisian, ketujuh mahasiswa yang ditangkap masing-masing berinisial YD, IL, MG, NC, BM, ES dan EK. "Mereka umumnya berasal dari fakultas hukum, semester 5 dan 6," kata sumber yang enggan disebutkan namanya itu.

Hermawan menjelaskan, dua orang berinisial YD dan IL diketahui bukan berstatus sebagai mahasiswa Unpam. YD telah lulus kuliah sedangkan IL telah dikeluarkan (drop out) pihak kampus karena sering bolos kuliah. Ketika akan ditangkap petugas, mereka sempat memberikan perlawanan dengan menggunakan helm untuk memukul.

Petugas berhasil menemukan dan menyita barang bukti sebilah pisau lipat yang dibawa salah satu terduga dalang aksi penolakan kedatangan Wakapolri Komjen Nanan Sukarna.

"Mereka ini memang yang menjadi dalang dalam aksi penolakan berujung perusakan. Terutama YD dan IL dianggap sebagai pentolan mahasiswa dan keduanya masih memanfaatkan kampus untuk menunjukan eksistensinya," terang Hermawan.

Sesuai dengan Perkap 01 Tahun 2010 tentang ganguan ketertiban dan perusakan fasilitas umum, lanjut Hermawan. Para terduga provokator ini dapat dikenakan KUHP pasal 170 tentang pengeroyokan dan pasal 221 karena melawan petugas dengan ancaman hukuman sekitar 7 tahun kurungan penjara.

Saat disinggung adanya pernyataan mahasiswa, korban bentrokan Feri Irawan yang kini dirawat di RSUD Kota Tangerang Selatan akibat luka tembak di bagian perut akibat terkena peluru tajam petugas. Hermawan menegaskan bahwa pasukan Brimob dalam tugasnya membubarkan aksi brutal mahasiswa menggunakan peluru hampa.

Koordinator Mahasiswa Unpam Boma Lesmana, tindakan polisi yang mengumbar peluru menunjukkan sikap arogan polisi. "Kami punya bukti jika polisi mengeluarkan peluru tajam," katanya.

JONIANSYAH


09.35 | 0 komentar | Read More

Sopir Transjakarta Sering Diintimidasi Pengguna Jalan

Sejumlah warga melihat lokasi kecelakaan bus Transjakarta yang menabrak seorang pengendara motor di kawasan jalan Gadjah Mada, Jakarta, Minggu (29/7). ANTARA/Ardiansyah Indra Kumala

Jum''at, 19 Oktober 2012 | 09:19 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Kejadian di awal Januari 2012 lalu masih membekas dibenak Kepala Badan Layanan Umum Transjakarta Muhammad Akbar. Pasalnya dia mendapat laporan dari salah satu anak buahnya yang diintimidasi oleh pengendara lain dengan ditodong senjata.

"Saya sering mendapat laporan soal petugas yang diintimidasi oleh pengendara lain selama bertugas," kata Akbar kepada Tempo pada Jumat, 19 Oktober 2012.

Akbar mengatakan intimidasi menjadi bagian sehari-hari dari tugas para pegawainya di lapangan. Hal ini lah yang kerap menjadikan petugas sering mengeluh.

Para petugas, lanjut Akbar, yang ingin menjaga jalur busway tetap steril terpaksa mengalah ketika sudah diancam oleh pengguna jalan lainnya. Akbar mengatakan untuk itulah perlu dukungan dari petugas kepolisian di lapangan.

"Polisi lebih disegani oleh pengguna jalan meskipun dalam beberapa kasus juga ada petugas polisi yang diintimidasi," katanya. Akan tetapi polisi tambah Akbar memiliki kewenangan lebih dengan menindak pengguna jalan yang masuk ke jalur busway.

SYAILENDRA

Berita Terpopuler
Mesum di Kebun Sawit, Pelajar SMA Dipenjara 
Jokowi Tetap Ingin MRT Dilanjutkan 
Dinas Perhubungan Siap Remajakan Kopaja
Novi Jadi Tersangka untuk Pelanggaran Lalu Lintas 
Ketua KPU Depok Dipecat
Kopaja Dukung Jokowi Remajakan Bus


09.35 | 0 komentar | Read More

Begini Proyek Monorel Joko Widodo

Written By prayudi syamsa on Kamis, 18 Oktober 2012 | 09.35

Kamis, 18 Oktober 2012 | 08:39 WIB

TEMPO.CO, Jakarta-Satu dari berbagai rencana bangunan penunjang transportasi Jakarta yang telah lama direncanakan adalah monorel. Ini pula yang menjadi ''pekerjaan rumah'' bagi Joko Widodo. Gubernur DKI Jakarta itu kini mulai hendak menghidupkan proyek yang akan terkoneksi dengan mass rapid transit (MRT) itu.

Berikut Proyek Monorel itu:

KONSEP:
Monorel akan terkoneksi dengan mass rapid transit (MRT), busway, dan kereta listrik.

KONSEP JOKOWI (KAMPANYE) :
Monorel kapsul bersusun empat dalam satu tiang di tengah jalan atau kanan dan kiri jalan.

DAYA ANGKUT:
Sekali angkut 800 penumpang.

RUTE:
- Proyek pertama jalur Palmerah-Tanah Abang sepanjang 14,6 km.
- Jalur 2 melalui Cawang-Jembatan Tiga dan Tol Pelabuhan sepanjang 19,20 km, serta Simpang Kuningan-terowongan Kuningan sepanjang 600 meter.
-  Jalur 3 adalah Cawang Atas-Ancol sepanjang 14 km.
– Jalur 4 Grogol-Harmoni-Cempaka Mas melewati Kyai Tapa sepanjang 12,15 km.

RUTE LAMA (MANGKRAK):
– Sepanjang 14,2 kilometer akan melayani rute Semanggi-Kuningan.
–  Sepanjang 12,2 kilometer melayani Kampung Melayu-Casablanca-Tanah Abang-Roxy.

INVESTASI:
Rp 12-13 triliun ditanggung BUMN (PT Adhi Karya, PT Kereta Api, dan PT LEN) serta BUMD.

 
ALI NY | EVAN (PDAT)

Berita Terkait
Didukung Dahlan, Jokowi Urus Monorel hingga Kopaja
Adhi Karya: Monorel Tergantung Pemda DKI Jakarta
Jokowi Minta Konsorsium Monorel Presentasi


09.35 | 0 komentar | Read More

Didukung Dahlan, Jokowi Urus Monorel Hingga Kopaja  

Kamis, 18 Oktober 2012 | 08:22 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menghidupkan kembali proyek monorel yang terhenti sejak 2003. Ia meminta PT Adhi Karya (Persero), yang menggagas proyek itu, segera mempresentasikan pembangunan monorel pada hari ini atau awal pekan depan. "Kalau bisa, ya, langsung jalan," ujarnya, Rabu, 17 Oktober 2012.

Dukungan untuk segera membangun monorel datang dari Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan. Proyek ini, kata Dahlan, akan ekonomis jika bisa menggantikan busway. Dengan begitu, busway bisa dimanfaatkan untuk mengurangi kemacetan. "Idenya begitu," ujarnya.

Direktur Utama Adhi Karya, Kiswodarmawan, menyatakan proyek monorel akan dikerjakan bersama BUMN dan BUMD. "Proyek ini tak akan menggunakan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah," ujarnya. Dia memperkirakan pembangunan infrastruktur akan selesai dalam 2-3 tahun.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menyarankan reformulasi proyek tersebut. Langkah itu diperlukan agar kegagalan di masa lalu tak terjadi lagi. Pemerintah Jakarta bisa meminta bantuan ahli untuk menghitung ulang kelayakan proyek tersebut.

Adapun mengenai penjaminan proyek oleh pemerintah, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menolak berkomentar. "Soal penjaminan, terkait dengan transaksi keuangan dan rencana keuangan, saya belum tahu karena belum baca," ujarnya. Menurut dia, proyek monorel merupakan inisiatif korporasi swasta. Korporasi tersebut kemudian mengajak pemerintah DKI Jakarta sebagai pemegang saham. "Nah, ini urusannya di daerah," katanya.

Selain menghidupkan kembali proyek monorel, Jokowi menyatakan akan segera meremajakan bus Kopaja. "Kopaja ada yang sudah 15 tahun, 30 tahun, ini bahaya," kata dia pada saat inspeksi ke Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, kemarin. "Rem saja enggak ada, spidometer enggak ada. Terus bagaimana?"

Baca Lengkap di Koran Tempo

ALI NY | SUTJI D | GUSTIDHA B | AYU PRIMA | MARIA YUNIAR | ATMI PERTIWI

Berita Terpopuler
Model Novi Amilia Langganan Dibopong Satpam
Jokowi Diundang untuk Dampingi SBY
Alasan Jokowi Rajin Keliling Kampung
Ahok Sidak Balai Kota
Tabrak 7 Orang, Novi Amilia Ngaku Tidak Sengaja


09.35 | 0 komentar | Read More

Pengusaha Minta Jokowi Berantas Pungutan Liar

Kamis, 18 Oktober 2012 | 09:08 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk memberantas pungutan liar dan korupsi di pemerintah daerah Jakarta. Ketua Umum Apindo, Sofjan Wanandi, mengatakan, sudah menjadi rahasia umum pengusaha diminta pungutan liar setiap mengurus perizinan di lingkungan pemerintah daerah Jakarta.

"Saya dengar dari pengusaha-pengusaha bahwa izin informal lebih banyak daripada izin yang formal," ujar Sofjan usai menghadiri Trade Expo Indonesia, Jakarta, Rabu, 17 Oktober 2012.

Dia yakin Jokowi dapat menuntas masalah pungutan liar di Jakarta karena mantan Wali Kota Surakarta itu memiliki latar belakang sebagai pengusaha. Dia tidak mempermasalahkan jika biaya perizinan usaha dinaikkan. Namun, setidaknya pemerintah daerah juga mampu menyelesaikan permasalahan korupsi dan pungutan liar.

Dengan penghapusan pungutan liar, menurutnya, DKI Jakarta dapat memiliki uang lebih untuk membangun kota. Jokowi pun dapat membangun daerah-daerah kumuh di DKI Jakarta.

"Pengusaha besar tak perlu dibantu. Yang penting jangan diganggu usahanya. Bantu saja masyarakat kecil dan selesaikan daerah kumuh maka akan selesai juga masalah keamanan," katanya.

Sofjan juga meminta Jokowi untuk menaruh perhatian pada persoalan air minum. Sebagian besar masyarakat Indonesia meminum air dari air kemasan alih-alih dari sistem air minum kota.

SUTJI DECILYA

Berita Lainnya:
Berbikini, Novi Amilia Suka Lari-lari di Apartemen
Asal Usul Istilah Ciyus dan Miapah
Jokowi-Ahok Awasi Bawahan dengan CCTV
Didukung Dahlan, Jokowi Urus Monorel hingga Kopaja
Kenapa Istilah Ciyus, Miapah Populer?
Alasan Jokowi Rajin Keliling Kampung


09.35 | 0 komentar | Read More

Pagi Ini, Jokowi Nempel SBY di Kemayoran

Written By prayudi syamsa on Rabu, 17 Oktober 2012 | 09.35

Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (kiri) melakukan rapat kerja bersama Gubernur DKI, Joko Widodo di ruang rapat Gubernur, Jakarta, Senin (15/10). TEMPO/Tony Hartawan

Rabu, 17 Oktober 2012 | 07:48 WIB

TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta diagendakan menemani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam acara pembukaan acara The 27th Trade Expo Indonesia di Kemayoran, Jakarta, , Rabu 17 Oktober 2012.

"Agenda Jokowi akan mendampingi SBY dalam pembukaan Pameran Perdagangan di Hall D2 JIExpo Kemayoran pada pukul 10.00 WIB," ujar Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika, dan Kehumasan Provinsi DKI Jakarta, Eko Hariadi, Rabu, 17 Oktober 2012.

Eko menyebut baru satu agenda Jokowi yang bisa disampaikan kepada publik. "Masih belum tahu agenda selanjutnya apa, nanti diinfokan kembali," ujarnya. Ia mengatakan agenda menemani SBY tak akan berlangsung seharian.

Kemarin, di hari pertama aktif berdinas sebagai Gubernur DKI Jakarta, agenda Jokowi terhitung padat. Ia menyambangi tiga perkampungan kumuh di Pademangan, Tanah Tinggi, dan Bukit Duri. Kawasan-kawasan itu ditinjau kelayakannya untuk dijadikannya kampung deret dan rumah susun.

Pada sore harinya, Jokowi bertemu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Mereka berbincang soal kemungkinan digunakannya kawasan pinggir rel untuk pembangunan kampung deret.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan jaga kandang. "Wagub enggak ada agenda, selalu ada di Balaikota," kata Eko. Selama dua hari terakhir, kegiatan Basuki lebih terpusat di Balaikota.

Kemarin, Basuki menggelar pertemuan dengan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Ruang Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda). Pertemuan itu membahas kemungkinan kantor-kantor Dinas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk satu lingkungan Balaikota, di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan. Rencana kantor satu atap itu dimaksudkan agar memudahkan koordinasi dengan sang kepala daerah.

M. ANDI PERDANA

Berita Terpopuler
Kata Pengamat Soal Jokowi Turun ke Lapangan
Kenapa Novi Amilia Buka Baju Waktu Nyetir? 
Penyebab Novi Lepas Baju di Mobil Versi Psikiater 
Model Bikini Novi Amilia Minta Maaf
Dokter Sebut Novi Amelia Kena Gangguan Jiwa


09.35 | 0 komentar | Read More

Seperti Apa Impian Jokowi Soal Metromini?

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memulai masa kerja pertamanya dengan mengunjungi pemukiman padat penduduk di Pademangan, Jakarta, Selasa (16/10). ANTARA/Dhoni Setiawan

Rabu, 17 Oktober 2012 | 06:38 WIB

TEMPO.CO , Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan akan meremajakan Metromini yang ada di Jakarta tahun depan. "Pola nya hibah, Saya tahun 1985 kerja di sini naiknya Metromini yang itu-itu juga. Yang sekarang kan sudah pada enggak layak. Masak ibu kota negara bisnya kaya gitu," kata Jokowi di Kementerian BUMN, Selasa 16 Oktober 2012.

Tentang izin Metromini yang hendak dicabut karena tidak ada wadah organisasi resmi, Jokowi mengaku belum menerima laporan dari Dinas Perhubungan. "Nanti, Metromini Jakarta itu cantik-cantik. Sopirnya pake seragam, pake ID card, biar cantik-cantik semua," katanya.

Untuk pembangunan perumahan susun, Joko Widodo mengatakan semuanya masih tahap perencanaan. Sebab, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan dibantu Kementerian Perumahan.

"Bukan relokasi. Kalau relokasi kan ada penggusuran, ini menata ulang," ujar Jokowi.

Jokowi dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta pada Senin, 15 Oktober 2012. Gubernur yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama ini mengalahkan Gubernur incumbent Fauzi Bowo dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta.

TRIARTINING

Berita lain:
Jokowi Gratiskan Jajanan untuk Pendukungnya
Wawancara Jokowi: Kuncinya Redesain Tata Ruang
10 Ribu Orang Tonton Langsung Pelantikan Jokowi
Kronologi Suami Bakar Istri di Duren Sawit 
AJI Desak Jokowi Hapus Anggaran untuk Wartawan  


09.35 | 0 komentar | Read More

Tim Ahli Periksa Kelayakan Tabung Gas Transjakarta  

Rabu, 17 Oktober 2012 | 08:57 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Tim ahli dari NK Co Ltd Korea, didampingi Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan PT Korindo Heavy Industry, mulai memeriksa kelayakan tabung gas bus Transjakarta, Rabu, 17 Oktober 2012. Pengecekan dilakukan terhadap seluruh tabung gas dari 69 armada Transjakarta yang beroperasi di koridor IX dan X. "NK Korea selaku produsen tabung-tabung tersebut akan memastikan apakah tabung aman digunakan atau tidak," ujar General Manager PT. Korindo Heavy Industry, Lee Jong Cheol.

Pemeriksaan ini merupakan buntut dari ledakan tabung gas bus Transjakarta di stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) Pinang Ranti pada 20 Oktober tahun lalu. Hasil uji laboratorium Departemen Metalurgi Universitas Indonesia menyatakan ledakan terjadi karena kualitas tabung di bawah standar. Bus itu adalah satu dari 69 bus yang dibeli Dinas Perhubungan dari Korindo pada 2010 lalu. Diduga kualitas tabung pada 68 bus lain yang satu paket pembelian dengan bus nahas tersebut juga di bawah standar dan rentan meledak.

Ernie Kim, Ketua tim ahli dari NK Korea, mengatakan bahwa pengecekan kualitas tabung meliputi pengamatan visual, uji fisik, dan pemeriksaan komposisi kimia tabung. Mereka akan memeriksa secara visual dan fisik tabung gas di dua lokasi, yaitu pul bus Transjakarta Bianglala Metropolitan (BMP) di Cawang dan Trans Mayapada Busway (BMP) Kramat Jati, Jakarta Timur. "Kami targetkan pemeriksaan tabung enam bus per hari, sehingga dalam 12 hari bisa selesai," katanya.

Pemeriksaan laboratorium terhadap komposisi tabung tidak dilakukan di Indonesia. "Kami akan membawa sejumlah sampel tabung ke Korea," ujarnya.

Ledakan tabung gas bus Transjakarta di Pinang Ranti tahun lalu juga menimbulkan banyak pertanyaan karena usia bus baru satu tahun beroperasi. Berbulan-bulan setelah ledakan, Dinas Perhubungan dan Korindo tak kunjung menguji kualitas tabung untuk memastikan keamanan tabung pada 68 bus lain. Korindo atas izin Dinas Perhubungan hanya mengecek ulang instalasi tabung, sedangkan tabung tak kunjung disentuh.

Dinas Perhubungan baru mengeluarkan surat perintah pada Korindo untuk pengujian tabung pada 10 Agustus lalu, setelah Majalah Tempo menginvestigasi dugaan cacatnya tabung pada puluhan bus yang dipasok Korindo (Baca: Tabung Cacat di Bus Trans-Jakarta, Majalah Tempo edisi 24 September 2012). Selanjutnya, baru pekan lalu Korindo memastikan pengujian ulang kualitas tabung dilakukan mulai hari ini.

Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta, Azas Tigor Nainggolan, berharap pengujian ulang tabung tak hanya melibatkan produsen, tapi menyertakan lembaga independen. "Agar hasilnya bisa lebih terpercaya," katanya. Namun, hingga hari ini tim pemeriksa tabung hanya terdiri dari tiga tenaga ahli dari NK Korea.

AGUNG SEDAYU

Berita Terpopuler
Seperti Apa Impian Jokowi Soal Metromini?
Penyebar Foto Seksi Novi Terancam Pidana
Pagi Ini, Jokowi Nempel SBY di Kemayoran
Jokowi Pilih Lanjutkan Monorail
Hakim Yang Ditangkap di Hayam Wuruk Berinisial PW
Esemka untuk Mobil Dinas Jokowi Disiapkan


09.35 | 0 komentar | Read More

Pelantikan Jokowi-Ahok, Ini Pengalihan Jalannya

Written By prayudi syamsa on Senin, 15 Oktober 2012 | 09.35

Senin, 15 Oktober 2012 | 08:39 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Acara pelantikan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta berlangsung hari ini, Senin, 15 Oktober 2012. Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengeluarkan peraturan lalu lintas khusus untuk kawasan Jalan Kebon Sirih. Kebijakan ini bertujuan menunjang penyelenggaraan kegiatan tersebut dan menghindari kemacetan lalu lintas di sekitar gedung DPRD DKI Jakarta.

Tidak akan ada penutupan jalan secara mutlak. Namun, Dishub DKI Jakarta mengimbau pengguna jalan yang tidak berkepentingan agar menghindari Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, depan gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta, pada 15 Oktober 2012, pukul 08.00 sampai 12.00.

Para pengguna jalan yang berasal dari arah Jalan Kebon Sirih, depan Bank Indonesia, yang mengarah lurus menuju arah Tugu Tani, diarahkan belok kiri menuju Jalan M.H. Thamrin. Lalu berputar di Jalan Merdeka Barat, ke Jalan Merdeka Selatan, ke arah Jalan Ridwan Rais, kemudian ke arah Tugu Tani.

Sedangkan untuk pengguna jalan dari arah Jalan Agus Salim yang menuju arah Tugu Tani diarahkan melewati Jalan Wahid Hasyim, lalu ke Tugu Tani.

Bagi masyarakat yang menghadiri acara pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta bisa memarkirkan kendaraan di area parkir IRTI, di area Monumen Nasional.

TRIARTINING

Berita Lainnya:
Basuki Pilih Tinggal di Pluit daripada Rumah Dinas
Novi Amilia Pernah Jadi Sampul Seksi di Popular
Buku tentang Skandal Seks Elizabeth Taylor
@Triomacan2000 - @Benny_Israel Tak Lama Bertahan
Model Berbikini Itu Juga Penyanyi Dangdut


09.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger