Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

IGD Rumah Sakit Umum Persahabatan Terbakar  

Written By Unknown on Jumat, 02 November 2012 | 09.35

Kamis, 01 November 2012 | 21:10 WIB

TEMPO.CO, Jakarta -Ruang Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Persahabatan (RSUP), Jalan Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur, dilalap api. Kebakaran yang bersumber dari lantai tiga terjadi pukul 19.05.

"Tidak ada korban jiwa, pasien dalam keadaan aman karena sudah dievakuasi," kata Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Timur, Idris DN, Kamis 1 November 2012.

Saat kejadian, pasien yang dirawat di dalam rumah sakit dievakuasi ke tempat parkir dengan dibantu Dokter dan perawat. Diperkirakan kerugian akibat kebakaran ini sekitar Rp 50 juta.

Beruntung api cepat dipadamkan. Sekitar pukul 19.30 tim pemadam kebakaran berhasil memadamkan api dengan mengerahkan 6 unit mobil kebakaran. "Kebakaran diduga karena adanya konsleting listrik," ujarnya.

AFRILIA SURYANIS


09.35 | 0 komentar | Read More

Kak Seto Ingin Bahas Kota Ramah Anak dengan Jokowi  

Kamis, 01 November 2012 | 22:17 WIB

TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto berniat membahas Jakarta sebagai kota ramah anak dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi.

"Kami berharap apa yang sudah dicapai di Solo, nanti bisa diterapkan di Jakarta agar semakin menjadi kota ramah anak," kata Seto di Yogyakarta, Kamis 1 November 2012.

Solo dinobatkan sebagai kota layak anak pada awal Okober 2012 lalu. Seto berpandangan selama ini mantan walikota Solo tersebut memiliki visi yang bisa diandalkan. Sehingga tinggal menunggu realisasi. "Saat tawuran pelajar yang marak di Jakarta pun, Saya melihat pak Jokowi sudah melihat inti persoalannya, yakni pada ruang untuk anak muda dan pelajar menyalurkan dinamikanya," katanya.

Dalam beberap langkah Jokowi di mata Seto, yang mulai mendekati kalangan muda dan remaja, dinilai sudah tepat untuk mengarahkan generasi muda Jakarta ke dalam ruang positif. "Setidaknya pak Jokowi memahami, fenomena seperti tawuran itu adalah persoalan terbatasnya ruang gerak. Anak muda itu penuh dinamika. Jika ruang untuk menampungnya terbatas apalagi ditutup-tutupi maka meledak ke mana-mana jadi negatif seperti tawuran itu," kata dia.

Seto mengaku gagasan mewujudkan Jakarta sebagai kota ramah bagi anak sebelumnya telah dibicarakan dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.  "Dalam waktu dekat kami juga akan menemui pak Jokowi untuk membahas persoalan ini," kata dia.

Joko Widodo sebelumnya mengatakan banyaknya tawuran di Jakarta tidak akan bisa diselesaikan dalam satu dua hari. Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan DKI Jakarta menurutnya mesti memperbanyak ruang publik dan interaksi bagi para pelajar. "Diperlukan juga ruang kreatif buat mereka," kata dia.

PRIBADI WICAKSONO

BErita Terpopuler
Tiap Ditanya Soal Hambalang, Andi Ucapkan Kalimat Ini
Upeti DPR, Bambang Soesatyo Tanya BS ke Dahlan 
Jokowi Hidupkan Kembali Kerja Sama Jakarta-Bandung
3 Tersangka Simulator SIM Bebas 
1 dari 3 Warga Inggris Pernah Papasan dengan Hantu
Kebijakan Satu Anak di Cina Segera Dicabut 
Pemicu Bentrokan Lampung Versi Penduduk


09.35 | 0 komentar | Read More

Cara Aman Naik Taksi

Jum''at, 02 November 2012 | 05:17 WIB

TEMPO.CO , Jakarta:Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Nico Alfinta mengimbau masyarakat memperhatikan sejumlah hal agar naik taksi lebih aman. Pertama, "Naiklah di tempat ramai," kata dia, Kamis 1 November 2012.

Dia merekomendasikan penumpang naik taksi yang biasanya parkir berjajar di pusat perbelanjaan seperti mall. "Ada taksi yang biasa berderet menunggu penumpang," ucapnya.

Saat akan naik, penumpang menghafal nomor lambung serta perusahaan taksi tersebut. "Itu bisa memudahkan penyidikan," dia melanjutkan. Lalu, pastikan sopir taksi berseragam, dilengkapi kartu tanda pengenal di dashboard mobil. "Cocokkan wajah sopir dengan foto di kartu pengenal."

Sebab, dia menyebut, berdasar kasus yang pernah ditangani polisi, ada sopir taksi menggunakan jasa sopir tembak sebagai pengganti. "Sopir (asli) itu sendiri ingin tambahan. Jadi dia bawa mobil dari dua perusahaan. Salah satunya dia serahkan ke saudaranya yang ke Jakarta." Sopir pengganti inilah yang rawan menjadi pelaku modus kejahatan di taksi.

Gelagat sopir yang mencurigakan juga patut diwaspadai. "Sopir akan berhenti di jalan sepi, kurang lampu, jalan di luar kota, ataupun jalan kosong sehingga rekannya bisa masuk ke dalam dan ambil barang-barang penumpang," katanya. Pelaku membawa penumpang menuju ATM, dan meminta nomor pin dengan paksa. "Kartu kredit dibelanjakan sampai batas maksimal."

Nico meminta masyarakat ekstra hati-hati jika naik taksi dia atas pukul 19.00 malam hingga 03.00 pagi. "Itu jam-jam rawan." Imbauan waspada terutama dialamatkan pada penumpang perempuan. "Pola mereka, selalu cari yang lemah kedudukannya, cenderung menyasar wanita."

Dia mengklaim, polisi sudah bekerjasama dengan Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan untuk mengawasi perusahaan taksi. "Kami minta perusahaan mengontrol betul kartu keluarga dan KTP sopir sampai ke kelurahan, juga surat izin mengemudi yang bisa diketahui alamatnya."

Belakangan ini, modus kejahatan dalam taksi memang kembali mencuat. Tercatat dua kasus terjadi pada 27 Oktober tengah malam dan 28 Oktober dini hari. Masing-masing menimpa Michelle Widyawati serta ibunya, Erna Setyawati, dan Ratna Komalasari.

ATMI PERTIWI

Berita Terpopuler
Jokowi Hidupkan Kembali Kerja Sama Jakarta-Bandung
Rumah Mewah Kelapa Gading Kena Gusur
Pensiun, Mantan Kapolda Untung Ingin Bermesraan 
Ada Taman Mangga di Rusun Marunda
Mantan Kapolda Untung: Jakarta Ngeri-ngeri Sedap
Ada Demo di Bandara Soekarno-Hatta
Satpol PP Siap Buang Tradisi Bak-buk-bak-buk 
''2014, Jakarta Akan Mirip Shanghai''  


09.35 | 0 komentar | Read More

Hari Ini Jakarta Diguyur Hujan

Written By Unknown on Kamis, 01 November 2012 | 09.35

Kamis, 01 November 2012 | 07:11 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan akan turun di beberapa wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Kamis, 1 November 2012. Hujan diperkirakan mengguyur Ibu Kota dari siang hingga malam nanti dengan intensitas yang berbeda-beda.

Di Jakarta Pusat dan Jakarta Timur hujan dengan skala ringan akan turun dari siang hingga malam hari. Untuk wilayah Jakarta Selatan hujan dengan intensitas sedang akan turun pada siang hari kemudian berubah ringan pada malam hari.

Sedangkan di wilayah Jakarta Barat hujan hanya turun di siang hari dengan skala ringan sedangkan Jakarta Utara hujan ringan akan turun pada malam hari.

Di Kepulauan Seribu diprediksi turun hujan ringan pada siang dan malam hari. Sedangkan wilayah Depok hujan dengan intensitas sedang diperkirakan turun pada siang hari dan malamnya hujan ringan.

Untuk wilayah Tangerang hujan sedang akan turun pada siang hari dan Bekasi hujan hanya turun pada malam hari. Sedangkan untuk wilayah Bogor, hujan diprediksi turun sepanjang hari.

BMKG mencatat kelembaban udara pada awal pekan ini ada pada kisaran 64-95 persen dengan suhu 23-33 derajat celsius.

SYAILENDRA

Berita terpopuler lainnya:
Djoko Susilo Benarkan Ada Upeti untuk Senayan
Di Senayan, Ahok Pernah Ditawari Upeti
Soal Upeti, Dulu Anggota DPR Sopan-Sopan
Perwira TNI Juga Ikut Setor Upeti ke DPR
Lily Wahid Sebut Upeti di DPR Seperti Kentut
Penyertaan Modal Negara Jadi Modus Upeti BUMN


09.35 | 0 komentar | Read More

Ada Taman Mangga di Rusun Marunda

Kamis, 01 November 2012 | 05:40 WIB

TEMPO.CO , Jakarta: Butuh dua kali kunjungan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk memaksa Rumah Susun Sederhana Sewa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, bersalin rupa. Dalam kunjungan terakhirnya pada Jumat malam lalu, Jokowi kembali mengeluhkan kualitas rumah susun itu, yang dianggap masih buruk.

Didatangi lagi Selasa lalu, Tempo mendapati sebanyak 20 pekerja sedang berpacu dengan waktu di Cluster B. Sebagian bekerja dengan kuas dan rol untuk pengecatan ulang dinding rumah susun. Warna lama, yang didominasi cokelat, diganti dengan paduan biru langit dan biru tua.

Sementara mereka masih berjibaku di tiga dari sebelas blok yang ada, sebagian pekerja lainnya baru rampung dengan taman Pohon Mangga. Mereka beralih pada pembangunan pos keamanan di cluster tetangga, A.

Sebagian plafon dan kusen, yang sebelumnya banyak jebol dan hilang dicuri di Cluster B, juga utuh kembali. "Banyak yang harus diperbaiki. Kami berusaha cepat," kata satu penanggung jawab teknis Rusunawa Marunda, Otong, 47 tahun.

Otong mengatakan, dia diberi waktu 40 hari untuk menyelesaikan rehabilitasi. Maka, dia berfokus pada empat perbaikan, yaitu pengecatan bangunan, pembangunan pos keamanan, perbaikan taman, dan menyelesaikan instalasi listrik.

Fokus diarahkannya di dua cluster, A dan B. Sedangkan Cluster C ada kemungkinan akan terbengkalai karena belum ada serah-terima aset dari Kementerian Perumahan Rakyat ke Unit Pengelola Teknis Rumah Susun di bawah Dinas Perumahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Cluster C memang berkesan gelap. Begitu didekati, sejumlah dinding tampak berjamur dengan cat mengelupas di sana-sini. Sejumlah tiang besi juga tampak berkarat. "Banyak kabel hilang, besi dipotong, pintu dicuri. Banyak masalah di Cluster C," ujar Asri Hidayat, pengelola.

ISTMAN MP

Terpopuler:
Kemahalan, Biaya MRT di Jakarta 
SMAN 70 Ragu Pecat Siswa Tersangka Tawuran
Warga Mulai Resahkan Demo Buruh di Bekasi
Jakarta Utara Siap Hadapi Banjir
Warga Cisoka Protes Limbah Pabrik Tahu  


09.35 | 0 komentar | Read More

Ada Demo di Bandara Soekarno Hatta  

Kamis, 01 November 2012 | 09:18 WIB

TEMPO.CO, Tangerang - Sekitar ratusan warga yang tinggal di sekitar Bandara Soekarno-Hatta berunjuk rasa di depan pintu gerbang belakang (M1) di Jalan Marsekal Surya Darma Tangerang.

Warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pinggir Bandara (AMPB) ini memprotes kebiajakan pembuangan sampah yang dilakukan pengelola bandara, PT Angkasa Pura II. "Kami ingin manajemen bandara memperhatikan tuntutan kami sebagai warga pinggir bandara,"kata Ketua aliansi, Abdullah kepada Tempo, Kamis 1 November 2012.

Dalam unjuk rasa tersebut, lanjut Abdullah, warga mengajukan tiga tuntutan yakni supaya PT Angkasa Pura II memberi dana pinjaman untuk warga pinggir bandara, mengutamakan pengusaha pribumi dalam tender pembuangan sampah bandara, dan menuntut agar PT Angkasa Pura II tidak arogan.

Dari pantauan Tempo, anggota Kepolisian Resor Bandara tengah bersiap menghadang pengunjuk rasa. Sebanyak 1.000 personel yang terdiri dari dua kompi Brimob, empat Kompi Sabhara Polda Metro Jaya, dua kompi Dalmas Polres Bandara, dua kompi TNI dan anggota polres akan menghadang pengunjuk rasa di Jalan Marsekal Surya Darma.
 
AYU CIPTA

Berita terpopuler lainnya:
Di Senayan, Ahok Pernah Ditawari Upeti
Perwira TNI Juga Ikut Setor Upeti ke DPR
Lily Wahid Sebut Upeti di DPR Seperti Kentut
Penyertaan Modal Negara Jadi Modus Upeti BUMN


09.35 | 0 komentar | Read More

Kemahalan, Biaya MRT di Jakarta  

Written By Unknown on Rabu, 31 Oktober 2012 | 09.35

Rabu, 31 Oktober 2012 | 05:21 WIB

TEMPO.CO , Jakarta: Alokasi dana sebesar Rp 17 triliun untuk pembangunan satu koridor mass rapid transit rute Lebak Bulus-Stasiun Dukuh Atas dianggap terlalu mahal. Nilai itu setara Rp 940 miliar per kilometer atau hampir tiga kali lipat biaya yang dibutuhkan untuk proyek yang sama di Singapura jika dihitung dengan kurs dolar atas rupiah saat ini.

"Pemerintah DKI Jakarta harus mengevaluasi ulang proyek ini agar bisa mendapatkan harga yang murah," Direktur Eksekutif Masyarakat Transportasi Indonesia, Pandit Pranggana.

Menurut Pandit, salah satu penyebab biaya yang mahal di Jakarta adalah teknologi yang diadaptasi dari Jepang. Meski Japan International Cooperation Agency (JICA) meminjamkan 58 persen dari nilai dana total untuk proyek ini, Pandit menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa menyilangkan komponen pendukung MRT. "Misalnya mengadopsi teknologi dari Singapura atau Cina yang lebih murah," ujar Pandit.

Model manajemen yang akan diadopsi juga dianggap keliru. MRT Jakarta, menurut Pandit, memilih manajemen ala Land Transport Authority di Singapura, yang memisahkan antara operator dan pengembang di sekitar MRT, antara lain pertokoan dan bisnis.

Padahal, menurut Pandit, seharusnya pemerintah DKI mengadopsi sistem Hongkong Trans Authority. "Kalau dalam sistem Hongkong, laba dari bisnis properti juga bisa dinikmati oleh operator agar bisa menutup defisit anggaran," katanya.

Pemilihan model manajemen ini berefek pada pendapatan MRT. Jika menggunakan model manajemen dari Singapura, pendapatan non-tarif —seperti penyewaan tempat untuk pertokoan dan bisnis— akan sangat kecil, yakni hanya 7 persen dari nilai seluruh pendapatan. Adapun potensi dari pendapatan non-tarif bisa digenjot hingga mencapai 50 persen dari total nilai pendapatan, seperti yang terjadi di Hong Kong.

"MRT Hongkong pada 2005 memperoleh pendapatan non-tarif sebesar HK$ 7 miliar atau sekitar Rp 8,6 triliun," kata Pandit.

Pemerintah, menurut dia, seharusnya jeli menangkap peluang dalam pembangunan MRT, terutama dalam sektor properti. Jika menggunakan model Singapura, pemerintah DKI akan sulit menutup subsidi biaya operasional Rp 85 miliar per tahun selama 10 tahun. Jika peluang itu tidak ditangkap, pemerintah bisa keteteran membayar utang ke JICA.

Direktur Keuangan dan Administrasi PT MRT Jakarta, Erlan Hidayat, menyatakan akan mengkaji masukan dari MTI. Namun, dia menyatakan biaya yang selama ini diketahui, yakni sebesar Rp 17 triliun, hanyalah plafon pinjaman dari JICA. "Biaya yang dikeluarkan nantinya tidak akan sebesar itu, yang jelas lebih murah," katanya.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meminta PT MRT mempresentasikan ulang proyek MRT. Proyek yang semestinya sudah memasuki tahap tender tahap pertama ini sebelumnya sudah dibekukan.

SYAILENDRA | SUTJI DECILYA | NURHASIM

Terpopuler:
Alasan Angkot Kalah Pamor dengan Motor 
Kabupaten Tangerang Bangun Terminal Utama
Seluruh Puskesmas Jakarta Akan Pakai CCTV 
Kondisi Novi Amilia Membaik Setelah Detoksifikasi
Hujan Ringan Guyur Jakarta Siang Hari


09.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger