Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Ini Alasan Preman Tenabang Kejar Manajer Pasar

Written By Unknown on Selasa, 13 Agustus 2013 | 09.35

TEMPO.CO, Jakarta - Suasana di Blok F Tanah Abang, Jakarta Pusat, sudah kembali pulih pasca keributan antara Satpol PP dengan pemuda setempat, Senin 12 Agustus 2013 pagi. Sekumpulan pemuda yang menamakan diri sebagai 'anak wilayah' sempat menolak aksi penertiban pedagang kaki lima di sekitar lokasi kejadian dan mengejar Manajer Unit Pasar Besar Tanah Abang, Aminton Siagian. Beruntung, Aminton masih sempat melarikan diri.

Budi, seorang pedagang pakaian di Blok F, mengaku para pemuda yang dikomandoi M. Dahlan segera "balik kanan" setelah Satpol PP mundur dari Blok F. "Mereka langsung bubar," kata pria 40 tahun itu kepada Tempo, Senin, 12 Agustus 2013.

Menurut Budi, sikap Dahlan --yang menamakan diri Ketua Advokasi Tanah Abang-- menolak relokasi karena mereka menilai tindakan yang dilakukan Satpol PP tidak tepat. Sebab, pedagang tidak berjualan di sekitar bahu jalan seperti di kawasan sekitar Blok G. "Mereka datang ke sini supaya sama-sama kita mencari solusi," kata pria itu.

Di tempat yang sama, Syarifuddin Z., petugas keamanan Blok F, mengatakan aksi yang dilakukan Dahlan cs bukan sesuatu yang telah direncanakan. "Itu sebatas spontanitas," ujar pria berambut cepak itu. "Karena ini  bukan tempat untuk relokasi pedagang kaki lima."

Sementara Camat Tanah Abang, Hidayatulloh mengatakan semua bangunan yang tidak memiliki ijin legal untuk dibongkar. "Gak ada cerita disana ga dibongkar, nanti bisa menimbulkan kecemburuan sosial," kata Hidayatulloh.

Menurut pantauan Tempo, sampai Senin 12 Agustus 2013, lapak yang dibongkar Satpol PP baru sebagian dan semuanya adalah warung makan. Terpal yang menjadi atap dirobohkan dan ditumpuk tidak jauh dari lokasi. Sementara lapak-lapak yang berada di depannya tetap tegak berdiri.

SINGGIH SOARES

Topik Terhangat:
Arus Balik Lebaran | Ahok vs Lulung | Sisca Yofie | Penembakan Polisi | Bom Vihara Ekayana

Berita Terpopuler:
Kisah Pembunuhan Sisca Yofie Versi Pelaku
Haji Lulung Tak Mau Lagi Diadu dengan Ahok
Ayah Pembunuh Sisca Yofie Menyesal dan Malu
Eggi Sudjana Mengeluh Jarang Diwawancara Wartawan
Ini Kejanggalan Pengakuan Pembunuh Sisca Yofie 


09.35 | 0 komentar | Read More

Tembak 9 Pelaku Kejahatan, Ini Kata Kapolres

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Komisaris Besar Mulyadi Kaharni membantah adanya instruksi khusus dari Polda Metro Jaya untuk menembak para pelaku kejahatan.

"Tidak ada seperti itu (intruksi). Tindak tegas (penembakan) dilakukan karena melihat situasi dan kondisi di lapangan," kata Mulyadi saat ditemui Tempo di Mapolres Jakarta Timur, Senin, 12 Agustus 2013.

Mulyadi menjelaskan, tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan dilakukan karena mereka dinilai membahayakan petugas. "Situasi di lapangan seperti apa, kalau dia membahayakan petugas dengan melawan pakai senjata api, maka kami tembak. Seperti di Ciracas, pelaku mengacungkan pistol ke warga, karena itu petugas menembaknya," ujarnya.

Menurutnya, operasi khusus yang digelar selama bulan puasa hingga pasca-Lebaran ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan di wilayah Jakarta Timur. "Ini memang operasi khusus untuk mengantisipasi tindak kejahatan yang marak terjadi selama bulan Ramadan. Jadi, anggaran khusus, waktu kerja khusus, dan tentunya ada target dari operasi ini. Saya rasa pekerjaan anggota di lapangan sudah menunjukkan hasil," kata Mulyadi.

Mulyadi juga menegaskan, setelah operasi khusus ini selesai digelar, pengamanan dan antisipasi akan terus dilakukan dengan patroli dan penempatan petugas di sejumlah titik. Berdasarkan pemetaan operasi khusus, ada dua wilayah kecamatan yang termasuk dalam peta rawan kejahatan yakni Kecamatan Pulogadung dan Cakung.

Selama Ramadan hingga Lebaran ini, Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur telah menembak sembilan pelaku tindak kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Jakarta Timur. Tujuh dari sembilan pelaku yang ditembak tersebut tewas ditembak.

Kepala Reserse Kriminal Polres Jakarta Timur, Ajun Komisaris Besar M. Saleh mengatakan enam pelaku yang ditembak saat melakukan pencurian kendaraan bermotor. Sementara tiga lainnya merupakan anggota sindikat pencurian rumah kosong.

"Untuk sindikat pencurian kendaraan bermotor, kami sergap di lokasi dan waktu berbeda. Sedangkan tiga sindikat rumah kosong di wilayah Ciracas," kata Saleh saat ditemui di Mapolres Jakarta Timur. "Dua pelaku ranmor yang masih hidup sedang menjalani perawatan di RS Polri, dan kasusnya akan dikembangkan."

Para tersangka yang tewas ditembak adalah Riki alias Landak, 33 tahun, dan Nurohim alias Rohim, 37 tahun, dalam kasus ranmor di Cipayung; Ferry Ardiansyah, 23 tahun, kasus ranmor di Cipinang Muara, Jatinegara; Samai Carwono, kasus ranmor di Jalan Bekasi Timur IV Cipinang Besar Utara, Jatinegara; dan tiga pelaku sindikat pencurian di Ciracas, yakni Hariyadi, Andi Wijaya, serta Agus Tri Santo. "Kejadian pencurian di Ciracas ini paling menonjol. Dan saat kejadian itu petugas patroli ada di lokasi," kata Saleh.

Saleh menjelaskan, penembakan dilakukan petugas karena pelaku berusaha melawan dengan senjata api dan hendak melarikan diri saat akan ditangkap. "Sesuai prosedur, petugas langsung melumpuhkan pelaku dengan timah panas," ujarnya.

AFRILIA SURYANIS

Topik Terhangat:
Arus Balik Lebaran | Ahok vs Lulung | Sisca Yofie | Penembakan Polisi | Bom Vihara Ekayana

Berita Terpopuler:
Kisah Pembunuhan Sisca Yofie Versi Pelaku
Haji Lulung Tak Mau Lagi Diadu dengan Ahok
Ayah Pembunuh Sisca Yofie Menyesal dan Malu
Eggi Sudjana Mengeluh Jarang Diwawancara Wartawan
Ini Kejanggalan Pengakuan Pembunuh Sisca Yofie 


09.35 | 0 komentar | Read More

Kapolda Metro Minta Polisi Tak Jalan Sendirian

TEMPO.CO, Jakarta - Penembakan dua petugas polisi di wilayah Polda Metro Jaya dalam sebulan terakhir ini membuat polisi meningkatkan kewaspadaan. Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Putut Eko Bayuseno telah merilis instruksi khusus untuk mengantisipasi teror atas petugas keamanan ini.

"Kapolda minta seluruh anggotanya ketika berangkat dan pulang malam dan dini hari tidak mengenakan atribut kepolisian," kata juru bicara Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, Senin 12 Agustus 2013.

Selain itu, semua polisi juga diminta tidak bertugas sendirian. "Ini sebagai antisipasi," kata Rikwanto.  Dua polisi yang tertembak adalah Aiptu Dwiyatna, 50, dan Aipda Fatah Saktiyono, 53. 

Sebelumnya juru bicara Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Ronny Franky Sompie mengatakan kalau polisi sedang berupaya membuat sketsa wajah tersangka pelaku penembakan-penembakan itu. Dasarnya adalah hasil rekaman dari tiga kamera CCTV di sekitar dua tempat kejadian perkara itu.

Sejauh ini, diduga para pelaku memilih korbannya secara acak. Siapapun, asal polisi, berisiko jadi korban. Polisi menemukan ada kesamaan modus dari dua penembakan polisi yang sudah terjadi.

RIZKI PUSPITA SARI

Topik Terhangat:
Arus Balik Lebaran | Ahok vs Lulung | Sisca Yofie | Penembakan Polisi | Bom Vihara Ekayana

Berita Terpopuler:
Kisah Pembunuhan Sisca Yofie Versi Pelaku
Haji Lulung Tak Mau Lagi Diadu dengan Ahok
Ayah Pembunuh Sisca Yofie Menyesal dan Malu
Eggi Sudjana Mengeluh Jarang Diwawancara Wartawan
Ini Kejanggalan Pengakuan Pembunuh Sisca Yofie  


09.35 | 0 komentar | Read More

Pendatang di Tangerang Selatan Bertambah 12 Ribu  

Written By Unknown on Senin, 12 Agustus 2013 | 09.35

Calon pemudik yang akan menggunakan jasa penerbangan udara saat berada di Terminal 1B Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, (2/8). Puncak arus mudik di Bandara Soekarno Hatta diprediksi terjadi pada H-2 lebaran. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Dinas Kependudukan Catatan Sipil Tangerang Selatan memprediksi jumlah warga pendatang setelah Hari Raya Idul Fitri tahun ini mengalami peningkatan hingga 12 ribu jiwa. Perkiraan penambahan ini mengacu pada arus urbanisasi setelah musim Lebaran pada 2012 yang mencapai 8.300 jiwa.

"Jumlah tersebut merupakan satu persen dari total jumlah penduduk di Kota Tangsel yang mencapai 1,2 juta jiwa," ujar Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil Tangerang Selatan Toto Sudarto, Ahad, 11 Agustus 2013.

Toto mengatakan, Kota Tangerang Selatan masih menjanjikan dan bagai magnet bagi para kaum urban untuk mengadu nasib. Menurut dia, hal tersebut sudah menjadi tradisi di berbagai daerah. Banyak warga yang hijrah ke wilayah penyangga Ibu Kota untuk mencari pekerjaan.

"Kami tidak melarang para pendatang untuk tinggal di Kota Tangsel," ujar dia. Namun, kata dia, para pendatang harus jelas administrasi kependudukannya dan juga jelas pekerjaannya.

Tak hanya itu, ujar Toto, warga pendatang yang ingin mencari pekerjaan harus memiliki kompetensi sehingga tidak menjadi beban bagi pemerintah daerah setempat yang bisa menambah masalah sosial. "Kompetensi pendidikan dan keterampilan serta tujuan mencari lapangan kerja sehingga tidak menjadi pengangguran di Tangerang Selatan," kata Toto.

Kepala Bidang Kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangsel, Yusuf Ismail, mengatakan pertambahan jumlah penduduk saat arus balik Lebaran setiap tahunnya terus meningkat cukup signifikan. "Mayoritas warga pendatang ini karena ingin mencari pekerjaan," kata Yusuf.

Yusuf mengatakan, kaum urban yang datang pada 2011 mencapai 5.000 orang, sedangkan pada 2012 bertambah menjadi 8.300 orang. "Pendatang baru akan didata. Dan jika tidak memiliki pekerjaan jelas akan disarankan untuk kembali ke daerah asalnya," ujar Yusuf.

JONIANSYAH



09.35 | 0 komentar | Read More

H+3 Lebaran, Kawasan Puncak, Bogor, Macet Total

TEMPO.CO, Bogor - Tiga hari pasca Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah, ratusan ribu kendaraan yang kebanyakkan berasal dari Jakarta memacetkan sejumlah ruas jalan di wilayah Bogor.  

Berdasarkan data yang dihimpun petugas Satuan Lalu Lintas Polisi Resor Bogor dalam kurun empat hari mulai dari H-1 hingga H+2 Lebaran, jumlah kendaraan yang keluar melalui jalan Tol Jagorawi via Gerbang Tol (GT) Ciawi, tercatat sebanyak 113 ribu unit kendaraan roda empat  yang menuju kawasan Puncak dan 117 ribu unit kendaraan yang meninggalkan kawasan Puncak.

"Jumlah ini belum termasuk jumlah kendaraan yang masuk kawasan Puncak melalui ruas jalan Kota Bogor dan masyarakat yang menggunakan sepeda motor. Itu bisa mencapai dua kali lipat dari mobil," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polisi Resor Bogor Ajun Komisaris Muhamad Chaniago, Minggu 11 Agustus 2013.

Ia mengatakan, tidak seimbangnya volume kendaraan yang masuk dengan ruas jalan di kawasan Puncak mengakibatkan kemacetan yang cukup parah sejak pagi hingga siang hari. Mobil mengular sepanjang 11 kilometer.

"Kemacetan ini disebabkan tak seimbangnya volume kendaraan dengan kapasitas badan jalan di ruas Puncak sehingga membuat arus lalu lintas beberapa lokasi sempat mengunci dan macet total," tutur dia.

Menurutnya, lokasi-lokasi yang terpantau padat dengan kemacetan kendaraan itu adalah selepas tol Ciawi hingga kawasan simpang Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua.

Bahkan di simpang pos polisi 2 Gadog, Ciawi, terjadi kemacetan total karena ribuan kendaraan dari arah tol Ciawi dan Bogor saling bertemu di simpang Gadog.

"Kami pun terpaksa harus memberlakukan sistem one way (satu arah) karena kendaraan roda dua dan roda empat saling serobot menuju Puncak," kata dia

Tak hanya itu, kemacetan juga diakibatkan banyaknya masyarakat yang beristirahat makan dan mencari oleh-oleh dengan cara memarkirkan kenadraanya hingga badan jalan plus pedagang kaki lima berjualan di tepi jalan.

Sejumlah tempat wisata di wilayah Bogor juga dipadati puluhan ribu pengunjung asal Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Kepadatan juga terlihat di tempat wisata satwa Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Kabupaten Bogor. Ratusan kendaraan mengantre hingga pintu loket. "Jumlahnya puluhan ribu," kata Humas TSI Yulius Suprihardo, Ahad 11 Agustus 2013.

Sementara itu, di Jungle Land, Sentul, juga dipadati sedikitnya 10 ribu kendaraan setiap harinya. "Kami sengaja perpanjang jam operasi dari pukul 09.00 hingga pukul 19.00 WIB," kata juru bicara Jungle Land, Minia Marus.

M SIDIK PERMANA


Topik Terhangat:
Arus Balik Lebaran | Ahok vs Lulung | Sisca Yofie | Penembakan Polisi | Bom Vihara Ekayana

Berita Terpopuler:
Mabes Polri: Ada yang Mengaku Pembunuh Sisca Yofie 
Sebelum Tewas, Sisca Yofie Datangi Penjahit 
5 Isi SMS yang Paling Buruk
Ditangkap, Sopir Koantas Terguling Mengaku Kernet 
Sisca Yofie Mengaku Punya Butik


09.35 | 0 komentar | Read More

KPU Banten Ambil Alih Pilkada Kota Tangerang

TEMPO.CO, Tangerang - Komisi Pemilihan Umum Banten mengambil alih penyelenggaraan pemilihan wali kota dan wakil wali kota Tangerang setelah Ketua KPU Kota Tangerang beserta tiga anggota KPU lainnya diberhentikan sementara dari jabatannya.

Pemberhentian sementara anggota KPU Kota Tangerang tersebut merupakan sanksi yang dijatuhkan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena dinilai melanggar kode etik pemilu dengan tidak meloloskan dua pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang. "Saat ini KPU Banten mengambil alih seluruh proses pelaksanaan Pilkada Kota Tangerang," ujar Ketua KPU Banten, Agus Supriatna, Senin 12 Agustus 2013.

Sesuai keputusan DKPP, kata Agus, Ketua KPU Tangerang dan tiga anggota KPU lainnya diberhentikan sementara sampai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang terpilih.

Komisioner KPU Tangerang yang dikenakan sanksi adalah Syafril Elain (Ketua KPU Kota Tangerang), dan tiga anggota KPU Tangerang: Munadi, Adang Suyitno dan Edy S Hafas. Mereka terbukti melakukan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis DKPP, Jimly Asshiddiqie di gedung DKPP, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa 6 Agustus 2013.

Putusan DKPP ini merupakan buntut dari laporan bakal pasangan calon Ahmad Marju Kodri (AMK)-Gatot Supriyanto dan pasangan calon Arief R Wirmansyah-Sachrudin ke DKPP. Sebelumnya kedua pasangan itu dinyatakan tidak lolos oleh KPU Tangerang.

Keputusan DKPP membuat pasangan AMK-Gatot dan pasangan Arief-Sachruddin berhak ikut di Pilkada Tangerang, bersama tiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota lainnya yang sebelumnya telah dinyatakan lolos.

Meski telah mengambil alih, KPU Banten tidak akan mengubah jadwal  Pilkada Kota Tangerang. Pilkada Kota Tangerang tetap digelar pada 31 Agustus 2013 dan kampanye sesuai jadwal dilaksanakan selama dua minggu sejak 14 hingga 24 Agustus.

JONIANSYAH


Terhangat:

Arus Balik Lebaran | Ahok vs Lulung | Sisca Yofie

Baca juga:
5 Isi SMS yang Paling Buruk
Bang Ucu Datang, Penjagalan Tenabang Dibongkar
Sisca Yofie Mengaku Punya Butik
Kasus Hercules Dikaitkan ke Rekening Gendut Polisi


09.35 | 0 komentar | Read More

Pengacara: Hercules Bukan Orang Liar

Written By Unknown on Minggu, 11 Agustus 2013 | 09.35

TEMPO.CO , Jakarta:Hercules Rozario Marshal, 45 tahun, telah ditahan sejak 4 Maret 2013. Ia adalah terpidana kasus melawan aparat penegak hukum yang sedang apel. Pada 3 Agustus 2013 di saat ia bebas, pria kelahiran Timor-Timur ini kembali ditangkap oleh Polres Metro Jakarta Barat. Ketua Gerakan Rakyat Indonesia Baru ini diduga melakukan pemerasan dari 2006 hingga 2013 di Jakarta Barat.

Namun, pengaca Hercules, Boyamin Saiman membantah kliennya sebagai orang liar. Hercules, kata dia, memiliki bisnis jelas di beberapa bidang seperti properti, perikanan, pendidikan, dan jasa keamanan. Hercules adalah Komisaris Utama di PT Titu Harmoni. Di perusahaan tersebut, Hercules mempekerjakan 200 karyawan untuk mengamankan ruko-ruko.

Di bidang pendidikan, Hercules adalah pemilik tunggal Lembaga Pendidikan Kejuruan Saint Mary di Jalan AM Sangaji, Kelurahan Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat. "Selain itu, ia juga bermain di bisnis jual-beli ikan segar yang memasok beberapa pasar domestik," kata Boyamin saat ditemui setelah membesuk Hercules di Markas Polda Metro Jaya pada Sabtu, 9 Agustus 2013.

Belum lagi, lanjut Boyamin, Hercules adalah makelar tanah yang ulung di Jakarta. Dari situ, Hercules memetik keuntungan yang relatif besar. "Belum lagi dengan berbagai bisnis kerja sama dengan partner-partnernya," tutur Boyamin. Sehingga, lanjut Boyamin, dalam satu bulan Hercules bisa mengantongi kurang lebih Rp 500 juta.

Oleh sebab itu, ia menolak jika kliennya disebut sebagai orang liar atau preman yang memeras. "Yang terjadi justru banyak ruko yang mengajukan agar masuk dalam prioritas keamanan Hercules," ucapnya. Sehingga, ia menganggap tidak ada istilah pemerasan di sana. Ini lantaran memang sudah ada klausul perjanjian dari dua belah pihak. "Ada bayaran untuk setiap keringat yang dikeluarkan."

Kepala Polisi Resort Jakarta Barat, Komisaris Besar Polisi M Fadil Imran mengatakan bahwa sejak 2006 kepolisian sudah menerima empat pelapor terkait kasus pemerasan dan pencucian uang yang melibatkan Hercules.

MUHAMMAD MUHYIDDIN


09.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger