Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Polisi Kantongi Hasil Visum Anak Panti Samuel

Written By Unknown on Minggu, 02 Maret 2014 | 09.35

TEMPO.CO , Jakarta -- Sebanyak 17 anak panti asuhan Samuel telah divisum atas dugaan kekerasan yang dilakukan oleh pemilik panti asuhan.

"Mereka telah divisum lengkap atas dugaan kekerasan yang dilakukan pemilik panti asuhan Samuel," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak Aris Merdeka Sirait saat dihubungi Tempo, Sabtu, 1 Maret 2014. Dia mengaku tidak tahu apa hasil visum tersebut karena merupakan kewenangan kepolisian untuk penyidikan. (baca: 10 Anak Panti Samuel Bersaksi di Polda)

Selain melakukan visum, kata Arist, Polda Metro Jaya juga telah mengadakan olah tempat kejadian perkara. Dari olah TKP tersebut, pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti yang diduga digunakan untuk melakukan kekerasan fisik berupa sabuk gesper dan pecahan keramik.

Pada Senin, 24 Februari 2014 lalu Arist membawa 12 anak dari sebuah Panti Asuhan di Sektor 6, Blok GC, Gading Serpong, Banten. Lalu pada Kamis malam, 27 Februari 2014 kemarin, Arist kembali mengevakuasi dua bayi perempuan yang sedang sakit. Tindakan ini dilakukan setelah Komisi menerima laporan dariwarga sekitar panti yang melihat anak-anak panti Samuel mengamen. "Laporannya saya terima pada 11 Februari, saya langsung melakukan investigasi." (baca:Panti Asuhan Samuel Gugat Komnas Perlindungan Anak dan  Bakal Dituntut Panti Samuel, Ini Kata Komnas PA)

AMIRULLAH


09.35 | 0 komentar | Read More

Debit Sungai Naik, Bekasi Waspada Banjir

Sejumlah warga melintasi banjir di Perumahan Bumi Nasio Indah, Jatiasih, Bekasi(18/4). Tempo/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Bekasi - Debit Kali Bekasi mengalami kenaikan setelah mendapatkan kiriman air dari wilayah Bogor. Akibatnya, warga perumahan di Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi mulai waspada banjir.

Menurut Sekretaris Rukun Warga 8, Perumahan Pondok Gede Permai, Kelik Widhiyanto, Tinggi Muka Air (TMA) di Kali Bekasi sudah mencapai 400 sentimeter. Posisi air, kata dia, 40 sentimeter lebih tinggi dari jalan.  "Tapi, air belum sampai masuk ke rumah," kata Kelik kepada Tempo, Ahad dini hari, 2 Maret 2014.

Kelik mengatakan sejauh ini perumahan tersebut belum kena banjir. Warga hanya menetapkan status banjir di tingkat waspada. Belum ada warga yang mengevakuasi barang atau kendaraan ke tempat lebih tinggi. Namun warga terus mencermati kondisi melalui Pos Pemantau Cikeas Cileungsi bentukan warga. "Debit Kali Bekasi bisa terus naik," ujar Kelik.

Pada akhir pekan lalu, Perumahan Pondok Gede Permai diterjang banjir setinggi 3 meter akibat luapan Kali Bekasi. Peristiwa tersebut mengagetkan warga karena banjir datang dengan cepat. Sebanyak 1.200 rumah terendam banjir hanya dalam waktu satu jam. Akibatnya, banyak barang warga tak terselamatkan.

Ketua Taruna Siaga Bencana Kota Bekasi, Engkus Kustara, mengatakan status waspada banjir masih berlaku hingga akhir Maret 2014. Karena itu, apabila sewaktu-waktu terjadi musibah banjir, Taruna Siaga siap membantu evakuasi warga. "Cuaca sulit diprediksi, sehingga kami siapkan semuanya untuk membantu warga," kata Engkus.

ADI WARSONO

Berita Terpopuler
10 Sentilan KPK Soal KUHAP yang Bikin SBY Panas 
Kisah Djajeng Pratomo di Kamp Nazi ( 1 )
Ini Kata Megawati ke Risma dan Wisnu 
Microsoft Mau Gratiskan Windows ?  


09.35 | 0 komentar | Read More

Ahok Akan Cek Bus Transjakarta Yang Terbakar

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan pihaknya akan mengecek operator bus Transjakarta yang terbakar. "Nanti kami cek, operatornya itu yang akan kami cek," kata Ahok, sapaan Basuki, usai menghadiri acara bertajuk Reformis Hibrida Reformis Horizontal, di Ballroom Djakarta Theater, Sabtu, 1 Maret 2014.

Sebelumnya, di hari yang sama, yaitu pada Sabtu, 1 Maret 2014, ada dua insiden terbakarnya bus Tranjakarta. Lokasi dua bus Transjakarta yang terbakar itu berada di depan Rumah Sakit Royal Taruma, Grogol, Jakarta Barat, dan di dekat Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

Pantauan TMC Polda Metro Jaya, pada pukul 08.03, Sabtu, 1 Maret 2014 bus Transjakarta bernomor polisi B 7473 IX terbakar pada bagian mesin belakang. Lokasinya berada di Jalan Daan Mogot, Grogol, Jakarta Barat. Sore harinya, sekitar pukul 17.42, bus Transjakarta articulated bernomor polisi B 7569 TGA terbakar pada bagian yang sama di depan Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Menanggapi hal ini, Ahok mengaku akan segera melakukan pengecekan. "Kami masih cek, soalnya kan barang-barang ini kan bahaya," ujarnya. "Kami akan cek, karena itu punya operator."

REZA ADITYA

Berita Terpopuler
Siswa SMA 6 Bulungan Dibacok di Depan Sekolah
Akhir Pekan, Warga Jakarta Naik Bus Tingkat 
Penahanan Istri Jenderal Tergantung Penyidik
Anna Tarigan Lihat Kekerasan di Panti Samuel


09.35 | 0 komentar | Read More

Ahok: Biar Nyahok, Calo Rusun Dibui 15 Tahun Saja

Written By Unknown on Sabtu, 01 Maret 2014 | 09.35

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan sudah mendapati oknum pegawai pemerintah DKI yang menjadi calo penyewaan rumah susun sederhana. Namun Ahok tidak menyebutkan identitas pegawai negeri sipil (PNS) tersebut. "Kami sudah dapat dan terus kumpulkan," katanya di Balai Kota, Jumat, 28 Februari 2014.  (Baca: Polisi Belum Endus Mafia Rusun)

Ahok mengatakan pegawai tersebut bakal diserahkan ke lembaga penegak hukum. Mungkin, kata dia, PNS itu dijerat dengan pasal tindak pidana korupsi karena memperjualbelikan aset negara. "Soalnya, kalau hanya dijerat dengan pasal jual-beli (penggelapan dalam KUHP) dia hanya kena denda maksimal Rp 50 juta," ujar Basuki.

Dia melanjutkan, saat ini pemerintah DKI masih mengumpulkan bukti. "Kami juga mesti menyamakan persepsi dengan inspektorat, kepolisian, dan kejaksaan," ujarnya. Koordinasi ini, kata Ahok, perlu dilakukan untuk memastikan para calo bisa dijerat hukum pidana dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. "Biar nyahok aja dia dipenjara 15 tahun."

Kasus ini terungkap setelah 44 unit Rumah Susun Sederhana Pinus Elok ditempati penghuni liar. Untuk membongkar kasus komersialisasi rusun pemerintah ini, DKI melibatkan Inspektorat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, dan Direktorat Jenderal Pajak.


REZA ADITYA

Terpopuler
Adang Ruchiatna: Risma Cengeng, Nangis di TV
Ketua MUI: Saya Boleh Terima Gratifikasi
Disangka Teroris, Daniel Sitorus Ditahan Brunei
Sejumlah Pejabat Terlihat Muram Setelah Bertemu Risma
Timnas U-19 Akan Jajal Stadion 'San Siro' Bekasi


09.35 | 0 komentar | Read More

Kisah Tragis Dua Bayi Panti Asuhan Samuel

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Nasional Anak Arist Merdeka Sirait, Kamis malam 27 Februari 2014 mengevakuasi dua bayi perempuan penghuni Panti Asuhan Samuel yang diduga melakukan kekerasan dan penelantaran. "Kami jemput tadi malam dari rumah sakit Betsaida, Serpong, Tangerang untuk kemudian ditempatkan di Rumah Aman milik Kementerian Sosial," kata dia di kantornya, Jumat, 28 Februari 2014. (Baca: Panti Samuel Ditutup Sementara)

Kedua bayi ini dirawat karena saat ditemukan di panti kondisinya memprihatinkan. Kedua bayi perempuan berinisial F, 1,5 tahun dan M, 7 bulan, menderita demam tinggi. "Setelah diperiksa di rumah sakit, ketahuan kalau F menderita radang paru-paru, sedangkan M sakit demam," katanya. (Baca: Bakal Dituntut Panti Samuel, Ini Kata Komnas PA)

Arist menduga, keduanya sakit karena buruknya perawatan di panti. Menurutnya, dua bayi itu bercampur dengan 28 anak lain yang lebih tua dalam satu rumah, dan diurus hanya oleh seorang pembantu rumah tangga. Adapun terkait penyakit F, Arist memperkirakan radang paru-paru itu akibat para bayi jika malam hari hanya tidur di matras tipis. "Mereka bermain di lantai, tidur juga di lantai, jadi sakit." Kondisi serupa juga dialami 10 balita lainnya.

Bayi F sakitnya memang paling parah. Sementara anak-anak yang lain kondisinya memprihatinkan, kurus, dan ditemukan sejumlah luka. Itu sebabnya Arist mencurigai ada tindak kekerasan di dalam panti.

Tempo menemui F dan M yang ditemani Sumini, 59 tahun, sang pengasuh sekaligus pembantu di sana serta P, remaja penghuni panti yang juga dievakuasi Arist pada 27 Februari 2014 lalu. Kedua balita itu tampak kurus, namun terlihat cukup sehat. Keduanya berkulit putih, dan lahap meminum susu serta biskuit bayi.

"Mereka nanti dibawa ke rumah aman, selanjutnya mereka akan dirawat oleh Kementerian Sosial, tapi yang jelas tidak akan dikembalikan ke Panti Samuel," ujar Aris. (Baca: Dinas Sosial Siap Tampung Anak Panti Asuhan Samuel)

Kisah F dan M sebelum terdampar di Panti Samuel  sangat tragis. F merupakan anak dari sepasang suami-istri di Tangerang. Dia diambil dari rumah sakit karena orang tuanya pergi begitu saja setelah dia dilahirkan. Bayi F ditelantarkan karena orang tuanya enggan mengakui anak perempuan itu, akibat tangan kiri F cacat. Sedangkan, bayi M, menurut Sumini ditemukan di sebuah tempat sampah di daerah Tangerang, tujuh bulan lalu. (Baca: Anak-anak Panti Asuhan Samuel Dipindah ke Jakarta)

PRAGA UTAMA


09.35 | 0 komentar | Read More

UI Pernah Temukan Ganja di Toilet Perpustakaan

TEMPO.CO, Depok -- Universitas Indonesia sebelumnya menemukan ganja kering di dalam toilet priya Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia. Kepala Sub Diretorat Pembinaan Lingkungan Kampus (PLK) UI Dadan Erwandi mengatakan ganja itu ditemukan oleh seorang cleaning service yang sedang membersihkan toilet dua bulan yang lalu.

"Dua bulan lalu memang ada penemuan ganja di toilet Perpustakaan, satu lintingan kecil," kata Dadan ketika ditemui di kantornya, Jumat 28 Februari 2014. Meski begitu, Dadang mengaku hingga saat ini tidak diketahui siapa pemilik ganja itu.

Seperti diberitakan, Kasubnit I Subdit I Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Mabes Polri Komisaris Deddy mengatakan dari 550 kilogram ganja yang datang dari Aceh, ada 200 kilogram diedarkan di Depok. Sekitar 116 kilogram di antaranya telah beredar di area Universitas Indonesia dan Universitas Pancasila. Hal itu terungkap dari keterangan tiga tersangka yakni TF, AJ, dan AN yang telah ditangkap.

Dadan menuding pemilik ganja itu adalah pengunjung luar. Karena area kampus merupakan kawasan terbuka dan bisa diakses siapapun. Dadan menyanggah jika penemuan ganja itu terkait dengan kasus peredaran ganja yang diungkap Bareskrim Mabes Polri. "Kalau di lapangan kami selalu patroli dan tidak ditemukan," katanya.

Menurut Dadan, bandar besar yang ditangkap Mabes Polri itu hanya memanfaatkan situasi kampus saja. "Saya menduga hanya untuk transit saja," katanya. Meski sudah mengetahui soal pemberitaan peredaran ganja itu, Dadan mengaku belum tahu pasti. "Karena kami juga tidak menerima laporan di mana lokasi pasti mereka mengedarkan."

Menurut Dadan, kasus penemuan ganja itu kemudian dilaporkan ke BNN Kota Depok. Mereka juga sudah menyerahkan barang buktinya agar BNN bisa menindak lanjuti. "Kami serahkan ke BNN kota Depok yang kebetulan berkunjung ke PLK," katanya (Baca: Ada Bilik Khusus Mengisap Ganja di Madura dan Tanam Ganja di Kebun, Pemuda Bandung Ditangkap)

ILHAM TIRTA


09.35 | 0 komentar | Read More

Jokowi Ditagih Ihwal Kampung Deret Manggarai  

Written By Unknown on Jumat, 28 Februari 2014 | 09.35

TEMPO.CO, Jakarta - Program kampung deret yang dicanangkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sudah mulai menunjukkan hasil. Proyek percontohan yang dibangun di Petogogan, Jakarta Selatan, itu mulai terlihat bentuknya. Masyarakat yang tinggal di wilayah lain ingin segera dibangunkan kampung deret seperti yang terlihat di Petogogan itu (lihat: Ahok: Kampung Deret Petogogan Seperti Townhouse).

"Warga sudah didata untuk pembangunan kampung deret, tanda tangan sudah, tinggal menunggu kapan pelaksanaannya," ujar Lurah Manggarai Nugrahayadi kepada Tempo, Kamis, 27 Februari 2014. Ia menyatakan setidaknya ada 114 rumah yang  akan disulap menjadi kampung deret.

Menurut Nugrahayadi, warganya sudah tidak sabar. Mereka menagih janji agar proyek kampung deret itu segera dimulai di Manggarai. "Sudah tanya ke dinas, tinggal menunggu anggaran," ujarnya. Proyek ini direncanakan mulai setelah anggaran turun dan rampung tahun ini.

"Kami rela pindah dulu, asal pulang-pulang rumah jadi bagus seperti di Petogogan," ujar  Maryadi, 42 tahun, warga RW 08 Kelurahan Manggarai. Ia mengatakan program ini sangat dinanti-nanti masyarakat. Apalagi mereka telah melihat hasilnya di Petogogan.

Program kampung deret menjadi salah satu proyek unggulan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Ia menyatakan bahwa kini program tersebut diminati warga. "Sekarang yang ngejar-ngejar bangun kampung deret adalah warga, bukan kami lagi," ujarnya.

Hari ini ia bersama sejumlah pejabat mendatangi lokasi kampung deret di Petogogan, Jakarta Selatan. Ada beberapa bagian revitalisasi kampung di lokasi tersebut yang hingga kini belum rampung. Jokowi meminta pembangunannya disegerakan. Di daerah ini sebanyak 123 rumah direnovasi. Jokowi berharap pembangunan ini menjadi contoh untuk wilayah lain.


M. ANDI PERDANA

Berita lain:
Cerita Pembantu yang Disekap di Rumah Jenderal
Soal Monorel, Jokowi: Daripada Gugat-gugatan
Jokowi Akan Bangun 70 Kampung Deret di Tahun Ini
Pegawai DKI Jual-Beli Rusun, Jokowi: Nanti Dicopot
Divonis 2 Tahun, Penyiram Air Keras Ini Pasrah


09.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger