Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Korban Tewas Ledakan Gudang Amunisi Naik Pangkat  

Written By Unknown on Kamis, 06 Maret 2014 | 09.35

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut Laksamana Marsetio mengatakan hasil penyelidikan oleh timnya, Sersan Satu Imam Safei meninggal karena ledakan. Pangkat almarhum dinaikkan menjadi sersan kepala.

"Almarhum membantu pemadaman karena ada asap, kemudian kena ledakan," kata Marsetio setelah melayat di rumah duka, Kapling Rawa Silam 1 RT 8 RW 6, Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Rabu malam, 5 Maret 2014. (Baca: Hujan Proyektil Warnai Ledakan Gudang Amunisi)

"Almarhum meninggal dunia dalam tugas, dalam rangka mengamankan aset-aset militer," ujarnya. Karena itu, pihaknya menaikkan pangkat almarhum dari sersan satu menjadi sersan kepala.

Marsetio mengatakan pihaknya juga akan memberi santunan dinas kepada keluarga almarhum, serta bantaun untuk putra-putrinya. Namun ia tak menjelaskan nilai dan bentuk santunan yang diberikan kepada keluarga Sertu Imam S.

Ihwal ledakan yang terjadi, kata dia, pihaknya mengaku masih melakukan penyelidikan. Ia enggan menduga-duga penyebab ledakan yang terjadi di gudang amunisi milik TNI AL. "Masih diselidiki," katanya. (Baca juga: Pasukan Katak Punya Empat Gudang Amunisi)

Sejauh ini, ujar dia, masih terdapat 23 anggota TNI AL yang menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan sisanya sudah diperbolehkan pulang karena hanya menderita luka ringan. "Total ada 87 orang, satu meninggal," katanya. "Luka ringan terkena pecahan genteng, kaca, semuanya didata."

ADI WARSONO

Terpopuler:
Calon Hakim MK, Hidup Mewah dan Tak Paham Hukum
Anas Urbaningrum Jadi Tersangka Pencucian Uang
Pamer Foto Tembak Kucing Ala Danang Tak Wajar


09.35 | 0 komentar | Read More

Pertengahan 2014, Giant Sea Wall Groundbreaking

Warga melintasi banjir yang melanda kawasan Kampung Melayu Kecil, Jakarta Timur, Rabu (26/2). TEMPO/Aditia Noviansyah

 TEMPO.CO , Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan pada pertengahan tahun ini akan dilakasanakan groundbreaking mega proyek giant sea wall. "Pertengahan tahun ini kami lakukan itu," kata Jokowi, sapaan Joko Widodo, usai menghadiri pertemuan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Rabu, 5 Maret 2014. (baca juga:Jakarta Pegang Rekor Penurunan Muka Tanah)

Jokowi mengatakan pertemuannya dengan Bappenas kali ini membahas percepatan pembangunan. Sekaligus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat yang dalam hal ini diwakili Bappenas.

"Tadi memang banyak hal yg secara detail harus kami rampungkan. Baik mengenai monorail, mengenai air limbah, mengenai giant sea wall, mengenai MRT, mengenai elevated train, mengenai air minum, banyak sekali," kata Jokowi.

Khusus untuk mega proyek giant sea wall, Jokowi mengatakan akan mempercepat studi kelayakan dan juga design engineering detail. "Kami akan mempercepat semuanya." (baca: Jokowi: 2014 Baru Studi Kelayakan Giant Sea Wall dan Belanda Dorong Percepatan Giant Sea Wall)

Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan akan mendukung langkah Pemprov DKI Jakarta dalam membuat proyek demi perbaikan Jakarta. Armida mengatakan pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan Pemprov DKI. "Baik proyek yang sudah berjalan atau yang akan berjalan nanti misalnya giant sea wall," ujar Armida. (baca:
Belanda Dorong Percepatan Giant Sea Wall)

REZA ADITYA

Berita terkait:
Jokowi: 2014 Baru Studi Kelayakan Giant Sea Wall
Ahok Pastikan Ancol Ikut Bangun Tanggul Raksasa
Artha Graha Bidik Proyek Giant Sea Wall
Belanda Dorong Percepatan Giant Sea Wall


09.35 | 0 komentar | Read More

Pesan Terakhir Sertu Imam Korban Gudang Amunisi

TEMPO.CO, Bekasi - Sersan Satu Imam S. meninggal dunia dalam peristiwa ledakan gudang amunisi milik Komando Pasukan Katak (Kopaska) di Pangkalan Utama TNI AL, Jakarta. (Baca: Kopaska, Pasukan Elite Pemilik Gudang yang Meledak)

Rupanya Alief Nur Anggraeni, 14 tahun, putri kedua Sertu Imam mengaku mendapatkan firasat sebelum bapaknya meninggal dunia. Waktu sekolah, dirinya ingin segera pulang meski jam pelajaran masih berlangsung. (Baca: Korban Ledakan Gudang Amunisi: Hujan Proyektil)

Alief mengatakan, ayahnya berangkat dinas sebagai teknisi kapal perang dengan terburu-buru, tak seperti biasa. Bahkan, perbincangan terakhir, ayahnya berpesan agar ia tak nakal. "Jangan nyakitin Mama," katanya, Rabu 5 Maret 2014.

Di dalam lingkungan keluarga, Imam dikenal sebagai pribadi yang baik dan bertanggungjawab. Bapak tiga anak tersebut dikenal pendiam, santun, dan sopan. "Orangnya polos, apa adanya," kata Lusito, kakak ipar Imam.

Jenazah Imam rencananya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Perwira, Kecamatan Bekasi Utara hari ini, sekitar pukul 10.00 WIB, secara militer.

Pantauan Tempo di pintu rumah duka dijaga dua prajurit TNI AL. Karangan bunga turut berduka cita dari pejabat tinggi TNI AL berjajar. Sedangkan, perwira dari TNI AL pun mulai berdatangan, bersama dengan pelayat lainnya. (Baca: Korban Ledakan Gudang Amunisi Trauma Fisik)

Sertu Imam Sayadi meninggal dunia di tempat dinasnya, Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan Pangkalan Utama TNI AL III, Jakarta. Ia meninggal dunia dengan meninggalkan seorang istri, Sirum, 44 tahun, dan tiga orang anak, yakni Syafii Yatiningrum, 21; Alief Nur Anggraeni, 14; Santang Suhartono, 3; dan seorang cucu. (Baca juga: Satu Korban Gudang Amunisi Meledak Akan Dioperasi)

ADI WARSONO

Berita Lainnya:
Diusir Mahasiswa Bandung, Prabowo Kecewa Berat
KPK Thailand Dibom
Singapura Gantikan Tokyo Jadi Kota Termahal  


09.35 | 0 komentar | Read More

Siapa Calo Pembantu di Rumah Jenderal

Written By Unknown on Selasa, 04 Maret 2014 | 09.36

Warga melintas di depan rumah Brigjend Purnawirawan MS yang menjadi lokasi penyekapan Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Komplek Duta pakuan, Kelurahan Tegallega, Kota Bogor, Jabar (21/2). Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan 17 orang PRT oleh istri perwira tinggi polisi tersebut sedang diusut dan diselidiki oleh pihak berwajib. ANTARA/Jafkhair


09.36 | 0 komentar | Read More

Penyekap Pegawai Dim Sum Berkelakuan Ganjil  

TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu saksi penyekapan pegawai Restoran Dimsum Festival Kemang, Jakarta Selatan, Sutanto, mengatakan, Herdy Mas Peter berkelakuan ganjil.  Sosok Herdy menjadi sorotan setelah menyekap Suprianto alias Black yang merupakan petugas parkir (valet) restoran tersebut.

"Pada saat saya datang ke rumahnya, Herdy telanjang," kata Sutanto di Kepolisian Daerah Metro Jaya kepada Tempo pada Senin, 3 Maret 2014.  "Dia sempat bilang sodomi, sodomi."

Saat itu, Sutanto sedang mengantar tagihan makanan dari restorannya ke rumah Herdy di Villa Puri Sriwedari, Depok, Jawa Barat. Di sana dia kaget karena kawannya, Black, berada di rumah tersebut.

Herdy diduga menculik Black setelah kesal dengan pelayanan pihak restoran. Saat meninggalkan restoran, Peter langsung membawa kabur Suprianto.

M. ANDI PERDANA

Terpopuler
Ruhut Sitompul: Jokowi Klemar-klemer Kok Nyapres? 
Pemerintah Ambil Alih Sertifikasi Halal dari MUI 
Di Balik Kisruh PSSI: Ada Rebutan Bisnis Hak Siar 
NATO Perintahkan Rusia Tarik Pasukan dari Ukraina 
Ahok: Mafia di DKI Ibarat Jeruk Makan Jeruk


09.36 | 0 komentar | Read More

Penyekap Pegawai Dimsum Hobi Main Golf

Berita Terkait

  • Penyekap Pegawai Dim Sum Berkelakuan Ganjil  
  • Pembantu Jenderal Dibawa Calo Terminal Pulogadung  
  • Hari Ini, Panti Samuel Gugat Arist di PN Jaktim
  • Pesan Pendek Mahasiswa Unas Sebelum Terjun di ITC  
  • Pemilik Panti Samuel Diperiksa Intensif di Polda  

Foto Terkait

10 Anak Panti Samuel Datangi Polda Metro Jaya

10 Anak Panti Samuel Datangi Polda Metro Jaya

Video Terkait

Simulasi Pemilu Bikin Macet, Kapolda Minta Maaf

Simulasi Pemilu Bikin Macet, Kapolda Minta Maaf

Topik

  • #Penyekapan
  • #Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya
Besar Kecil Normal

TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku penyekapan pegawai Restoran Dimsum Festival Kemang, Jakarta Selatan, Herdy Mas Peter, punya hobi golf. Dari foto yang diperoleh Tempo, Selasa 4 Maret 2014 dia tampak memamerkan piala-piala turnamen golf.

Bahkan dalam pernyataannya, Herdy mengaku, "itu baru sebagian."  Dalam foto tersebut nampak 15 piala berjejer di atas meja kayu.  Di salah satu piala tersebut nampak ornamen bola golf dan seseorang yang sedang mengayun tongkat.(baca:Penyekap Pegawai Dim Sum Berkelakuan Ganjil)

Di foto lainnya, nampak dia sedang duduk di atas mobil golf.  Ada juga gambar yang menangkap lelaki ini sedang bergaya dengan stik golfnya dalam balutan polo hijau muda.

Herdy menjadi sorotan setalah dilaporkan ke Kepolisian Daerah Metro Jaya atas tuduhan penyekapan.  Korbannya adalah petugas parkir parkir Restoran Dimsum yang bernama  Suprianto alias Black.

SYAILENDRA

Terpopuler
Ruhut Sitompul: Jokowi Klemar-klemer Kok Nyapres? 
Pemerintah Ambil Alih Sertifikasi Halal dari MUI 
NATO Perintahkan Rusia Tarik Pasukan dari Ukraina 
Calon Hakim Konstitusi Dikuliahi Pakar Tata Negara
Ahok: Mafia di DKI Ibarat Jeruk Makan Jeruk


09.36 | 0 komentar | Read More

Polisi Kantongi Hasil Visum Anak Panti Samuel

Written By Unknown on Minggu, 02 Maret 2014 | 09.35

TEMPO.CO , Jakarta -- Sebanyak 17 anak panti asuhan Samuel telah divisum atas dugaan kekerasan yang dilakukan oleh pemilik panti asuhan.

"Mereka telah divisum lengkap atas dugaan kekerasan yang dilakukan pemilik panti asuhan Samuel," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak Aris Merdeka Sirait saat dihubungi Tempo, Sabtu, 1 Maret 2014. Dia mengaku tidak tahu apa hasil visum tersebut karena merupakan kewenangan kepolisian untuk penyidikan. (baca: 10 Anak Panti Samuel Bersaksi di Polda)

Selain melakukan visum, kata Arist, Polda Metro Jaya juga telah mengadakan olah tempat kejadian perkara. Dari olah TKP tersebut, pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti yang diduga digunakan untuk melakukan kekerasan fisik berupa sabuk gesper dan pecahan keramik.

Pada Senin, 24 Februari 2014 lalu Arist membawa 12 anak dari sebuah Panti Asuhan di Sektor 6, Blok GC, Gading Serpong, Banten. Lalu pada Kamis malam, 27 Februari 2014 kemarin, Arist kembali mengevakuasi dua bayi perempuan yang sedang sakit. Tindakan ini dilakukan setelah Komisi menerima laporan dariwarga sekitar panti yang melihat anak-anak panti Samuel mengamen. "Laporannya saya terima pada 11 Februari, saya langsung melakukan investigasi." (baca:Panti Asuhan Samuel Gugat Komnas Perlindungan Anak dan  Bakal Dituntut Panti Samuel, Ini Kata Komnas PA)

AMIRULLAH


09.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger