Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

237 Orang Tandatangani Petisi Penahanan Rasyid

Written By Unknown on Rabu, 13 Februari 2013 | 09.35

Rabu, 13 Februari 2013 | 05:51 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Sudah sepekan petisi menuntut penahanan Rasyid Rajasa, tersangka kasus BMW maut beredar di dunia maya. Aktivis Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Muhammad Isnur, pembuat petisi ini mengatakan, hingga kini sudah 237 orang menandatanganinya. Rata-rata mereka adalah aktivis lembaga swadaya masyarakat seperti LBH Jakarta dan Indonesian Corruption Watch, maupun warga umumnya.

Isnur menyebut, dia menargetkan 500 orang menandatangani petisi ini. Setiap petisi yang ditandatangani langsung terkirim ke alamat surat elektronik pihak yang dituju, yaitu Ketua Mahkamah Agung RI M. Hatta Ali, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono; Ketua Komisi III DPR I Gede Pasek Suardika; Kepala Kepolisian Timur Pradopo; Jaksa Agung Basrief Arief; dan Ketua Ombudsman RI Danang Girindra Wardhana.

Menurut Isnur, pembuatan petisi berawal dari ramainya diskusi di social media soal kasus BMW maut. "Banyak yang bilang (Rasyid tidak ditahan) itu enggak fair. Ada yang salah dalam penerapan hukum buat Rasyid Rajasa, ada beda perlakuan (diskriminasi)," kata dia, Selasa 12 Februari 2013. Kini petisi itu masih bisa diakses di http://www.change.org/id/petisi/tahan-periksa-dan-adili-rasyid-rajasa-sesuai-rasa-keadilan-masyarakat.

Pendukung petisi khawatir lolosnya Rasyid dari penahanan akibat andil sang ayah, Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa. "Ada kekhawatiran ini karena intervensi ayahnya yang pejabat tinggi."

Tadinya, mereka mengira opini media dapat mempengaruhi penahanan Rasyid. Ternyata, Keistimewaan tersebut, kata dia, makin tampak karena selain tak ditahan oleh Polda Metro Jaya, Rasyid juga lolos dari penahanan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

Isnur membandingkan perlakuan atas Rasyid dengan Afriyani Susanti, saat menjadi tersangka kasus Xenia maut. Menurutnya, alasan jaminan Rasyid tidak akan lari maupun menghilangkan barang bukti juga seharusnya bisa diberlakukan pada Afriyani dulu. "Memangnya Afriyani akan lari dan hilangkan barang bukti?"

Tak hanya itu, Isnur juga mengungkit kasus AAL, remaja asal Palu, Sulawesi Tengah yang mencuri sandal. "AAL saja ditahan." Isnur berharap penegakhukum bekerja lebih profesional. Sebab, kasus ini bisa dicontoh oleh kasus lain di masa datang. "Bisa membuat hukum kita chaos."

Sebelumnya, awal Januari lalu, terjadi kecelakaan maut di Tol Jagorawi. Rasyid yang engendarai mobil BMW X5 Rasyid menabrak mobil Daihatsu Luxio. Akibatnya, dua penumpang Luxio, yaitu Harun, 57 tahun, dan M. Raihan, 14 bulan bulan meninggal dunia. Sementara, tiga lainnya mengalami luka serius yakni Nung, 30 tahun, M. Rifan, dan Supriyati, 30 tahun.

ATMI PERTIWI

Berita terpopuler lainnya:
Inilah Pejabat yang Mengalahkan Jokowi
Ini Jejak Anas di Hambalang
Laskar Pelangi Jadi Buku Best Seller Internasional
Perkenalan Eggy Sudjana Jadi Cagub Jatim Gagal
Jokowi : Kecepatan Saya Baru 60 Persen
Cemburu, Siswa SMP Bunuh Temannya


09.35 | 0 komentar | Read More

Ribut dengan Debt Collector, Motor Dibakar

Rabu, 13 Februari 2013 | 06:17 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Kemalangan menimpa Yudi Aprianto yang bekerja sebagai penjual stiker motor di kawasan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Cengkareng, Ajun Komisaris Khoiri mengatakan kejadian berawal saat Yudi melihat Sakwan bersitegang dengan sekelompok penagih utang (debt collector) yang ingin menyita motor di Jalan Palapa RT 05/01 Rawa Buaya.

Yudi yang mengenal dekat Sakwan mencoba melerai kedua belah pihak. Percekcokan akhirnya mereda untuk sementara waktu. Namun tanpa diduga, tiga orang penagih motor mendatangi Yudi dan membawa 17 orang rekannya. "Yudi dikeroyok para penagih utang," ucap Khoiri di Polsek Cengkareng, Selasa 12 Februari 2013.

Yudi berhasil meloloskan diri kendati mengalami luka lebam di bagian lengan kiri. Namun nahas, motor Yamaha Mio bernomor polisi B-6813-BMG milik Yudi hangus dibakar pelaku.

Tidak terima dengan perlakuan para debt collector, Yudi lantas melapor ke Polsek Cengkareng. Hingga kini, polisi masih mendalami kasus pengeroyokan.

Khoiri menyebutkan, keberadaan para penagih utang, khususnya kredit motor cukup meresahkan. Pihaknya akan menindak tegas debt collector yang melakukan aksi kekerasan. Kebanyakan para penagih ini berada di wilayah Daan Mogot dan Kembangan.

Menurut Khoiri tiap kali berhasil menarik motor yang bermasalah mereka bakal mendapatkan komisi sekitar Rp1,5 juta per motor.

ADITYA BUDIMAN

Berita terpopuler lainnya:
Inilah Pejabat yang Mengalahkan Jokowi
Ini Jejak Anas di Hambalang
Laskar Pelangi Jadi Buku Best Seller Internasional
Perkenalan Eggy Sudjana Jadi Cagub Jatim Gagal
Jokowi : Kecepatan Saya Baru 60 Persen
BW: Status Anas Tunggu Pekan Depan


09.35 | 0 komentar | Read More

Banjir Bekasi, Pondok Gede Permai Terendam 1 Meter  

Tanggul yang berbatasan dengan kali Bekasi saat banjir di perumahan Pondok Ged, Jatiasih, Bekasi, Selasa , 5 Februari 2013. Tempo/Rully Kesuma

Rabu, 13 Februari 2013 | 08:22 WIB

TEMPO.CO, Bekasi - Banjir kembali menggenangi Perumahan Pondok Gede Permai, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Kota Bekasi, Rabu, 13 Februari 2013. "Ketinggian air mencapai satu meter," ujar Ketua Forum Taruna Siaga Bencana Kota Bekasi, Engkus Kustara, Rabu dinihari, 13 Februari 2013.

Menurut dia, banjir di perumahan yang dihuni sekitar 1.200 kepala keluarga itu meluap sejak Selasa malam, sekitar pukul 21.00. Ketinggian airnya pun bervariasi, tergantung keberadaan rumah.

Dari tiga blok (Blok A, B, C) yang ada di perumahan tersebut, kata Engkus, genangan air sekitar satu meter berada di Blok B dan C. Itu karena lokasinya terletak dekat tanggul yang jebol.

Namun, kata Engkus, banjir kali ini bukan akibat jebolnya tanggul lagi. Melainkan akibat air yang meluber hingga melewati tanggul saat air kiriman datang dari Bogor. Adapun tanggul yang jebol saat banjir pekan lalu telah diperbaiki pemerintah dengan bronjongan.

Banjir juga menggenangi Perumahan Pondok Gede Permai Bekasi pada pertengahan Januari dan awal Februari 2013 lalu. Sekitar 1.500 rumah yang terbagi di tiga RW (08, 09, 010) di perumahan tersebut terendam air mencapai tiga meter. (Baca: Banjir Bekasi Kali Ini Terparah)

MUHAMMAD GHUFRON

Berita Lainnya:
Banjir Bekasi Sisakan Lumpur di Rumah Warga
Banjir Bekasi, Pasokan Air Bersih Terhambat Lagi 
24 Situ DAS Cisadane-Ciliwung Menghilang 
Begini Cara Hujan Jakarta Dipindah ke Laut


09.35 | 0 komentar | Read More

Waspadai Perampokan Kendaraan dengan Hipnotis

Written By Unknown on Selasa, 12 Februari 2013 | 09.35

Selasa, 12 Februari 2013 | 05:53 WIB

TEMPO.CO, Bekasi - Seorang buruh pabrik mobil di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Edi Setiawan, 21 tahun, mengaku dihipnotis kawanan perampok bersenjata tajam di Jalan Imam Bonjol, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Korban kehilangan sepeda motor Honda CBR 150cc bernomor polisi R 6141 TF berwarna putih merah.

"Motor itu baru dibeli dua pekan lalu," ujar paman Edi, Tugiono, Senin 11 Februari 2013. Menurut dia, aksi perampokan dengan hipnotis itu terjadi Ahad, 10 Februari 2013, sekitar pukul 18.30 WIB.

Ia mengatakan, peristiwa perampokan yang diduga dilakukan lima orang dengan menggunakan tiga sepeda motor itu dilakukan dekat kantor Polsek Cikarang Barat. Para pelaku tiba-tiba memepet motor korban, dan menyuruhnya berhenti.

Korban di tengah perjalanan pulang dari delaer mobil Auto2000 di kawasan industri MM 2100 Cikarang Barat menuju tempat kerjanya di Karawang, itu pun berhenti. "Keponakan saya menduga telah diikuti pelaku dari kawasan Cikarang Barat," kata Tugiono.

Saat diberhentikan, menurut Tugiono, korban sempat diancam dengan senjata tajam. Kemenakannya itu juga tiba-tiba tak sadar dalam aksi ancaman itu. Motor korban kemudian langsung dibawa kabur oleh komplotan perampok itu.

Peristiwa itu pun langsung dilaporkan ke Polsek Cikarang Barat. Namun laporan tertunda lantaran tidak disertai dengan tanda bukti kepemilikan kendaraan. "Motor itu baru saja dibeli di Cilacap, jadi STNK sama BPKB-nya belum ada," kata Tugiono.

Kepala Polsek Cikarang Barat Komisaris Zulham Effendi mengaku belum mendapatkan laporan adanya kejadian perampokan tersebut. Menurut dia, jika benar adanya kejadian itu, pihak pelapor perlu melengkapi laporan beserta surat tanda kepemilikan dari dealer motor terkait.

MUHAMMAD GHUFRON

Berita terpopuler lainnya:
Jejak Anis Matta di Tas Ahmad Fathanah
Status Hukum Anas Urbaningrum Masih Menggantung
Segi Empat Dalam Pusaran Kasus Suap Impor Daging
Ratusan Pegawai Pajak Bisa Akses SPT Pajak SBY
Korupsi Al Quran:Siapa Si Raja, Panglima, Prajurit
Soeharto Pernah Bikin Panas Hubungan Tifatul-Anis


09.35 | 0 komentar | Read More

Angkot Bakal Dihapus Demi Keamanan

Selasa, 12 Februari 2013 | 06:23 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Peristiwa meninggalnya Anissa Azwar, 20 tahun, mahasiswi Universitas Indonesia yang meloncat dari angkutan kota membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta geram.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berniat menghapus angkot secara bertahap.
"Tak boleh lagi ada angkot, secara bertahap harus di habiskan," kata Basuki Tjahaja Purnama di Jakarta, Senin, 11 Februari 2013.

Menurut dia, DKI Jakarta kedepannya hanya memiliki feeder bus way (bus pengumpan). Namun kebiajakan ini tak bisa diberlakukan dalam waktu dekat karena bus milik pemda belum mencukupi. Rencananya Pemda DKI Jakarta akan membeli 1.000 unit bus.

Agar sopir angkot tak menganggur, Basuki akan memprioritaskan mereka menjadi sopir bus tadi. Untuk menarik minat sopir, pemda akan memberikan insentif hingga lebih dari tiga kali lipat dari Upah Minimum Provinsi (UMP). "Jika benar-benar sopir akan terseleksi di sini," kata dia.

Artinya menurut dia, sopir-sopir 'omprengan' atau sopir 'tembak' yang tak kompeten akan tersingkir dengan sendirinya. "Yang justru ngeri omprengan-omprengan ini," kata dia.

Dinas Perhubungan, menurut Basuki, kesulitan mengawasi mereka. Karena di Jakarta mobil omprengan tak memiliki tempat parkir resmi atau pool. Dia tak menutup mata soal pilihan warga memilih naik kendaraan umum yang kurang baik. Alasannya, menurut Basuki, karena bus-bus dengan kondisi baik terbatas jalur dan unitnya. "Karena bus yang bagus tak melintas di sana," jelas dia.

Penambahan unit bus dengan ukuran sedang ini, Basuki mengaku sempat mendapat protes karena harga yang mahal. Tapi dia mempunyai rumus agar masyarakat tak merasa berat dengan harga tiket yang telah ditetapkan. "Kami bisa jual tiket bulanan, misalnya Rp 250 ribu per bulan, selain itu dengan tiket bulanan itu ada insentif masuk ancol gratis," jelas dia.

Jika nanti angkutan bus sudah mencukupi, angkutan kota secara perlahan akan tersingkir. Pemda juga akan berperan untuk benar-benar mengahbiskan angkutan kota. "Yang tak layak dicabut izinnya, kalau masih maksa uji KIR-nya diperketat," kata dia.

Dengan layanan yang layak dari bus pemda, Basuki yakin pengadaan angkot baru tak terjadi. Pertimbangannya, investasi angkot baru sudah tak sesuai. Insiden tewasnya Anissa diperkirakan karena ulah dari sopir tembak. Karena harus mencapai setoran, sopir akhirnya memberikan kepada sopir 'tembak'. "Kalau kejar setoran kenek akhirnya main. Apalagi malam-malam lihat cewek muda, cantik...udah," kata Ahok.

Ahok mengungkapkan untuk penanganan jangka pendek, gubernur telah meminta kepada Polda Metro Jaya untuk terus merazia angkot. Selain itu, gubernur juga berjanji akan sering turut mengikuti razia sopir-sopir angkot palsu. Atas meninggalnya Anissa, Ahok mengucapkan bela sungkawa. "Anak umur 20 tahun sudah mau lulus meninggal, siapa yang ga kesel," kata dia.

FIRMAN HIDAYAT

Berita terpopuler lainnya:
Obrolan Annisa Mahasiswa UI Sebelum Meninggal
Alasan Jokowi Satukan Pengelolaan Angkot
Keluarga Mahasiswa UI Annisa Sayangkan Ulah Sopir
Annisa Tewas, Dewan Akan Panggil IDI dan RS


09.35 | 0 komentar | Read More

IPB Non Aktifkan Mahasiswa Bos Prostitusi Online

Selasa, 12 Februari 2013 | 06:32 WIB

TEMPO.CO, Bogor - Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Yoni Koesmaryono menyatakan telah menon-aktifkan Hemud Farhan Ibnu Hasan sebagai mahasiswa semester XII, Jurusan Agribisnis, Fakultas Ekonomi Manajemen.

Keputusan tersebut diambil pihak IPB setelah dapat memastikan bahwa pria berusia 24 tahun itu adalah mahasiswanya, yang ditangkap Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Barat. Hemud diduga sebagai bos dari jaringan prostitusi secara online. Dia diciduk polisi di kamar nomor 5 Hotel Papaho Bogor bersama tiga gadis belia pada Jum'at pekanlalu.

"Sekarang diputuskan statusnya sebagai mahasiswa non aktif untuk Semester XII ini. Apabila benar terlibat, maka sanksinya sudah pasti diberhentikan atau dipecat sebagai mahasiswa IPB," kata Yoni kepada Tempo, Senin sore, 11 Februari 2013. "Untuk keterlibatan HFIH belum ada konfirmasi dari polisi."

Ada pun terkait identitas, Wakil Rektor IPB sudah memastikan bahwa data kemahasiswaan HFIH sesuai dengan yang dimiliki perguruan tinggi plat merah ini. Nama Hemud Farhan Ibnu Hasan tercatat sebagai mahasiswa semester XII, Jurusan Agribisnis, Fakultas Ekononomi Manajemen.

Hemud ditangkap Direktorat Kriminal Khusus Polda Jabar di Hotel Papaho Bogor bersama tiga gadis ABG berstatus pelajar SMA pada Jum'at pekan lalu. Ia diduga sebagai pengelola prostitusi online blog www.bogorcantik.blogspot.com.

"Perbuatannya sudah merusak nama institusi dan keluarga besar IPB, sehingga tidak bisa kami tolelir. Bagi kami kejadian ini sungguh memalukan. Tidak ada pertimbangan lain kecuali didrop out dari kampus," tegas Yoni.

ARIHTA U SURBAKTI

Berita terpopuler lainnya:
Jejak Anis Matta di Tas Ahmad Fathanah
Status Hukum Anas Urbaningrum Masih Menggantung
Obrolan Annisa Mahasiswa UI Sebelum Meninggal
Segi Empat Dalam Pusaran Kasus Suap Impor Daging
Ratusan Pegawai Pajak Bisa Akses SPT Pajak SBY
Alasan Jokowi Satukan Pengelolaan Angkot
Korupsi Al Quran:Siapa Si Raja, Panglima, Prajurit
Keluarga Mahasiswa UI Annisa Sayangkan Ulah Sopir


09.35 | 0 komentar | Read More

BPPT Tabur 108,6 Ton Garam untuk Rekayasa Cuaca

Written By Unknown on Senin, 11 Februari 2013 | 09.35

Bubuk NaCl di pesawat hercules sebelum dilakukan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Pelabuhan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (28/1). Operasi TMC dilakukan dengan cara menyemai bubuk NaCl di awan yang disebar melalui pesawa C-130 Hercules milik TNI-AU. TEMPO/Seto Wardhana

Senin, 11 Februari 2013 | 05:34 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Sejak digelar operasi modifikasi cuaca oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) didukung Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI pada 26 Januari 2013 hingga hari ini, sudah 108,6 ton bahan semai berupa Natrium Klorida atau NaCl (garam dapur yang sudah diolah menjadi tepung) disebarkan ke awan.

Total sudah 36 sorti penerbangan untuk menaburkan bahan semai ke dalam awan, yaitu 24 sorti dengan pesawat Hercules C-130 dan 12 sorti dengan pesawat Casa 212-200. Dari evaluasi sementara menunjukkan upaya modifikasi cuaca ini berhasil mendistribusikan hujan.

Dibandingkan dengan rata-rata hujan historis wilayah Jakarta, curah hujan yang terjadi selama pelaksanaan modifikasi cuaca lebih kecil. "Berarti ada penurunan curah hujan di Jakarta dan sekitarnya," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya, Ahad 10 Februari 2013.

Target awal adalah hujan berkurang 30 persen daripada hujan normalnya. "Evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan untuk menentukan apakah operasi diteruskan atau dipindah ke daerah lain yang rawan banjir," kata Sutopo. Rencana awal operasi hingga 25 Maret 2013 dengan disesuaikan kebutuhan di lapangan.

Ahad kemarin, dilakukan 3 sorti penerbangan. Sorti pertama pada pukul 10.56 - 12.53 WIB menggunakan pesawat Hercules. Penyemaian dilakukan pada sel-sel awan Cumulus pada ketinggian 11 - 13 ribu kaki di Timur Jatiluhur sampai Lembang dan di daerah Laut Utara Pantai Indramayu dengan bahan 4 ton.

Sorti kedua pukul 11:28 - 12:57 WIB menggunakan pesawat CASA 212-200. Penyemaian dilakukan pada sel-sel awan Cu dengan ketinggian 13 - 14 ribu kaki di daerah Cikotok. Ketinggian penyemaian 10 ribu kaki dan menghabiskan bahan semai 1 ton.

Sorti ketiga dengan pesawat Hercules A-1323 pada pukul 14:45 - 16:06. Penyemaian dilakukan di daerah Purwakarta, Cikampek dan Subang pada ketinggian 10 ribu kaki. Di darat telah dilakukan pengoperasian GBG dengan 23 flare di 13 lokasi, dan GBG sistem larutan di 3 lokasi selama masing-masing 6,5 jam.

TRI ARTINING PUTRI

Berita terpopuler lainnya:
Mahasiswi UI Tewas Setelah Loncat dari Angkot
Yusuf Supendi: Anis Matta itu Pintar, Tapi...
Peruntungan di Tahun Ular Air
Kader PKS Juga Pernah Bermasalah Soal Perempuan
Orang Ini Bisa Selamatkan Partai Demokrat
Agnes Tampil di Acara Pra-Grammy


09.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger