Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Lansia Tertabrak Kereta di Stasiun Duri

Written By Unknown on Senin, 29 April 2013 | 09.35

TEMPO.CO, Jakarta - Kematian di rel kereta api kembali terulang. Kini kereta ekonomi KA 849 mengenai wanita lansia di Stasiun Duri, Tambora, Jakarta Barat.

Saksi mata kejadian, Sodikin, 58 tahun, tukang pangkas rambut di pinggir rel, mengatakan yang tertabrak adalah wanita keturunan Tionghoa berusia sekira 50 tahun. "Dia pakai baju merah, rok kuning kotak-kotak," ujarnya, Ahad, 28 April 2013.

Menurut Sodikin, wanita tersebut awalnya sedang berjalan di sekitar rel, persisnya jalan masuk ke area rel dekat Pasar Duri. Setelah mendengar klakson kereta, dia tampak kaget. "Terus lari-lari di rel, jadi tertabrak." Tubuhnya terseret masuk ke kolong kereta.

Kereta yang melintas adalah kereta ekonomi dari Bogor menuju Jatinegara. Setelah tertabrak, jenazah wanita itu sempat dua jam berada di stasiun. "Tapi enggak ada yang kenal." Akhirnya, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat oleh sukarelawan sekitar.

Sodikin yang sudah 40 tahun buka usaha di sekitar rel menggunakan pintu kecil di dekat pasar itu memang biasa digunakan sebagai jalur penyebrangan dari Kali Anyar ke Duri Selatan. Terlebih lagi, keberadaan pasar membuat kawasan rel tak pernah sepi. "Ini memang jalur maut. Sering ada yang tertabrak di sini." Tahun lalu, dia menyaksikan lima orang tertabrak.

Belakangan, katanya, setelah ada penertiban pasar, korban berkurang. "Tahun 2013, baru sekali ini ada yang tertabrak."

Sukendar Mulya, Humas PT. KAI Daerah Operasional I, membantah wanita itu tertabrak di perlintasan. Ia mengatakan area wanita itu tertabrak tidak bisa digolongkan pintu perlintasan. "Itu bukan perlintasan, tetapi di emplasemen Stasiun Duri."

ATMI PERTIWI

Topik Terhangat:
Edsus Sosialita | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston

Baca juga:
Pria Tampan Diusir dari Arab Angkat Bicara
Twit Terakhir, Ustad Uje Baca Doa Mau Tidur
Ini Spesifikasi Motor Gede yang Ditunggangi Uje
Pose 'Ajaib' Para Sosialita di Depan Kamera


09.35 | 0 komentar | Read More

Lagi, Penipuan Investasi Senilai Rp 43 Miliar

TEMPO.CO, Depok - Kepolisian Sektor Sukmajaya menangkap pemilik Koperasi Serba Usaha Bina Mandiri Ummat Indonesia, Purwandriono, 46 tahun, karena melakukan penipuan dengan cara menawarkan investasi kepada korbannya. Warga Perumahan Jatijajar nomor B 8/11 RT 01 RW 11, Jatijajar, Tapos itu, telah menipu sebanyak 70 orang dengan kerugian korban sebesar Rp 43.962.000.000.

"Kita baru tangkap pelaku penipuan, modusnya seperti Langit Biru," kata Kepala Polsek Sukmajaya Komisaris Fitria Mega kepada Tempo, Minggu, 28 April 2013.

Pelaku diamankan petugas di rumahnya sekitar pukul 13.30 tadi, Minggu, 28 April 2013. Namun, polisi belum bersedia mendetail tentang pelaku dan penangkapannya. "Besok akan dirilis," kata Fitria. Perangai pelaku diketahui setelah korbannya, Aas Asiah, 35 tahun, yang merupakan warga Griya Dopok Asri, Blok C I nomor 14 A RT 09 RW 24, Mekarjaya, Sukmajaya, melaporkan penipuan itu ke Polsek Sukmajaya beberapa hari yang lalu. "Masing-masing kerugian (korban) Rp 583 juta," kata Fitria.

Menurut Fitria, modus pelaku adalah dengan meyakinkan korbannya bahwa perusahaan itu menyediakan alat tulis kantor di wilayah perkantoran, Kuningan, Jakarta Selatan. Para korbannya kemudian dijanjikan bunga 4 persen dari investasinya. Namun selama berinvestasi korban mengaku baru sekali sampai dua kali dibayar. "Bahkan ada korban yang sama sekali belum dibayar bunganya," katanya.

Sampai saat ini polisi masih mendalami kasus ini dengan mengambil keterangan dari beberapa korban. Korban yang teridentifikasi baru sebanyak 70 orang dengan kerugian Rp Rp 43.962.000.000. Mereka terdiri dari warga Depok dan Jakarta. Di Depok sendiri korbannya ada di Kecamatan Cimanggis, Limo, dan Sukmajaya. "Kami masih mengembangkan korban yang dibohongi ini," kata Fitria.

Kepala Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Besar Achmad Kartiko memberkan penangkapan itu. "Iya modusya kerjasama dengan keuntungan 14 persen," katanya. Sampai saat ini kasus itu masih ditangani oleh Polsek Sukmajaya.

Pelaku saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Polsek Sukmajaya. Dia dikenakan pasal 379 KUH Pidana tentang penipuan dan atau penggelapan dengan ancaman kurungan empat tahun penjara. "Terlapor dikenakan pasal 379 KUHP," kata Achmad.

ILHAM TIRTA

Topik Terhangat:
Edsus Sosialita | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston

Baca juga:
Pria Tampan Diusir dari Arab Angkat Bicara
Twit Terakhir, Ustad Uje Baca Doa Mau Tidur
Ini Spesifikasi Motor Gede yang Ditunggangi Uje
Pose 'Ajaib' Para Sosialita di Depan Kamera


09.35 | 0 komentar | Read More

May Day, Polda Metro Siapkan 21 Ribu Personel  

TEMPO.CO , Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, optmistis hari unjuk rasa buruh 1 Mei nanti berlangsung damai dan lancar. "Kami yakin insya Allah berjalan damai," ujarnya ketika dihubungi Tempo, Ahad 28 April 2013.

Sebab, untuk mengantisipasinya, Polda menyiapkan personel pengamanan. "Kami siapkan 21 ribu personel," kata dia lagi. Seluruhnya terdiri dari personel Polda Metro, polres maupun polsek, anggota Brimob, TNI kodam maupun korem, hingga Satpol Pamong Praja.

Jumlah itu akan mengimbangi massa yang diperkirakan ribuan. "Kami perkirakan jumlah massa yang datang puluhan ribu." Meski begitu, hingga hari ini, Rikwanto menyebut, belum ada massa yang melaporkan rencana unjuk rasa. "Biasanya mereka lapor H-3."

Terkait rencana Pemerintah Provinsi DKI untuk menyediakan hiburan buat massa buruh, Rikwanto mempersilakan. "Monggo," katanya. Menurut dia, keberadaan hiburan bisa membuat suasana lebih kondusif. "Bisa untuk pengalihan dan membuat suasana lebih sejuk."

Namun, menurutnya lagi, sampai sekarang belum ada koordinasi mengenai rencana itu oleh pemprov kepala polda. "Belum ada penyampaian."

ATMI PERTIWI


Topik Terhangat:
Edsus Sosialita | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston

Baca juga:
Pria Tampan Diusir dari Arab Angkat Bicara
Twit Terakhir, Ustad Uje Baca Doa Mau Tidur
Ini Spesifikasi Motor Gede yang Ditunggangi Uje
Pose 'Ajaib' Para Sosialita di Depan Kamera


09.35 | 0 komentar | Read More

Gagal Ujian Lurah karena Jarang Internet-an

Written By Unknown on Minggu, 28 April 2013 | 09.35

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 16 peserta seleksi terbuka untuk jabatan lurah gagal mengikuti ujian di SMA Negeri 70 Jakarta pada hari ini, Sabtu, 27 April 2013. Para pejabat setingkat eselon III B itu tidak hadir untuk mengikuti ujian seperti yang sudah dijadwalkan sebelumnya.

Diyah Waryanti, seorang peserta seleksi, menduga ketidakhadiran 16 orang itu karena tidak aktif mencari informasi lewat Internet. Soalnya, informasi pelaksanaan ujian itu diumumkan lewat situs resmi Pemerintah Provinsi DKI.

Diyah sendiri mengaku beruntung bisa mengikuti ujian meski tidak memantau Internet. Dia diberi tahu rekannya yang kebetulan menelepon dan menyampaikan informasi tersebut. "Karena biasanya ada pengumuman tertulis jadi tidak memantau Internet," katanya.

Perempuan berkerudung ini juga mengenal empat dari 16 peserta ujian yang tak hadir di SMAN 70. Dua di antaranya Lely Munalia dari bagian kepegawaian Puskesmas Pulogadung dan Amir Fatah dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, yang cukup dekat dengannya. Untuk Lely, kata Diyah, dia tidak tahu bahwa hari ini pelaksanaan ujian seleksi.

Hingga tadi pagi, Lely juga disebutnya tidak tahu pelaksanaan seleksi tersebut. "Waktu saya telepon masih di pasar katanya," ujar dia.

Adapun untuk Amir, Diyah mendapat kabar ia sedang berada di Bandung, Jawa Barat, bersama keluarganya. "Mungkin sedang jalan-jalan sama keluarganya soalnya dia bilang tidak tahu sama sekali," katanya. Baik Amir maupun Lely disebutnya juga tidak terlalu sering membuka Internet untuk melihat pengumuman pelaksanaan ujian.

Sedangkan dua orang lainnya, Diyah mengatakan, sudah tahu pelaksanaan seleksi lelang jabatan itu. Dia juga sudah berkomunikasi sejak tadi pagi. "Mungkin terlambat jadi tidak bisa hadir," katanya.

DIMAS SIREGAR

Topik Terhangat:
Edsus Sosialita | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston

Baca juga:
Pria Tampan Diusir dari Arab Angkat Bicara
Twit Terakhir, Ustad Uje Baca Doa Mau Tidur
Ini Spesifikasi Motor Gede yang Ditunggangi Uje
Pose 'Ajaib' Para Sosialita di Depan Kamera


09.35 | 0 komentar | Read More

Ahok: Kami Cari Lurah yang Punya Hati

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan, pelaksanaan seleksi terbuka lurah-camat akan berjalan transparan dan independen. Menurut dia, dengan sistem computer assessment test, akan mempersempit ruang kecurangan dan pejabat pesanan.

"Soal ujiannya bisa diacak-acak dan bervariasi," kata Basuki saat mengunjungi peserta seleksi lurah di SMA 1 Budi Utomo, Jakarta Pusat, Sabtu, 27 April 2013. Kendati demikian, Wakil Gubernur yang akrab disapa Ahok ini menegaskan, pihaknya tidak hanya mencari lurah atau camat yang pintar, tapi juga bisa melayani masyarakat.

Oleh sebab itu, proses seleksi tidak semata-mata mengutamakan ujian kompetensi, namun dibarengi dengan psikotes dan wawancara. "Kami juga cari lurah yang punya hati," ucap Ahok.

Lebih lanjut menanggapi mekanisme seleksi, Ahok merasa senang dengan sistem lelang. Menurut dia, seleksi lelang sebenarnya bukan hal baru. Sebab, saat menjabat sebagai anggota DPR RI di Komisi Pemerintahan, sistem tersebut sudah disiapkan. Namun, pada waktu itu, pelaksanaan lelang belum bisa dilakukan karena terkendala moratorium. "Saya senang bisa diterapkan di Jakarta sekarang," kata dia.

Adapun Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta I Made Karmayoga menuturkan, dengan adanya mekanisme lelang, para peserta dituntut untuk melek teknologi, khususnya keterampilan mengoperasikan komputer. (Baca: Gagal Ujian Lurah karena Jarang Internet-an). Hal seperti itu sudah merupakan tuntutan pada era saat ini.

Sebagai antisipasi, BKD telah mengkondisikan para peserta dengan memberi waktu untuk mempelajari mekanisme pengisian soal, 30 menit sebelum ujian dimulai. Langkah ini dilakukan karena masih ada peserta yang belum lihai dengan perangkat komputer.

ADITYA BUDIMAN

Topik Terhangat:
Edsus Sosialita | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston

Baca juga:
Pria Tampan Diusir dari Arab Angkat Bicara
Twit Terakhir, Ustad Uje Baca Doa Mau Tidur
Ini Spesifikasi Motor Gede yang Ditunggangi Uje
Pose 'Ajaib' Para Sosialita di Depan Kamera


09.35 | 0 komentar | Read More

Pengoperasian Rusunawa Depok Batal Diresmikan

TEMPO.CO, Depok-Pengoperasian Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Kampung Banjaran Pucung, Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, dibatalkan hari ini. Alasannya, pompa pengangkat airnya rusak. Padahal, Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail berencana meresmikan Rusunawa yang sudah mangkrak sejak 2007 tersebut bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Depok ke-14, Sabtu, 27 April 2013.

"Sampai sekarang belum ada perbaikan, airnya masih macet," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Rusunawa Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kota Depok, Ade Rizal, kepada Tempo. Dengan itu, kata dia, rencana penertiban hari ini batal. "Tidak ada arahan (peresmian) lagi."

Rusunawa itu rencana akan dioperasikan untuk lantai 1 dan 2 yang masing-masing memiliki 24 kamar. Namun sejak pekan lalu, pompa penyedot airnya rusak total sehingga semua kamar Rusunawa itu tidak teraliri air. UPT sudah melaporkan kerusakan itu kepada Dinas Tata Ruang dan Permukiman dan sudah koordinasi dengan PDAM dan Dinas Pemadam Kebakaran, namun tidak kunjung ada perbaikan.

Ade mengatakan, masalah peresmian itu harus dikonfirmasi langsung ke Kepala Distarkim Kota Depok, Nunu Heryana. Pasalnya, UPT hanya nengerjakan teknis dan pengawasan, sementara semua kebijakan ada di Distarkim. Ade juga mengakau, semua persiapan lainnyasudah siap pakai, seperti aliran listrik dan fasilitas kamar. "Konfirmasinya ke Pak Kadis saja," katanya.

Kepala Distarkim Kota Depok, Nunu Heryana, membenarkan rencana peresmian batal. "Ternyata masih ada banyak kendala," katanya. Menurut dia, kendalanya adalah fisik dan fasilitas bangunan yang tidak terawat karena terlalu lama dibiarkan mangkrak. "Itu kan bangunan sudah lama. Itu product pada awal 2007, dibuat sejak tahun 2003."

ILHAM TIRTA


09.35 | 0 komentar | Read More

Alasan Jokowi Pilih Erry Riyana Jadi Komisaris MRT

Written By Unknown on Sabtu, 27 April 2013 | 09.35

TEMPO.CO , Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memiliki alasan sendiri untuk menunjuk jajaran baru komisaris PT MRT Jakarta. Kini Dewan Komisaris Badan Usaha Milik Daerah itu dipimpin oleh mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi perode 20013-2007, Erry Riyana Hardjapamekas.

"Kami ingin pengawasan (proyek MRT) dilakukan oleh orang yang benar-benar memiliki integritas," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Jumat, 26 April 2013. "Semoga Pak Erry, pilihan kami, tidak salah."

Sebelum menjabat sebagai Komisaris Utama merangkap komisaris independen, Erry memiliki rekam jejak yang panjang dalam memimpin perusahaan. Di antaranya sebagai Direktur Utama perusahaan tambang pelat merah PT Timah pada 1994-2002.

Erry menggantikan posisi Achmad Hardjadi yang menjabat sebagai Komisaris Utama sejak Juli 2012. Selain Erry, komisaris yang terpilih dalam RUPS adalah Sarwo Handayani yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan DKI Jakarta serta Fransiskus Trisbiantara, staf ahli Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Tundjung Inderawan serta Direktur Pembiayaan dan Kapasitas Daerah dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Daerah Adriansyah turut terpilih menjadi komisaris ex-officio.

ANGGRITA DESYANI


09.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger