Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Penembak Aipda Patah Mirip Pelaku di Pondok Aren

Written By Unknown on Kamis, 12 September 2013 | 09.35

TEMPO.CO, Depok - Anggota Kepolisian Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Pusat, Aipda Patah Saptiono yang selamat dari penembakan misterius di Jalan Cirendeu Raya, Tangerang Selatan, pada 27 Juli 2013 lalu masih ingat dengan ciri-ciri penembaknya.

"Saya sempat melihat wajahnya," kata Patah saat ditemui Tempo di rumahnya di Depok, Rabu 11 September 2013. Menurut Patah, ciri-ciri penembaknya itu sama dengan sketsa wajah penembak dua polisi di Pondok Aren beberapa waktu lalu.

Pada 16 Agustus lalu, Brigadir Kepala Maulana dan Ajun Inspektur Dua Kus Hendratma ditembak di Jalan Graha Raya Pondok Aren, Tangerang. Keduanya tewas dengan luka tembak di kepala.

Menurut Patah, ciri-ciri penembaknya adalah seorang lelaki berambut gondrong, memakai jaket hitam, celana levis biru, dan tidak menggunakan helm. Postur tubuh orang itu agak gemuk.

Pasca-insiden di Pondok Aren itu, polisi menyebar sketsa wajah dua pelaku penembakan. Kedua buron pelaku diduga adalah Nurul Haq alias Jeck, kelahiran Jakarta pada 1985, dan Hendi Albar kelahiran 1983.

Patah menjelaskan, si penembak sempat hendak melepaskan peluru kepadanya ketika dia berhenti. Setelah menarik pelatuk dari pistol rakitan yang digenggamnya, penembak urung mengarahkan ke Patah karena pada saat bersamaan, sejumlah orang keluar dari masjid selesai melaksanakan salat subuh. Tempat Patah berhenti berjarak sekitar enam meter dari Masjid Al Ikhsan di Jalan Cirendeu Raya.

ILHAM TIRTA

Topik terhangat:
Penembakan Polisi | Tabrakan Anak Ahmad Dhani | Jokowi Capres? | Miss World

Berita lainnya:
Begini Hasil CCTV Soal Penembakan Polisi di KPK
Penembakan Polisi, Korban Nyambi Demi Kuliah Anak
Rekan Kerja Sukardi: Gaji Ya Dicukup-cukupi
Penembakan Sukardi 70 Persen Mirip Sebelumnya


09.35 | 0 komentar | Read More

Ini Penyelamat Aipda Patah dari Penembakan

TEMPO.CO, Depok - Aipda Patah Saptiono, anggota Kepolisian Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Pusat, tak akan lupa dengan peristiwa penembakan yang terjadi kepadanya pada 27 Juli 2013.

Saat ditemui Tempo di kediamanannya di Depok, Jawa Barat, Patah mengatakan saat itu, Sabtu sekitar 04.40 WIB, dia sedang menuju tempat dinasnya untuk mengikuti apel pagi.

Di Jalan Cirendeu Raya, Tangeran Selatan, tepatnya 6 meter sebelum Masjid Al Ikhsan, tiba-tiba Patah mendengar suara tembakan dari belakangnya. "Saya kaget dan bilang 'oh ada tembakan' siapa yang ditembak?" kata Patah, Rabu 11 September 2013.

Dia mengaku tidak merasakan ada apa-apa saat suara pistol itu meletus. Namun tiba-tiba sebuah motor Yamaha Mio berwarna merah tanpa pelat nomor menyalipnya dari kanan.

Patah melihat orang yang dibonceng di motor itu menenteng senjata yang menghadap ke bawah di tangan kanannya. Saat itu dia baru sadar kalau lelaki itulah yang telah melepaskan tembakan. Patah menduga senjata api itu adalah pistol rakitan karena ukurannya agak panjang.

Seketika itu Patah baru merasakan dadanya panas dan berpikir dia yang tertembak. "Saya merasa panas, saya bilang 'eh kurangajar ini'," katanya. Motor Mio itu kemudian berhenti sekitar 10 meter dari tempat Patah berhenti.

Lelaki yang menenteng senjata tadi kemudian memandangnya. Patah balas menatap. "Wajahnya seperti orang bingung," ujarnya. "Mungkin dia pikir kenapa saya tidak jatuh." Lelaki itu kemudian mengangkat senjata ke atas dan menarik bagian atas senjata untuk siap-siap menembak Patah lagi.

Tiba-tiba sejumlah orang dari dalam Masjid Al Ikhsan keluar karena sudah selesai salat. Melihat orang keluar dari masjid, penembak tadi kembali ke motornya dan kabur.

Patah yang merasakan sakit kemudian berjalan ke masjid dan meminta bantuan. "Saya lalu dibawa ke RS Bhakti Husada kemudian ke RS Polri Kramat Jati," ujarnya.

ILHAM TIRTA

Topik terhangat:
Penembakan Polisi | Tabrakan Anak Ahmad Dhani | Jokowi Capres? | Miss World

Berita lainnya:
Begini Hasil CCTV Soal Penembakan Polisi di KPK
Penembakan Polisi, Korban Nyambi Demi Kuliah Anak
Rekan Kerja Sukardi: Gaji Ya Dicukup-cukupi
Penembakan Sukardi 70 Persen Mirip Sebelumnya


09.35 | 0 komentar | Read More

Aiptu Patah: Polisi Waspada, Lihat Kanan-Kiri

TEMPO.CO, Depok - Peristiwa penembakan terhadap aparat kepolisian akhir-akhir ini membuat Aipda Patah Saptiono prihatin. Anggota Kepolisian Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Pusat yang selamat dari penembakan misterius pada 27 Juli 2013 itu berpesan agar rekan-rekannya selalu berhati-hati.

"Waspada, liat kanan dan kiri," katanya saat ditemui Tempo di kediamannya di Depok, Rabu 11 September 2013. Kalau bisa, kata dia, setiap petugas di lapangan harus dilengkapi dengan senjata.

Ada baiknya juga, Patah berujar, petugas dibekali rompi anti peluru agar setidaknya dapat melawan ketika diserang.

Patah menyarankan setiap bertugas, anggota polisi harus didampingi rekannya, tak boleh sendiri-sendiri. "Sekarang pimpinan juga sudah memerintahkan minimal dua orang saat bertugas," katanya. Pimpinan, ujar Patah, juga sudah memerintahkan agar pulang pergi dari rumah ke tempat kerja memakai pakaian biasa.

Patah menuruti perintah atasannya itu. Sekarang, setiap berangkat dan pulang dari tugas, dia selalu berganti pakaian. Namun demikian, Patah mengaku tak takut meski pernah menjadi korban penembakan misterius. "Sebanarnya saya lebih bangga pakaian polisi, tapi ini perintah pimpinan, supaya kami aman," ujarnya.

ILHAM TIRTA

Topik terhangat:
Penembakan Polisi | Tabrakan Anak Ahmad Dhani | Jokowi Capres? | Miss World

Berita lainnya:
Begini Hasil CCTV Soal Penembakan Polisi di KPK
Penembakan Polisi, Korban Nyambi Demi Kuliah Anak
Rekan Kerja Sukardi: Gaji Ya Dicukup-cukupi
Penembakan Sukardi 70 Persen Mirip Sebelumnya


09.35 | 0 komentar | Read More

Hujan Ringan Guyur Jakarta pada Pagi dan Malam

Written By Unknown on Selasa, 10 September 2013 | 09.36

Sejumlah anak bermain air saat daerahnya dilanda banjir di kawasan Kampung Melayu Kecil, Jakarta, (2/5). Banjir tersebut diakibatkan oleh meluapnya sungai Ciliwung karena hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak kemarin sore. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan ringan akan turun di sejumlah wilayah Jadebotabek hari ini. Beberapa wilayah yang berpotensi diguyur hujan adalah Jakarta bagian barat, timur, dan selatan.

Di Jakarta Barat, hujan ringan diprediksi turun sejak pagi hari, mereda menjelang siang namun kembali hujan pada malam hari. Di Jakarta Timur dan Selatan, hujan ringan baru akan turun selepas sore hari hari hingga sepanjang malam. Hujan pula diprediksi akan turun sebentar pada sore hari di Jakarta Pusat.

Di wilayah Depok dan Bogor, hujan ringan turun sepanjang sore hari hingga malam. Sementara itu di Tangerang dan Bekasi, hujan ringan baru akan turun pada malam hari.

Dua wilayah yang diprediksi tak turun hujan adalah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu. Kendati demikian, cuaca diprediksi berawan sepanjang hari di kedua wilayah tersebut.

Prakiraan cuaca ini diprediksi akan berlangsung sama hingga esok hari. Namun sepanjang tiga hari ke depan BMKG memperdiksi wilayah Jadebotabek tak akan diguyur hujan lebat.

Hujan lebat diprediksi turun di wilayah Sumatera bagian barat, hal ini disebabkan adanya kenaikan suhu muka laut di daerah perairan yang mendukung peningkatan aktivitas pertumbuhan awan di wilayah tersebut.

Hingga sepekan ke depan, BMKG memprediksi cuaca di wilayah Jadebotabek umumnya terjadi hujan ringan hingga sedang pada sore dan malam hari.

M. ANDI PERDANA


09.36 | 0 komentar | Read More

Polisi Panggil Dhani dan Maia

Anggota kepolisian saat memperhatikan mobil sedan Mitsubishi Lancer B 80 SAL yang dikendarai AQJ atau Dul ketika terlibat tabrakan beruntun di tol jagorawi, di Polres satwil lantas Jakarta Timur, Jakarta, Minggu (8/9). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi akan segera memeriksa orang tua AAQJ alias Dul, 13 tahun, terkait kecelakaan maut di Tol Jagorawi, Ahad dini hari lalu. Kedua orang tua Dul, musisi Ahmad Dhani dan Maia Estiany akan dipanggil sebagai saksi.

Keduanya akan diperiksa terkait izin penggunaan mobil oleh anak bungsu mereka yang masih di bawah umur tersebut. "Mengapa dia menyetir mobil sendiri," ujar Juru Bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Selasa, 10 September 2013.

Kemarin, polisi telah melayangkan surat panggilan terhadap keduanya. Paling lambat tiga hari setelah surat dilayangkan, keduanya harus menjalani pemeriksaan. "Bila memungkinkan hari ini, ya hari ini," ujarnya.

Rikwanto menyatakan, kedua orang tua Dul tak akan kena sanksi pidana akibat kelalaian anaknya dalam mengemudi. "Tetap yang melakukanlah yang bertanggung jawab," ujar Rikwanto.

Akibat kecelakaan tersebut, enam orang tewas dan sebelas terluka. Dul yang diduga menjadi penyebab kecelakaan tersebut diancam jerat Pasal 310 ayat 3 dan 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas. Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun.

Namun karena masih di bawah umur, polisi juga akan menerapkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ini membuat maksimal hukuman yang diterimanya hanya setengah hukuman orang dewasa.

Kini Dul masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Setelah pulih, akan dilakukan pemeriksaan terhadapnya. Dalam pemeriksaan, selain didampingi oleh pengacara, tersangka akan didampingi oleh psikolog, perwakilan dari komnas anak dan komisi nasional perlindungan anak. "Serta bisa juga didampingi oleh pemerhati anak," kata Rikwanto.

M. ANDI PERDANA


09.36 | 0 komentar | Read More

Ahmad Dhani: Kalau Ada Proses Hukum Saya Jalani

Musikus Ahmad Dhani (tengah) mengunjungi rumah Komarudin, salah satu korban tewas dalam kecelakaan di Tol Jagorawi yang melibatkan anak bungsunya, di Koja, Jakarta, (9/9). ANTARA/Muhammad Adimaja

TEMPO.CO, Depok -- Pentolan musik band 'Dewa', Ahmad Dhani bersedia bertanggung jawab atas kasus kecelakaan yang melibatkan anak bungsunya Dul pada Ahad, 9 September, kemarin. Tanggung jawab yang dimaksud Dhani adalah proses hukum yang terus berjalan, baik perdata maupun perdana.

"Kalau ada proses hukum saya jalani," kata Dhani kepada wartawan usai mengunjungi lima korban kecelakaan yang dirawat di RS Melia, Cibubur, Depok, Senin, 9 September 2013.

Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 00.45 Minggu 8 September 2013. Mobil Lancer dengan nomor polisi Lancer B 80 SAL yang dikendarai AJQ alias Dul melewati pembatas jalan sehingga menabrak Granmax B 1349 TFN dan Avanza B 1882 UZJ. Enam orang dalam mobil Granmax meninggal dunia, sementara 11 orang lainnya luka-luka.

Dhani menegaskan, tak akan lari dari proses hukum yang saat ini ditangani polisi. Jika polisi memanggilnya untuk diperiksa, dia akan menghadirinya. "Interview (wawancara) ini saja saya ikuti, apalagi kalau yang wajib (dipanggil polisi)," katanya. Pertanggung jawaban itu, kata dia, termasuk mengenai status Dul yang telah ditetapkan sebagai tersangka. "Persoalan hukum tetap berlanjut, kami akan menjalami proses tersebut," katanya. (Baca: Polda: Ahmad Dhani Tak Bisa Dipidana soal Ulah Dul)

ILHAM TIRTA

Berita Lainnya:
Jenis Mobil Dul, Mitsubishi Lancer EX, Bukan Evo X
Tabrakan Maut Jagorawi, Ini Fitur Pengaman Lancer
Kata Al Soal Kecepatan Mobil Dul
Kondisi Korban Tabrakan Maut Jagorawi Memburuk
Kecelakaan Maut Jagorawi, Lancer Dul Atas Nama AD
Lawan Jokowi, Pengamat: Prabowo Kepedean


09.36 | 0 komentar | Read More

Ini Korban Tewas Tabrakan Beruntun Jagorawi  

Written By Unknown on Minggu, 08 September 2013 | 09.35

TEMPO.CO, Jakarta - Korban kecelakaan disebutkan meninggal lima orang dan 11 lainnya mengalami luka luka. Dari informasi yang di dapat, salah satu korban luka adalah Dul, anak artis ibu kota Ahmad Dhani.

Sementara dari petugas tol Jagorawi dan NTMC, diketahui identitas korban antara lain:

Korban tewas:
1. Agus Komara. Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur. (Jenazah di RS Meilia, Jalan Alternatif Cibubur, Cimanggis, Depok, Jawa Barat)
2. Agus Surahman. Rorotan, Jakarta Utara. (Jenazah di RS Polri Sukanto, Kramatjati).
3. Agus W Hartono. Warakas, Jakarta Utara. (Jenazah di RS Polri Sukanto)
4. Rizky Santoso (20 tahun). Jalan Asrama Polisi, Kecamatan Bayongbong, Garut, Jawa Barat. (Jenazah di RS Polri Sukanto, Kramatjati)
5. Belum diketahui identitasnya. (Jenazah di RS Polri Sukanto, Kramatjati).

Korban luka:
Dibawa ke RS Meilia, Cimanggis, Depok.

1.Ahmad Abdul Qodir Jaelani (13 tahun),
2. Mukri (27 tahun)
3. Pardomoan (35 tahun), Bendungan Hilir, Jakarta Selatan.
4. Pujowidodo.
5. Zulhari.

NTMC| ANTO


09.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger