Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Dua Analisa Pembunuh Holly Angela

Written By Unknown on Senin, 14 Oktober 2013 | 09.35

TEMPO.CO , Jakarta:Pengamat kriminalitas dan psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menyakini bahwa Holly Angela dibunuh di apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan oleh pembunuh bayaran. "Ketika muncul nama G yang diketahui memiliki hubungan dengan Holly dan dugaan pembunuhnya adalah pembunuh bayaran, saya yakin ini pembunuh bayaran," kata dia kepada Tempo.

Reza lalu menghubungkan keyakinannya pada statistik pembunuhan oleh pembunuh bayaran yakni lebih dari 50 persen pembunuhan yang dilakukan pembunuh bayaran atas dasar keinginan mengakhiri hubungan atau skandal. Pembunuh kemudian merencanakan aksinya. Hal ini dia dasari pada modus pelaku yang menyewa kamar untuk memantau hingga menyediakan kotak gitar yang digunakan untuk menyimpan jenazah Holly.

Kasus-kasus asmara, skandal, kata Reza, memiliki beban lebih berat di banding kasus korupsi bagi otak pembunuhan. Oleh karena itu, otak pembunuhan cenderung mencari cara untuk segera mengakhiri hubungan tercela itu dengan menyewa pembunuh bayaran. "Motif pribadi dan emosinya sangat kuat di sini," kata dia. "Ada ketakutan kalau yang bersangkutan akan bicara, menyebar aib, di manapun ia berada. Oleh karena itu, dihabisi."

Detektif Swasta


09.35 | 0 komentar | Read More

Malam Takbiran, Sebagian Jakarta Diprediksi Hujan

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan hujan masih akan turun di beberapa wilayah di Jabodetabek hari ini, Senin, 14 Oktober 2013. Untuk itu, bagi mereka yang akan keliling untuk bermalam takbiran disarankan untuk membawa jas hujan serta payung.

Hujan diperkirakan oleh BMKG, mulai akan turun pada sore hari nanti. Hujan turun dengan intensitas ringan dengan potensi berlanjut pada malam harinya. Pada pagi harinya, wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi diprediksi cerah berawan sedangkan wilayah Bogor diprediksi berawan.

Wilayah yang diprediksi menerima hujan hari ini mulai sore hari adalah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan, sedangkan di malam hari wilayah tersebut diprediksi hanya akan berawan. Sedangkan Jakarta Utara, diprediksi hujan berlanjut hingga malam hari.

BMKG memperkirakan hujan tak akan turun sama sekali di wilayah Kepulauan Seribu.

Untuk wilayah di luar Jakarta seperti Bekasi, dan Bogor, BMKG memperkirakan hujan akan turun juga di sana dari siang hingga malam. Adapun intensitasnya ringan. Untuk Depok dan Tangerang, hujan ringan diprediksi hanya akan terjadi di sore hari

Terakhir, BMKG memperkirakan suhu udara di wilayah Jakarta hari ini akan berada di kisaran 24-34 derajat celcius. Sementara itu, untuk kelembapan udaranya, berada di kisaran 59-94 persen.

TIKA PRIMANDARI

Berita Lain:
Refly Benarkan Sopir Akil Bertugas Menagih Suap
Polisi Diraja Malaysia Tembak Mati 4 WNI 
4 Modus Suap di Mahkamah Konstitusi
Lamborghini di Busway, Polisi: Tak Ada Laporan

 


09.35 | 0 komentar | Read More

Selewengkan APBD, Lurah Ceger Ditahan

Suasana tes seleksi lelang jabatan untuk lurah dan camat tahap kedua di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (7/5). Ujian kompetensi tahap satu sudah diadakan pada 27-28 April yang lalu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Jhonny Manurung membenarkan pihaknya menahan lurah Ceger Fanda Fadly Lubis. "Kami sudah menahannya sejak Jumat lalu," ujar Jhonny kepada Tempo, Ahad, 13 Oktober 2013.

Penahanan Fanda dilakukan karena diduga terjadi penggelembungan dana. Menurutnya, pada tahun 2012, kelurahan Ceger mendapatkan Kelurahan Ceger mendapatkan anggaran belanja barang dan jasa yg bersumber dari APBD Propinsi DKI Jakarta sesuai Dokumen Pelaksanaan Anggaran Kelurahan Ceger

Sebagai bentuk pertanggungjawaban dari uang yang diterima, menurut Jhonny, Bendahara dan Lurah Ceger mengajukan Laporan Pertanggungjawaban untuk kegiatan tersebut.

"Ternyata kegiatan-kegiatan yang ada dalam LPJ adalah fiktif atau tidak sesuai dengan kenyataan," kata Jhonny menjelaskan. Menurut Jhonny, hal tersebut merugikan negara sebesar Rp. 450 juta.

Ceger merupakan Kelurahan yang terletak di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Fandi Fadly Lubis merupakan Lurah hasil lelang jabatan yang dilantik pada Juni 2013 lalu.

TIKA PRIMANDARI

Berita Lain:
Jakarta Pawai Bedug Senin Malam Ini
SBY Tak akan Ungkap Identitas Bunda Putri
DPR Tak Tanya Alasan SBY Pilih Satu Calon Kapolri
Dua Analisa Pembunuh Holly Angela
Hewan Korban Jadi Obyek Lukis Seniman


09.35 | 0 komentar | Read More

Tenggak Minuman Keras Oplosan, Empat Pria Tewas

Written By Unknown on Minggu, 13 Oktober 2013 | 09.35

TEMPO.CO, Jakarta - Kopolisian Sektor Pasar Minggu menyelidiki kematian empat pria yang diduga meninggal akibat menenggak minuman keras oplosan. "Kami masih menyelidiki campuran minuman yang mereka tenggak," kata Kepala Polsek Pasar Minggu, Komisaris Adri Desas Furyanto, Sabtu, 12 Oktober 2013.

Menurut Adri, mereka yang meninggal adalah Sanaih, 53 tahun, Sutrisno alias Kupra (36),  Sukarno alias Mogol (43), dan Nasrul alias Unyil (28). Keempat orang itu menenggak minuman pada rabu lalu namun di tiga tempat yang berbeda.

Setelah menenggak minuman itu, Sanaih muntah-muntah dan semaput. Dia dilarikan ke RS Pasar Rebo dan meninggal pada Kamis lalu. Jenazah Sanaih sudah dimakamkan oleh keluarganya.  Selang sehari kemudian, Sutrisno meninggal di rumah sakit yang sama. 


Sementara itu, Sukarno, yang dibawa juga ke RS Pasar Rebo, meninggal dinihari tadi. Jenazahnya dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk diotopsi. Begitu juga dengan jenazah Nasrul, yang meninggal tadi pagi sekitar pukul 06.00.


Polisi saat ini tengah menggelar penyelidikan di tiga lokasi, yaitu di Jalan Raya Pasar Minggu, tepat di teras toko Jaya Listrik di depan LP3I; Jalan Raya Tanjung Barat, di depan Apotek Sari Sakti; serta di Cafe Blue Diamond atau Cafe Daeng yang berada di Jalan Tanjung Barat.



RIZKI PUSPITA SARI

Berita Metro Terpopuler
Diduga Terkait Pembunuhan Holly, Gatot Dicekal 
Auditor BPK Suami Holly Tidak Ada di Rumah Dinas 
Pembunuh Holly Ngaku Anak Band Pada Tetangga 
Proyek Monorel Jakarta Siap Dilanjutkan
Ahok: Pasti Macet 36 Bulan ke Depan 
Kerangka Mayat Ditemukan di Kepulauan Seribu 
Jembatan di Jakarta Utara Ini Nyaris Ambruk  

 


09.35 | 0 komentar | Read More

Korban Gusuran Buaran Ditampung di Gudang Cakung  

Sebuah keluarga korban penggusuran saat bercengkrama di tenda sementara di antara reruntuhan bangunan di Kawasan Buaran, Jakarta (10/10) Warga memilih bertahan di atas lahan 9,5 hektar yang digusur kemarin. Tempo/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menyiapkan tempat penampungan sementara untuk warga yang tergusur dari lahan sengketa Jalan I Gusti Ngurah Rai, Buaran, Jakarta Timur. "Kami punya gudang di Cakung untuk menampung sementara," ujar Kabid Operasi dan Penegakan Hukum Satpol PP Pemprov DKI Jakarta, Surbakti, Sabtu, 12 Oktober 2013.

Surbakti mengatakan, warga dipersilakan untuk memindahkan barang-barang mereka ke sana jika belum mendapatkan tempat tinggal. Ia pun telah menyiapkan 50 truk untuk membantu proses pindahan.

Rabu lalu, Pengadilan Jakarta Timur mengeksekusi lahan seluas 9,5 hektare di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Buaran, Klender, Jakarta Timur. Lahan itu dinyatakan milik PT Graha Citra Karisma. Selama puluhan tahun, lahan itu dihuni oleh pendatang dari Madura yang sebagian besar bekerja sebagai penjual kayu.

Saat eksekusi berlangsung, sempat terjadi kericuhan karena warga melakukan perlawanan. Halte bus Transjakarta hancur karena dijadikan sasaran kemarahan warga. (Baca: Tolak Eksekusi Buaran, Warga Bakar Rumah).

Hari ini PT Graha Citra Karisma melakukan pemagaran lahan yang telah dieksekusi itu. Proses pemagaran mendapat kawalan dari ratusan polisi. (Baca: Pemagaran Lahan di Buaran Berjalan Lancar)

Rahmadi, 37 tahun, korban gusuran, menyatakan dirinya belum memiliki rencana untuk pindah. "Masih bingung mau pindah ke mana," ujarnya. Ia juga masih mempertimbangkan untuk mengungsi ke tempat penampungan di Cakung. "Barang saya banyak dan belum punya tempat baru."

Seorang warga lain, Sunarto, 45 tahun, menolak untuk direlokasi ke penampungan. Ia menganggap pemerintah tak prorakyat dengan memfasilitasi proses penertiban lahan di Buaran, Duren Sawit, Jakarta Timur, ini. "Pemerintah tak punya hati," ujarnya geram. Ia mengatakan proses penertiban ini ilegal karena menurut dia proses sengketa lahan masih berjalan di pengadilan.

M. ANDI PERDANA

Berita Terpopuler:
Shutdown, Akun Twitter Kedubes Amerika Tutup
Aktivis Maroko Ancam Gelar Aksi Cium Bibir Massal
Profil Ali Zeidan, PM Libya Dibebaskan Penculik
Ada Kondom untuk Anjing dan Kucing?
Malala: Saya Ingin Jadi Perdana Menteri
Diam-diam Snowden Bertemu Empat Mantan Anggota CIA
Malala Suarakan Tolak Kawin Paksa pada Anak


09.35 | 0 komentar | Read More

2.000 Polisi Amankan Partai Indonesia Vs Korsel

Para pemain timnas sepak bola U-19 saat berlatih di Lapangan C, Senayan, Jakarta (9/10). Latihan ini merupakan persiapan untuk menjalani pertandingan kedua grup G kualifikasi piala Asia melawan Korea Selatan pada tanggal 12 Oktober 2013. TEMPO/Seto Wardhana

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya menerjunkan ribuan personel untuk mengamankan jalannya pertandingan antara tim Indonesia melawan Korea Selatan dalam ajang AFC U-19. "Diterjunkan sebanyak 2.296 personel," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, melalui pesan pendek pada Sabtu, 12 Oktober 2012.

Menurut Rikwanto, personel yang dikerahkan itu adalah gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Pusat, dan TNI. "Dari Polda Metro Jaya sebanyak 1.963 personel, Polres Jakarta Pusat sebanyak 318 personel, dan BKO Pomdam Jaya sebanyak 15 personel," kata Rikwanto.

Rikwanto mengatakan, tidak ada pengalihan lalu lintas selama pertandingan berjalan. Namun polisi akan menempatkan petugas untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas.

Pertandingan Indonesia melawan Korea Selatan akan digelar hari ini sekitar pukul 19.30 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Sebelumnya, Indonesia menang 4-0 atas Laos pada laga perdana, kemudian menundukkan Filipina 2-0 pada Kamis lalu.

RIZKI PUSPITA SARI

Baca juga:
Lawan Korsel, Ujian Indonesia Sesungguhnya
Timnas U-19 Tak Takut Kalah Lawan Korsel


09.35 | 0 komentar | Read More

Monorel Jalur Hijau Mulai Dibangun

Written By Unknown on Sabtu, 12 Oktober 2013 | 09.35

Petugas melintas di dalam kereta monorel yang dipamerkan di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (26/6). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO , Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mewujudkan transportasi massal mass rapid transit (MRT) dan monorel. Setelah mulai pembukaan lahan MRT pada Kamis, 10 Oktober 2013, monorel menyusul pada 16 Oktober nanti.

"Itu peresmian untuk dilanjutkan kembali pembangunannya di Setia Budi Utara, Kuningan, Jakarta Selatan, persisnya depan Four Season," kata Direktur Teknis PT Jakarta Monorel, Rosa Bovanantoo, Jumat, 11 Oktober 2013. Tahap awal monorel, kata dia, berupa pembangunan jalur green line. "Panjang Green line sekitar 11,5 km, dimulai dari Setiabudi sampai Dukuh Atas."

Monorel itu nantinya diberi nama Jakarta Eco Transportation (JET). Terbagi dalam dua rute, yaitu green line dan blue line. Rute green line membentang dari Kuningan-Kuningan Sentral-Gatot Subroto-Senayan-Asia Afrika-Pejompongan-Karet-Dukuh Atas-kembali ke Kuningan. Bovanantoo mengatakan jalur greenline memiliki sekitar 30 stasiun dengan desain berbeda. "Variasinya cukup banyak, karena ada tepiannya," kata dia.

Selama proses pengerjaan, kata dia, pada daerah yang terlewati green line pasti ada gangguan atau menyebabkan kemacetan. "Meski pada malam hari, pengerjaan sub-structure akan memakan banyak space," kata dia.

Sedangkan blue line dari Kampung Melayu-Tebet-Kuningan-Casablanca-Tanah Abang-Roxy-Taman Anggrek (Jakarta Barat) dengan extension ke timur dari Pondok Kelapa-Sentral Timur Jakarta dan ke Barat dari Puri Indah. Bovanantoo menjelaskan setelah pembangunan pertama, insinyur dari Cina, rekanan PT JM, meminta pembangunan selanjutnya untuk ditahan. "Diminta loading dulu, karena dia harus yakin betul hasilnya bagus atau enggak," kata dia.

LINDA TRIANITA


09.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger