Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Pembuatan IMB Online Dimulai 1 Februari

Written By Unknown on Jumat, 31 Januari 2014 | 09.35

TEMPO.CO , Jakarta:Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) mengenalkan sistem pembuatan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) melalui online. Sistem ini akan diterapkan mulai 1 Februari 2014 mendatang.

Kepala Dinas P2B, I Putu Indiana, mengatakan, melalui penerapan sistem di mana pemohon tak perlu lagi berurusan melalui layanan loket di suku dinas ini dapat menekan praktek pencaloan dalam mendapatkan IMB (#Izin Mendirikan Bangunan | IMB). "Melalui sistem online, pemohon tidak perlu lagi keluar rumah untuk mengurus dokumen keperluan IMB," kata Putu di kantornya, Kamis, 30 Januari 2014.

Mekanisme permohonan IMB online tersebut, menurut Putu, relatif mudah dan dapat diikuti dengan petunjuk yang cukup jelas. "Pertama jelas harus mengisi data diri serta foto desain perencanaan bangunannya," kata Putu. Setelah itu, pemohon akan mendapat akses pin yang akan menjadi akses untuk berkomunikasi dengan petugas secara online. "Tidak perlu tatap muka hingga nanti mengambil sertifikat IMB di kecamatan masing-masing," kata Putu.

Putu mengatakan, sistem yang merupakan bagian dari pelayanan satu pintu tersebut akan mampu memangkas hingga 50 persen waktu yang biasa diperlukan untuk mengurus IMB secara konvensional. "Jika petugas secara efisien menangani satu pemohon, prosesnya bisa langsung jadi dalam sehari," kata Putu. Selama ini, menurut Putu, pembuatan IMB bisa memakan waktu hingga 14 hari.

Guna menghindari celah bagi pembuat IMB palsu, Putu mengatakan, nantinya akan dilakukan verifikasi dokumen saat pemohon mengambil sertifikat IMB di masing-masing kecamatan. "Setelah mereka membayar, baru bisa diambil," kata Putu. Jika terdeteksi beberapa dokumen dinilai tidak sesuai seperti tujuan penggunaan bangunan, maka permohonan dapat ditolak dan pemohon bisa dikenakan sanksi pidana atas tuduhan pemalsuan dokumen.

Putu mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri mengeluarkan hingga rata-rata 12 ribu IMB per tahun sejak 2011. "80 persen dari IMB adalah untuk bangunan rumah selebihnya non-rumah yang banyak jenisnya," kata Putu.

IMB menjadi masalah krusial di Jakarta. Warga mengeluhkan pengurusannya yang sungguh sulit (baca pula: Sulit Urus IMB, Datangi Kantor Ahok).

ISMI DAMAYANTI

Berita Lain
MRT Pindahkan Pipa Gas di Trotoar Ratu Plaza
Ahok: CSR Banjir Memalukan Pemerintah DKI Jakarta
Pembunuh Feby, Mayat Dalam Bagasi, Teridentifikasi
Jokowi Pusing Ragunan Tolak Monyet Hasil Razia


09.35 | 0 komentar | Read More

Sore Nanti, Selatan Jakarta Diguyur Hujan Ringan

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia memperkirakan hujan akan mengguyur sebagian besar wilayah Jabodetabek, Jumat, 31 Januari 2014, pagi. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Supriyo mengatakan hujan ringan hingga sedang berpotensi turun di wilayah Jabodetabek. "Potensinya hampir merata di semua wilayah," kata Supriyo saat dihubungi, Jumat, 31 Januari 2014.

Adapun rincian daerah tersebut yakni hujan dengan intensitas ringan pada pagi hari akan terjadi wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Depok, Tangerang, dan Bogor. Daerah Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, dan Bekasi akan diguyur hujan dengan intensitas sedang pada pagi ini.

BMKG memperkirakan cuaca berawan akan menaungi sebagian besar wilayah tersebut pada sore nanti. Begitu pula Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Timur maupun Bekasi.  Namun Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Depok, dan Bogor akan diguyur hujan ringan sore ini. Pada malam hari, BMKG memperkirakan hujan hanya turun di Jakarta Selatan, Depok, dan Bogor.

Suhu dan kelembapan wilayah DKI Jakarta berada pada kisaran 23-31 derajat Celsius dan kelembapannya 75-98 persen.

BMKG memprediksi ada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di wilayah Jabodetabek. Menurut Supriyo, hujan seperti ini akan terjadi terutama di wilayaha Jakarta Utara dan Jakarta Timur lantaran banyaknya awan yang mencapai tingkat kematangan menuju hujan di daerah itu. "Kuantitasnya di kedua daerah berbeda siginifikan sekali dibandingkan daerah lain," kata Supriyo.

LINDA HAIRANI

Berita Terpopuler
Banjir Kiriman Mulai Tiba di Jakarta 
Banjir Kiriman, Jokowi: Waduk Pluit Harus Disedot
Jokowi Tercengang Transjakarta Bisa Masuk Jalan Tol 
Pembunuhan Feby Diduga Bermotif Utang Piutang  

 


09.35 | 0 komentar | Read More

Pagi Hari Imlek, Hujan Tak Jadi Turun di Jakarta

TEMPO.CO, Jakarta -Kecepatan angin mempengaruhi lokasi turunnya hujan.  Kecepatan angin yang tinggi akan menggeser lokasi yang semula diperkirakan akan turun. Begitupula ketika pagi ini Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memperkirakan hujan akan turun di Jakarta Jumat, 31 Januari 2014, pagi ini.

Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Supriyo mengatakan kecepatan angin yang tinggi telah membawa awan hujan yang matang di atas wilayah yang semula diprediksi hujan, tergeser ke daerah lain. "Jadi hujannya justru turun di wilayah lain," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Supriyo, saat dihubungi, Jumat, 31 Januari 2014. (Baca: Sore Nanti, Selatan Jakarta Diguyur Hujan Ringan)

Supriyo menjelaskan, BMKG memperkirakan hujan akan mengguyur sebagian besar wilayah Jabodetabek, Jumat, 31 Januari 2014. Namun kecepatan anginnya berkisar antara 5-15 knots atau 9-27 kilometer per jam. Dengan kecepatan angin seperti itu, awan hujan terdorong ke daerah lain.

Supriyo menuturkan, kisaran kecepatan angin terletak pada skala 2-4. Angin berskala 2 merupakan angin agak kencang. Ini ditandai di laut berupa ombak-ombak kecil. Adapun angin berskala 4 ditunjukkan dengan tanda di laut berupa ombak kecil yang panjang dan memiliki banyak buih putih. Meski begitu tetap saja, Jakarta dan sekitarnya berpotensi hujan.  "Potensinya hampir merata di semua wilayah," ujarnya.

LINDA HAIRANI

Berita Terpopuler
Ahok: Warga Bantaran Sungai Sebabkan Longsor 
Mulai Naik, Banjir di Kampung Pulo Capai 3 Meter 
Ahok: CSR Banjir Memalukan Pemerintah DKI Jakarta 
Perahu Terbatas, Warga Berebut Dievakuasi

 


09.35 | 0 komentar | Read More

Banjir Kiriman Mulai Tiba di Jakarta  

Written By Unknown on Kamis, 30 Januari 2014 | 09.35

Seorang anak menggunakan topeng saat melintasi banjir setinggi 40-60 cm di kawasan Jatinegara, Jakarta, Sabtu (8/1). Diperkirakan air kiriman dari pintu air Katulampa Bogor akan kembali menerjang Jakarta pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB. TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Banjir kiriman dari Bendung Katulampa mulai tiba di Jakarta pagi hari ini, Kamis, 30 Januari 2014. Berdasarkan informasi terkini yang dilansir situs resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, ketinggian air yang sempat turun kembali naik pagi tadi, dan merupakan yang tertinggi dalam beberapa hari terakhir.

BPD melaporkan kawasan Jakarta Timur yang dilalui oleh Kali Ciliwung sudah mulai terendam air. Ketinggian air dilaporkan sudah mencapai angka 350 sentimeter. Padahal pada 29 Januari kemarin ketinggian air sudah berada pada kisaran 200 sentimeter. Bahkan sehari sebelumnya ketinggian air lebih rendah, yakni 100 sentimeter. Kondisi itu membuat Jakarta Timur menjadi lokasi yang paling parah direndam banjir.

Untuk pengungsi, tercatat saat ini terdapat 9.458 orang yang terpaksa mengungsi akibat banjir tersebut. Mereka ditampung di tenda pengungsian yang tersebar di 43 titik. Sedangkan jumlah korban yang terdampak akibat banjir kiriman hingga pukul 06.00 tadi tercatat sebanyak 46 ribu orang. Jumlah itu diperkirakan bisa terus bertambah mengingat banjir kiriman dari Katulampa akan tiba di Jakarta sekitar pukul 09.00.

Adapun kawasan lainnya di Jakarta dilaporkan belum mengalami dampak akibat banjir kiriman tersebut. BPBD menyatakan ketinggian air di Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat masih belum mengalami peningkatan. Sedangkan laporan hingga pukul 04.00 tadi, ketinggian air di Bendung Katulampa tercatat menyentuh angka 380 cm atau berstatus siaga I.

DIMAS SIREGAR

Baca juga:
Banjir Bekasi, Kompleks Dosen IKIP Tenggelam
Katulampa 230 cm, Jakarta Banjir Lagi Pagi ini 
Ahok: Teknologi Pengaspalan di Jakarta Usang 
Banjir, Cawang-Pancoran Macet Total


09.35 | 0 komentar | Read More

Curah Hujan di Jakarta Hari Ini Normal

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Meteorologi Publik BMKG Mulyono Prabowo mengatakan curah hujan di Jakarta dan sekitarnya hari ini relatif normal. Meski diprediksi hujan, hujan masih berada dalam situasi yang tidak mengkhawatirkan. "Kemungkinan hujan ringan hingga sedang," katanya saat dihubungi, Kamis, 30 Januari 2014.

Mulyono mengatakan hujan di Jakarta hari ini diperkirakan akan lebih terkonsentrasi di wilayah utara. Pembentukan awan di kawasan tersebut jauh lebih tinggi ketimbang wilayah lainnya. Hanya dia mengatakan konsentrasi awan itu diprediksi tidak akan sampai menimbulkan hujan lebat.

Selain kawasan utara, dia menyatakan konsentrasi pembentukan awan yang cukup tinggi juga terjadi di kawasan timur Jakarta. Diperkirakan hujan dengan intensitas sedang akan terjadi di kawasan Bekasi dan Karawang, dan terus memanjang hingga Indramayu atau wilayah Pantura.

Adapun untuk Jakarta, Mulyono menyatakan curah hujan yang turun hanya bersifat hujan lokal, tapi akan turun secara merata. Hujan diperkirakan akan turun tapi dalam intensitas ringan.

Menurut Mulyono, banjir besar yang mengancam Jakarta diperkirakan berkurang pada hari ini. Sebab, di kawasan selatan Jakarta yang menjadi wilayah hulu tidak terdapat konsentrasi awan. Artinya, ancaman banjir yang lebih besar diperkirakan tidak akan benar-benar terjadi. "Jadi ancaman banjir besar itu sedikit berkurang, hanya masyarakat harus tetap waspada," ujar dia.

DIMAS SIREGAR

Baca juga:

Banjir Bekasi, Kompleks Dosen IKIP Tenggelam
Katulampa 230 cm, Jakarta Banjir Lagi Pagi ini 
Ahok: Teknologi Pengaspalan di Jakarta Usang 
Banjir, Cawang-Pancoran Macet Total


09.35 | 0 komentar | Read More

Ribuan Warga Kampung Pulo Kembali Mengungsi

Warga mulai meninggalkan rumah mereka di kawasan Kampung Pulo, Jakarta, saat status pintu air Katulampa mencapai level siaga II, (17/1). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Pemukiman warga di bantaran Kali Ciliwung tepatnya di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, kembali terendam banjir. Sebab, ketinggian air di bendungan Katulampa dinihari tadi sempat mencapai 230 sentimeter atau siaga I.

"Kami masih terus lakukan evakuasi warga, karena air perlahan-lahan sudah mulai naik," kata Lurah Kampung Melayu di Kampung Pulo, Kamis, 30 Januari 2014.

Menurut Bambang, saat ini jumlah warga yang telah mengungsi mencapai 2.600 jiwa. "Sedari malam,sekarang terus bertambah, tapi belum kami data," ujarnya.

Bambang memperkirakan, banjir yang akan merendam pemukiman Kampung Pulo mencapai 5 meter. "Banjirnya diperkirakan sama seperti tanggal 13 Januari, tapi kalau di sini enggak hujan, kemungkinan enggak sampai segitu," kata Bambang.

Berdasarkan pantauan Tempo di RT 03 dan RT 04 RW 03, banjir telah merendam sekitar 3 meter. Ketinggian air terus naik di gang V Kampung Pulo. Namun, air belum sampai tumpah di Jalan Jatinegara Barat. Sebanyak tujuh perhau karet dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Timur, masih mondar mandir di Kali Ciliwung untuk mengevakuasi warga.

Sementara, Jalan Jatinegara Barat yang hanya dibuka dua jalur, mulai padat. Petugas Lalu Lintas wilayah Jakarta Timur, mengalihkan kendaraan melewati Jalan Jatinegara Timur.

AFRILIA SURYANIS

Baca juga:

Banjir Bekasi, Kompleks Dosen IKIP Tenggelam
Katulampa 230 cm, Jakarta Banjir Lagi Pagi ini 
Ahok: Teknologi Pengaspalan di Jakarta Usang 
Banjir, Cawang-Pancoran Macet Total


09.35 | 0 komentar | Read More

Jakarta Masuk Puncak Musim Hujan, Ini Tandanya

Written By Unknown on Rabu, 29 Januari 2014 | 09.35

Sejumlah anak membantu Bajaj yang mengalami mogok saat melewati banjir yang menggenangi jalan Benyamin Suaeb, Kemayoran, Jakarta (20/1). Hujan yang mengguyur Ibukota Jakarta sejak beberapa hari lalu, membuat kawasan tersebut tergenang setinggi 50 sentimeter sehingga kendaraan roda dua tidak bisa melintasi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Belakangan, hujan deras kerap mengguyur kawasan DKI Jakarta dan sekitarnya pada tengah malam. Kepala Subdit Informasi Meteorologi BMKG Hari Tirto Djatmiko mengatakan hal tersebut merupakan indikasi puncak musim hujan telah datang.

"Kalau puncak musim hujan memang seperti itu," kata Hari kepada Tempo, Rabu 29 Januari 2014. Dia mengatakan, intensitas hujan saat masuk puncak musim hujan akan meningkat pada malam hingga pagi hari.

Pada pagi sampai siang, kata Hari,  intensitas hujan akan kembali mereda. "Potensinya ringan hingga sedang," kata dia. Puncak musim hujan, menurut dia, juga ditandai dengan hujan yang turun terus-menerus. "Reda atau gerimis, tapi kemudian hujan lagi," kata dia.

Hari menghimbau masyarakat untuk mewaspadai datangnya banjir. Jakarta sedang dikepung calon banjir besar, dari hulu dan pesisir. Dia mengatakan potensi hujan merata di seluruh wilayah Jakarta. Lagipula, kata dia, air pasang di pesisir pantai di utara Jakarta pun mulai memasuki periode puncaknya.

Tadi malam, hujan yang turun langsung merendam sebagian kawasan Jakarta dan sekitarnya. Air menggenangi jalan-jalan.

NINIS CHAIRUNNISA

Terhangat:
Banjir Jakarta | Cipularang Ambles | Pemilu Serentak | Jokowi Nyapres | Gempa Kebumen

Terpopuler :
Sidang Paripurna Kebijakan Energi Nasional Ricuh 
Sogok Pakai Kartu ATM, Modus Digemari di Bea-Cukai
iPhone 5 dan iPad Mini Dongkrak Laba Apple 
BI: Uang Berstempel Prabowo Tak Layak Pakai 
Dahlan: Bulog Merasa Aneh Ada Beras Vietnam  


09.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger